
Rewindra tak bisa mengelak saat bertatapan mata dengan sang Mama tercinta.
“Mau sampai kapan kamu seperti ini terus, Wind?” Sembari berkacak pinggang Dahlia tak berhenti mengomeli Rewindra.
“Sudah deh, Ma, seperti tak tahu kelakuan Putramu itu.” Pramana yang baru saja mendudukkan diri di atas kursi menyahut perkataan dari istrinya tercinta. “Mau di antar siapa, Boy?”
Tak lupa Pramana juga bertanya pada sang Cucu tercinta sedang menikmati sarapan pagi.
“Apa Opa mau mengantarkanku?” Sembari mengunyah sarapan itu Rolando justru bertanya balik pada Kakeknya.
“Jadi, bukan Papamu yang mengantar, Boy?” Pramana terlihat bingung dengan tingkah laku Cucunya ini.
Ada apa dengannya? Mengapa aku merasa Ando sangat berbeda. Bahkan kali ini takkan sedikit pun menyapa Rewindra. Apa yang sedang terjadi?
Hal tersebut yang sedang mengganggu pikirannya. Ketika Pramana melihat ke arah Ando yang terus berekspresi datar tanpa mau menyapa Rewindra.
“Kamu kenapa, Boy? Tak biasanya begini dengan Papamu!” Pramana bertanya. Namun, Rolando tetap enggan menjawab pertanyaan darinya.
Rewindra pertama kali diacuhkan mendadak hatinya terasa sesak dengan pengabaian yang dilakukan oleh Rolando.
__ADS_1
Sayang! Kamu kenapa bisa seperti ini dengan Papa, Boy? Apakah selama ini Papa terlalu lama mengabaikanmu? Rewindra membatin yang begitu terpukul denga tingkah laku dari Rolando.
Tak tahan Rewindra memutuskan berangkat ke kantor tanpa berpamitan pada semua orang yang sedang menikmati sarapan.
“Dasar anak itu selalu saja seperti ini. Mengherankan sekali!” Dahlia mengomel yang mana membuat Pramana berdecak kesal dengan istrinya ini.
“Katakan pada Opa, Boy! Apa yang membuatmu acuh begini pada Papamu, hm?” Selesai menyeka bibir dengan sapu tangan. Pramana meminta mengobrol dengan sang Cucu tercinta.
Enggan menjawab tapi ia bertanya balik pada Opanya. “Apa aku salah melakukan hal ini untuknya, Opa?”
“Apa semua ini karena kamu merasa diabaikan oleh Papamu? Sampai-sampai kamu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh dia?” Pramana tak menduga imbas pengabaian Rewindra menumbuhkan rasa benci di dalam diri Rolando.
“A–” Sebelum meneruskan Pramana menyela perkataan dengan menanyakan hal tersebut secara langsung.
“Kamu tak salah, Boy!” Pramana juga menyayangkan tindakan Rewindra benar-benar membuat dirinya dibenci oleh putra kandungnya sendiri.
“Maaf, Opa ....” Setelah sekian lama Ando sendiri memutuskan untuk melakukan hal tersebut. Agar sang Papa bisa menyadari perlakuannya yang selama ini membuat hati ia menjadi kosong.
“Ma ....” Suara berat milik Pramana memanggil sang istri yang sedari tadi diam menyimak. “Aku tahu Mama dari tadi mendengar suara hati kecil, Ando.”
__ADS_1
“Lalu apa yang harus ku lakukan, Mas?” Dahlia begitu terpukul dengan suara hati kecil Cucunya tersebut.
Pramana pun tak tahu dengan Cucu, dan Putranya seakan-akan mengibar bendera perang. Namun, sedetik kemudian ia teringat bahwa hari ini akan mengantar Ando sesuai janjinya.
“Ya sudah kalau itu maumu, Boy! Opa tak akan pernah melarangmu tapi ingat satu hal. Dia tetap Papamu, tak masalah jika kamu sedang membencinya. Opa hanya ingin kamu sendiri yang menyembuhkan luka itu.”
Tanpa membantah Rolando mengangguk kepala. Tentu saja sebenci apa pun ia akan tetap menghormati Rewindra Wiratama. Meskipun hatinya saat ini terlukai oleh perlakuan dari Papanya tersebut.
.
.
.
.
.
Hidden Baby
__ADS_1
Akibat dari cinta satu malam, membuat Vie harus merelakan masa mudanya. Setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Vie juga diusir oleh ayahnya sendiri karena Vie telah mencoreng nama baik keluarga. Lima tahun berlalu, kehidupan pahit Vie kini telah terobati dengan hadirnya sosok Arga, bocah kecil tampan yang sedang aktif berbicara meskipun kini tak tahu dimana keberadaan ayahnya. Namun, siapa yang menyangka jika selama ini Vie bekerja di perusahaan milik keluarga kekasihnya. Hal itu baru Vie ketahui saat kekasihnya mulai mengambil alih perusahaan. Masih adakah rasa yang tertinggal untuk sepasang kekasih di masa lalu ini? Mari kita ikuti kisahnya 😊