Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Makan di luar bukan untuk berjajan


__ADS_3

“Kenapa mesti repot-repot seperti ini, Non?” Menerima uang pembayaran cargo, ditambah dirinya terkejut dengan sodorkan kantong plastik putih, yang ternyata berisi sebungkus nasi bebek dengan teh panas, membuat sopir itu pun menangis terharu karena masih ada orang baik mau membagikan rezekinya.


“Aku tak pernah merasa direpotkan, Pak ... siapa tahu keluarga Bapak di rumah menunggumu.”


Gadis itu pun menikmati makan malamnya, begitu tenang dan juga sangat menenangkan hati pikirannya, dikarenakan ia sendiri dididik sederhana oleh mendiang sang mama tercinta.


Semua harta kekayaan tak pernah dicari gadis itu, tapi ia menginginkan sebuah kasih yang selama ini di rindukan oleh dirinya.


Karena gadis itu pun hanya menginginkan sebuah kasih sayang yang berasal dari papa kandung, dan hanya sebuah pelukan yang dibutuhkan untuk menutup rasa kebencian itu.


*


*


*


Sementara itu, di sisi lain masih dengan Rewindra Wiratama berkutat dengan berkas-berkas yang saat ini sedang ditandatangani oleh pria itu, sampai tak menyadari bahwa dirinya terlalu lama berkutat didepan berkas-berkas tersebut, dan ia pun menghabiskan waktunya hanya untuk berkutat dengan beberapa berkas-berkas diterima dari Louser.


Sampai terdengar suara keroncongan yang berasal dari perutnya, dan hal tersebut membuat pria itu terkejut karena dirinya terlalu larut dalam pekerjaannya, dengan terpaksa pria itu menghentikan pekerjaan setelah ia melihat jarum jam yang menunjukkan angka tujuh.


Mau tak mau membuat pria itu membereskan beberapa berkas-berkas, dan menatanya ke tempat semula sebelum dirinya memutuskan menikmati makan malamnya di luar mansion.

__ADS_1


Begitu dirinya sampai di luar ruang kerja pribadinya, pria itu mengarahkan langkah kakinya ke tempat kamar pribadi sang putra, dikarenakan kondisi mansion yang terlihat begitu sepi.


Tibalah dirinya di dalam kamar pribadi sang putra, dan mendapati putranya telah terlelap di alam mimpi, tanpa sadar air mata pria itu tiba-tiba mengalir dengan sendiri, akibat kesalahan fatal yang dilakukan oleh dirinya.


Jika saja saat itu ia tak terpaku pada kematian merenggut wanitanya, dirinya tak mungkin merasakan sebuah penyesalan mendalam, untuk malaikat kecil sengaja dititipkan agar pria itu tak kesepian, saat ditinggalkan oleh wanita yang melahirkan sang putra tercinta.


Maafkan aku karena kesalahan menyebabkan dia mengalami, kehidupan yang begitu menyakitkan karena aku sangat begitu bodoh, terlarut lama meratapi kematianmu dan biarkan kebenciannya menjadi tanggung jawabku. Karena aku begitu sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua adalah permata hatiku.


Setelah memberi kecupan lembut dikening putranya, ia mengarahkan kakinya keluar dari kamar pribadi sang putra, untuk menghabiskan malamnya sendiri dengan menikmati makan malam di luar mansion.


Langkah kakinya terlihat terburu-buru pun terhenti, ketika ia mendengar suara panggilan dari sang mama, yang tiba-tiba memanggil dirinya sambil mencecar pertanyaan, “mau kemana kamu, Win? Sepertinya kamu sedang terburu-buru, dan juga apakah kamu baru menyelesaikan berkas-berkasmu itu?”


“Loh apa ada yang salah dengan pertanyaan dari Mamamu ini, hm?”


“Aku ingin makan malam di luar, Ma ... apakah aku tak boleh melakukannya?” Rewindra bertanya tanpa berbasa-basi.


Menelisik penampilan sang putra dari bawah, sampai ujung rambut tak ada yang salah, tapi wanita paruh baya itu tetap mewaspadai, pergerakan dilakukan oleh putranya, “kamu sedang tak kesambet sesuatu bukan?”


“Atau kamu bukan untuk jajan di luaran seperti biasa?” lanjutnya sembari memberikan sindiran, maksud jajan yang dilontarkan oleh Dahlia.


“Ma ....” memanggil mamanya, dengan bibir mencebik kesal. Karena sindiran dari sang mama, membuat pria itu benar-benar tak bisa berkutik banyak, maksud jajan yang disindirikan untuk dirinya. “aku benar-benar ingin makan malam di luar mansion, dan itu bukan jajanan yang dimaksud olehmu, Ma.”

__ADS_1


“Mana Mama mau percaya dengan bualan duda sepertimu, Win ... awas saja kalau kamu sampai ketahuan didepan Mama melakukannya, bersiaplah pisau tajam memenggal belalai gajah milikmu.” Mengisyaratkan penggalan potong ditujukan untuk sang putra.


Hal tersebut membuat Rewindra menelan ludah kasar, ketika mendengar nada sarat ancaman ditujukan untuk si belalai gajah.


.


.


.


.


.



Aldrich Marchdika yang meninggal karena konspirasi paman dan sahabatnya, akhirnya terlahir kembali dalam tubuh seorang pria tampan bernama Kendra Argantara yang berstatus sebagai mahasiswa abadi jurusan tehnik sipil di sebuah Universitas Negeri ternama di negeri ini, sekaligus sebagai ahli waris tunggal Perusahaan besar Argantara Group. Namun, dia harus meninggal dunia akibat konspirasi dari tunangan dan sepupunya sendiri yang menginginkan harta warisan milik Kendra.


Bagaimana seorang Aldrich yang kini menjadi sosok Kendra mengungkapkan kematian si pemilik tubuh?


Bagaimana pula dia mengatakan pada Allana kalau sebenarnya dia adalah suaminya, sedangkan pertemuan pertama Kendra dan Allana memberikan kesan yang buruk untuk istrinya?

__ADS_1


__ADS_2