Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Status sang putri mahkota


__ADS_3

“Kek ….” Nada panggilan yang berasal dari sang cucu, membuat pria senja terhenyak karena cucunya, membuyarkan lamunan yang sedang mengganjal dibenaknya.


“Maaf.”


“Kakek melamun?” Mata sayu yang begitu lembut terlihat begitu sangat jelas jika kakeknya, sedang melamunkan sesuatu yang membuat gadis tersebut bertanya-tanya. “Mau membaginya denganku?”


Gelengan kepala Gunawan membuat gadis itu mengerti bahwa sang kakek saat ini tidak ingin berbagi apa pun termasuk statusnya yang ternyata seorang putri mahkota dari sebuah kerajaan di negara lain.


“Antarkan kakek ke depan kita harus menghentikan tindakan om-mu itu dan juga kakek rasa kamu begitu sangat kecewa dengannya bukan?” pinta Gunawan.


Yang membuat Araela mengangguk, tak lupa gadis itu mendorong kursi roda sang kakek dan akan mengantarkan mereka ke depan rumah, sembari bibirnya tak berhenti mengoceh.


“Bagaimana aku tidak kecewa dengannya, Kek. Tanpa alasan jelas tiba-tiba putramu memukulnya. Nanti cucumu ini dipecat dari kantornya bagaimana? Apa om mau bertanggung jawab?”

__ADS_1


Mendengar hal tersebut membuat pria senja terkekeh lucu dengan tingkah laku dari cucunya dan siapkah dirinya berpisah dengan cucu kesayangan-nya ini.


“Kalau kamu dipecat bukankah itu bagus … bisa mengambil alih perusahaan yang di pegang oleh ommu dan Kakek sangat tahu kepintaranmu itu, Nak.”


“Sekali lagi maaf, Kek … cucumu ini lebih nyaman hidup sederhana dan lebih leluasa hidup di mulai dari bawah … aku mohon jangan paksa untuk mengambil alih perusahaan itu.”


Melihat keteguhan di dalam diri cucunya membuat Gunawan tak lagi membahas perihal tentang perasaan yang telah dipersiapkan sebagai pewaris tunggal, dan ternyata gadis bar-bar berambut ala mullet itu lebih bahagia hidup sederhana seperti yang pernah dilakukan oleh mendiang sang menantu.


“Tapi, Nak apa nanti kamu … ah, tidak jadi lebih baik sekarang kita temui ommu itu.”


Apa yang sedang disembunyikan olehmu Kek? Kalaupun mau aku bisa menyelidiki sendiri, tapi aku tak ingin siapa pun mengetahui jati diriku yang lain.


Sebab, selama ini tidak ada yang menyadari jati dirinya lain-selain dari keluarga kerajaan mengetahui bahwa gadis bar-bar tersebut merupakan peretas handal dan juga peretas selama ini dicari-cari keberadaannya.

__ADS_1


Mereka pun sampai di luar rumah yang masih terdapat dua orang pria dan salah satunya berusaha memukul kembali. Namun, digagalkan dengan suara bariton dari Gunawan sendiri.


“Hentikan, Boy … apa tidak lihat wajah bayi mungilmu itu?”


Morgan mengalihkan sorot mata yang saat itu juga ia tertegun melihat raut wajah kecewa dari bayi mungil-nya tersebut.


“Baby, a ….


“Aku sungguh kecewa dengan sikapmu yang selalu mengengkangku … tak bisakah memberiku kebebasan meskipun itu hanya sedikit saja.”


Lidah Morgan mendadak kelu karena pria baya itu tak bisa memberikan sebuah jawaban atas pernyataan dari bayi mungil-nya. “Maafkan aku, Baby yang telah membuatmu kecewa akan sikapku dan semua kulakukan hanya untuk menjagamu.”


“Untuk hari ini kamu benar-benar membuatku kecewa.” Sorot kekecewaan begitu sangat nyata dibenak gadis bar-bar tersebut.

__ADS_1


Tak lupa gadis itu meminta izin kepada sang kakek untuk mengobati luka di sudut bibir yang di alami oleh Rewindra Wiratama. “Bolehkah aku membawanya masuk untuk mengobati luka-luka itu?”


Gunawan mengangguk yang juga ia menyuruh cucu kesayangannya untuk membawa masuk, calon suami agar lukanya segera diobati sedangkan pria senja itu akan membicarakan hal lain dengan putra bungsunya.


__ADS_2