Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Keberanian sang putri mahkota


__ADS_3

Di negara asal sang putri mahkota, dengan sang raja mempersiapkan diri untuk mengunjungi sahabat sekaligus bertemu dengan cucu kesayangannya tercinta.


Mereka akan mendatangi Araela Ayudia Gayatri Smith dengan sang pangeran mahkota yang begitu tak sabar bertemu seseorang dan, akan memberinya sebuah peringatan keras agar orang itu tidak menyinggung sang putri mahkota.


"Mengapa kamu tersenyum seperti itu, pangeran?" Suara sang permaisuri yang tak lain istri Pangeran Devander mengejutkan lamunan suaminya.


Menggaruk tengkuk tak gatal sang pangeran terkejut mendengar pertanyaan dari permaisurinya. "aku hanya sedang bersenang saja, Sayang."


"Bukan karena yang lain?"


Pangeran Devander menggeleng karena sejujurnya dia terpaksa membohongi sang permaisuri dan pria itu tak ingin istrinya mengetahui bahwa dirinya akan bertemu dengan seseorang yang berhubungan ....


"Sayang ...." Suara bariton dari sang pangeran membuat permasurinya mendongak kepala karena wanita itu merasa jika sang suami menyembunyikan suatu hal. "jangan terlalu memikirkan yang tidak ada hubungan denganmu karena suamimu ini hanya sudah tidak sabar bertemu dengannya."


"Aku juga tidak sabar ingin bertemu dengannya." Permaisuri Olive pun tak kalah antusias dengan sang pangeran.


"Pasti dia sangat lucu dan menggemaskan ... andai saja ayahanda membawanya terlebih dahulu ... tidak mungkin dia menderita tekanan batin." Sedih itulah yang dirasakan oleh sang permaisuri.


"Semua sudah berlalu, Sayang ... nanti kau bisa memeluknya sesuka hatimu."


Obrolan mereka pun terhenti dengan suara pesawat yang mulai mengudara di atas awan karena keluarga kerajaan akan bertandang ke negara di mana cucu kesayangannya tinggal, sehingga perjalanan mereka membutuhkan waktu sekitar 17 jam untuk sampai ke tujuan yang bersamaan itu, sang pangeran beserta permasuri memutuskan beristirahat dan memulihkan tenaga sebelum bertemu dengan putri mahkota Araela Ayudia Gayatri Smith.


*


*


*


Siang hari di sebuah mansion terdapat sepasang ayah dan anak saling berpelukan tanpa, menghiraukan keberadaan seorang wanita paruh baya dengan sang pujaan hati begitu terharu, melihat putra tunggalnya menghabiskan waktu bersama cucu kesayangannya tercinta.


"Lihatlah, Mas ... setelah sekian lama putramu mau menyentuhnya kembali ... apakah ini tandanya?" Dahlia tak kuasa menahan tangis karena selama dia sendiri bisa memahami, kesedihan, kesendirian yang di alami sang cucu tercinta.

__ADS_1


"Jangan menangis, Ma ... nanti mereka bisa-bisa terbangun ... ayo, pergi! Kita biarkan mereka menghabiskan waktu," ajak Pramana yang tak lupa pria baya itu mendekap erat sang istri, serta memberinya kekuatan untuk tetap tegar menghadapi tingkah laku Rewindra.


Bersamaan itu, setelah sepasang suami istri keluar dari kamar pribadi sang putra. Rewindra membuka mata dengan air mata yang tiba-tiba mengalir sendiri, ditambah pria itu mendesis karena sudut bibirnya terasa kebas.


Maafkan Dady-mu ini ya Boy. Sebab, telah menorehkan luka hatimu. Namun, satu hal yang harus diingat olehmu bahwa Dady begitu sangat mencintaimu.


Setelah memberi kecupan di kening putranya Rewindra memutuskan bekerja di depan laptop yang telah dipangku di atas paha sambil, jemarinya menari lincah di atas keyboard dan sedang memeriksa beberapa berkas yang masuk ke dalam email.


Ada salah satu email masuk yang sedang menarik perhatian sang duda casanova itu dan membuatnya terheran-heran tentang sebuah perusahaan yang tiba-tiba memberi proposal kerja sama. Namun, yang mengganggu pikiran duda itu adalah mengapa perusahaan dari negara lain mau repot-repot menjalin kerja sama dengan perusahaan miliknya.


Dia menyambar ponsel dan meminta Louser menyelidiki latang belakang dari perusahaan tersebut, yang beberapa detik kemudian panggilan itu tersambung dengan arah seberang ponsel mengangkatnya.


"Segera selidiki latar perusahaan yang tiba-tiba mengirim proposal ini, Ser!" titah Rewindra dingin.


"Jadi, kau yang membaca proposal itu?" Louser begitu terkejut mendengar nada perintah dari sahabatnya.


"Lalu kalau bukan aku terus siapa, hah!"


"Oke, Bro ... santai jangan sensi seperti wanita yang kedatangan tamu bulanan ... nanti aku akan menyuruh rekanku menyelidiki latar perusahaan itu, dan kenapa kau tak masuk ke kantor?"


Tanpa menunggu jawaban Rewindra mematikan panggilannya secara sepihak dengan dia terus memikirkan tentang perusahaan lain yang tiba-tiba ingin menjalin kerja sama dengannya.


*


*


*


Sementara itu, Araela saat ini sedang meminta sopir taksi yang ditumpanginya menuju sebuah apartemen, tempat tinggal seorang gadis yang terenggut paksa oleh om-nya itu.


Tidak ada yang bisa memprediksi karena Araxi yang menyembunyikan aroma tubuh Citra, justru mengantarkan Araela Ayudia Gayatri Smith ke tempat tinggal gadis terenggut itu.

__ADS_1


Semua itu dilakukan oleh gadis berparas tampan karena ia dapat melihat masa depan dari sahabat Ivone dan juga putri mahkota. Namun, tidak ada yang menyadari suatu hari nanti mereka ....


Tak lama kemudian taksi yang ditumpangi Araela telah sampai di apartemen dan sebelum itu dia melacak terlebih dahulu unit di tempati oleh teman sekampusnya itu.


Lalu gadis itu melangkah masuk sambil bertanya-tanya kepada petugas yang lewat dan dewi fortuna memihak siapa yang menyangka justru dia di antarkan office girl ke tempat tujuannya.


"Kenapa kamu mesti repot-repot mengantarku?" Araela sendiri tak mengerti dengan office girl itu.


"Karena kau gadis yang ramah dan tak malu bertanya sana-sini ... untuk itu aku menawarkan diri mengantarmu ... nah kita sudah sampai kau cari kamar unit ujung sana."


"Terima kasih dan ini harus kau terima karena aku tak ingin ditolak."


Meninggalkan office girl yang begitu tercengang dengan sifat sederhana dipunyai oleh sang putri mahkota sambil melangkahkan kaki ke unit tempat tujuannya datang.


Sesampai di unit gadis itu menekan bel disampingnya dan membuat si pemilik terkejut melihat kedatangannya di apartemen tersebut.


"Bagaimana bisa?"


"Ajaklah aku masuk ... kau akan tahu semuanya di dalam."


Akhirnya kedua gadis yang bertemu sesaat itu pun dipertemukan kembali dan pasti ada campur tangan dari seseorang, tak lain perantara dari gadis berparas tampan Araxi yang melakukannya secara diam-diam.


"Maaf atas kelancanganku yang datang tiba-tiba ... tentu saja ini ada hubungannya dengan seseorang ... apa kau gadis yang direnggut paksa oleh dia?"


Bola mata Citra membelalak lebar ketika dirinya mengetahui sebuah fakta dan alangkah terkejut gadis itu, mendengar penuturan dari Araela yang begitu gamblang mengetahui rahasia disimpan oleh dirinya.


"Apa kau ....


"Dia, Om-ku ... pasti kau berpikir aku anak kandung dia bukan?"


Citra mengangguk malu.

__ADS_1


"Oke sudah cukup ... langsung saja kedatanganku kemari untuk meminta maaf atas perbuatan bujang lapuk itu ... kalau mau kau bisa menamparku lampiaskan amarahmu didepanku ... jangan dipendam sendiri karena aku datang untuk itu."


Citra melihat sorot mata keteguhan di dalam tergugu dan tak menyangka teman baru dikenalnya begitu berani mengungkapkan kesalahan yang tak dilakukan oleh gadis di depannya.


__ADS_2