Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Misi pertama yang digagalkan


__ADS_3

“Baby, kamu —”


“Sudah tak ada rasa sayang apa pun untuknya, meskipun kenyataan dia memang papa yang tak menganggapku ada, tapi hatiku mati rasa karena luka itu yang membuat benih kebencian tumbuh dihatiku.”


Rasa bersalah didalam diri pria matang itu pun tak terbendung, ketika mendengarkan semua curahan hati yang selama dipendam oleh bayi mungilnya. “Maaf, Baby. Marahlah didepanku saat ini, tapi satu hal yang harus kamu tahu, sebenci apa pun hatimu untuk dirinya, dia tetap seorang ayah menghadirkanmu ke dunia ini.”


“Ya, Om.” Terdengar helaan napas panjang, saat gadis itu akan melanjutkan ucapan, yang dilontarkan oleh dirinya. “Tak perlu meminta maaf denganku, Om. Aku benar-benar tak ingin membahas, hal apa pun yang berhubungan dengannya.”


“Oke-oke! Sekali lagi, aku tak akan menanyaimu hanya untuk membahasnya, dan juga ada surat titipan dari mendiang mamamu, Baby.”


“Kenapa baru kamu kasih sekarang, Om?” tanya Araela dengan bibir mengerucut tajam.


“Ayo aku akan mengajakmu, ke kamar mendiang mamamu, aku benar-benar lupa dengan surat yang ditujukan untukmu.” Morgan mengajak bayi mungilnya, untuk mengambil surat lama ditinggalkan oleh mendiang wanitanya. “Ayah. Aku akan membawa, cucumu ke kamar itu. Bolehkah?”


“Pergilah. Ingat, Boy. Tak perlu mencampuri urusan pribadinya, dan juga katakan hal itu pada bayimu, tentang janji yang ditinggalkan mendiang ibumu beserta mendiang mamanya.” Gunawan menitah, sembari mengingatkan tentang tali perjodohan itu.


“Baik, Ayah.” Yang tak lupa, Morgan menarik tangan bayi mungilnya, ke tempat kamar yang penuh dengan kenangan menyakitkan.


Sesampainya didalam kamar tersebut. Morgan memberikan sebuah surat, dan surat itu pun baru ditemukan oleh dirinya, yang dia serahkan langsung pada bayi mungilnya itu. “Maafkan aku ya, Baby. Baru bisa memberikan ini untuk dirimu.”


“Terima kasih banyak, Om.” Menerima surat yang disodorkan untuk dirinya, dan hal itu membuat mata gadis itu berkaca-kaca, karena tak kuasa menahan rindu yang mendalam untuk mendiang mamanya tersebut.


“Bacalah surat itu didalamnya, dan setelahnya kamu membaca. Maukah memenuhi permintaan mendiang mamamu, Baby?” bukan memerintah, tapi menyampaikan pesan yang ditinggalkan, dari mendiang kedua orang berharga bagi dirinya.


“Ya, Om.” Sembari membalas ucapan dari Omnya, ditangan itu terlihat bergetar, karena saat ini ia sedang membaca, dan berusaha memahami isi didalamnya.


Teruntuk Araela Ayudia Gayatri Smith, putriku tercinta.


Halo sayangku. Apa kabarmu sekarang, Nak?


Mama yakin saat ini kamu sudah besar, dan sedang duduk dibangku perkuliahan.


Sayang ....


Maafkan mama tak akan bisa, melihat tumbuh kembangmu yang sedang, dalam fase mencari jati diri dan aku percaya saat ini juga, kamu sedikit menemukan hal itu didalamnya.


Hanya untaian maaf yang dapat tertuang disurat ini, sejak mama sakit sampai kamu sendiri mengantarkanku, aku seperti menelantarkan dirimu seorang karena penyakit mematikan menggerogoti tubuh ini.


Mama tak bermaksud meninggalkanmu, dan kamu tak perlu tahu alasanku bisa seperti ini, cukuplah menjadi seorang anak berbakti untuk papamu, meskipun luka hati yang dirasakan olehmu terlalu menyakitkan, tapi satu hal pasti karena dia juga kamu ada di dunia ini. Paham sayang?


Aku mempunyai sahabat yang bernama Dahlia. Apakah kamu sudah bertemu dengannya? Hanya dia satu-satunya sahabatku, dimana mamamu ini membagi cerita dengan dirinya, dan hadirmu karena suatu kesalahan dari papamu.

__ADS_1


Tak sedikit pun, membuatku menyesal, dengan seperti ini, aku telah membawa seluruh luka kupendam sendiri, dan kalaupun hal ini menjadi rasa penasaranmu, mintalah seseorang yang menjadi saksi perjalanan hidupmu. Dari sana kamu akan menemukan jawaban itu.


Mama ada permintaan, dan juga permintaan ini atas kami berdua. Apakah kamu mau mengabulkan sayang?


Sekali lagi hanya kata maaf yang dapat tertuang didalam surat ini. Mama sejak lama sudah mengikatmu dengan seseorang, dan sebelum kepergianku saat itu. Aku juga sudah menitipkanmu kepada sahabatku, dan kamu tahu sendiri bukan? Arti dari ikatan itu adalah, menjodohkanmu dengan putra sahabat mama.


Jangan mengambil keputusan sekarang, mau menolak pun mama tidak masalah, tapi ingat satu hal jangan sampai tali persahabatan mama putus, nanti kamu bisa tanyakan lebih detil kepada kakek dan ommu.


Jadilah putri yang selalu menjadi kebanggaanku, jangan pernah menyerah untuk melakukan kebaikan, sampai disini surat yang tertuang untukmu.


Salam dan peluk dari mama.


Love you more then my daugther.


Melipat kembali surat yang telah dibaca, dan hal tersebut menarik perhatian dari pria matang, sedari tadi diam melihat bayi mungilnya membaca isi surat tersebut. “Come-on, Baby. Don’t cry. Hatiku sakit melihatmu meneteskan air mata.”


“Om ....”


“Yes, Baby. I’m here. Apa yang ingin kamu ketahui setelah membaca surat ini?” Morgan memotong, sembari menanyai maksud dari tatapan mata dingin, yang ditangkap dari bayi mungilnya.


“Semuanya, Om. Aku ingin mengetahui lebih dalam tentang mama,” pintanya dengan nada terdengar dingin.


Mengangguk kepala, Araela sudah tak sabar, mengulik masa lalu yang dipendam, oleh mendiang mamanya. “Ya, Om.”


Morgan menceritakan semua masa lalu yang dipendam oleh wanita dicintainya, tanpa ada satu pun terlewatkan, meskipun harus mengatakan kebenaran tentang dirinya yang mencintai mendiang iparnya sendiri.


*


*


*


Sementara itu di sisi lain, saat ini Rolando begitu kesal, karena misi pertamanya digagalkan oleh Dady-nya sendiri, dan anak lelaki itu pun enggan membalas perkataan yang dilontarkan oleh Rewindra.


“Boy ....”


“Apa sih, Dad,” sahut Rolando dengan nada ketus dan dingin.


“Kamu sudah lama kenal dekat dengannya, Boy?” tanya Rewindra yang ingin tahu lebih tentang putranya.


“Apakah itu penting untukmu, Dad?”

__ADS_1


Gemas dengan tingkah laku sang anak yang telah berani menjawab pertanyaan yang dilontarkan, tanpa berbasa-basi Rewindra memberikan ciuman bertubi-tubi diseluruh wajah putranya, tapi tindakan yang dilakukan oleh dirinya membuat sang putra marah kepada dirinya.


“Jangan dicium seperti ini, Dad,” protesnya dengan bibir mengerucut tajam. “Hanya kakak cantik yang boleh mencium wajahku, tidak untukmu.”


“Boy —” Rewindra terlihat mencebik kesal, dengan tingkah laku dari putranya, mengklaim gadis itu sebagai miliknya, padahal ada dia yang juga sama seperti Rolando.


“Kenapa, Dad? Mau protes denganku? Kakak cantik hanya milikku! Bukan milikmu, jangan coba-coba untuk mendekatinya.”


“Kenapa, Boy?”


“Rahasia. Dilarang kepo!”


Wajah Rewindra begitu pias, ketika mendengar sendiri sebuah kata, yang dilontarkan oleh sang putra, dan hal tersebut membuat dirinya merasa bahagia bisa mendekatkan diri, karena selama ini ia sendiri sama sekali enggan menyentuhnya.


Begitu banyak hal yang terlewatkan darimu, sejak kau dilahirkan ke dunia ini, untuk menemaniku sepanjang masa, dan pertama kali melihat raut wajah ceriamu.


.


.


.


.



🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.


🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)


"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.


"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"


Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.


siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.


Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?


Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?

__ADS_1


__ADS_2