Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Di tempat lain di waktu yang sama berdiri seseorang sedang menghadap dan melaporkan pada Tuan Besar tentang keberadaan sang Cucu tercinta tak lain Rolando Wiratama diam-diam mengikuti langkah kaki Kakak cantik itu sejak berada di pemakaman.


“Bagaimana apa kau berhasil memantau keberadaannya?” Pramana membuka suara seraya menatap mata-matanya dengan sorotan yang begitu dingin.


Tanpa meragu mata-mata yanh ditugaskan oleh Pramana pun menjawab dengan nada yang tak kalah tegas dari Tuan Besarnya. “Saya sudah memastikannya, Tuan Besar, bahwa Cucu Anda sendiri-lah yang memang ingin mengikuti langkah seseorang sejak berada di makam, dan meminta sopir untuk kembali dengan sendiri.”


“Bagaimana dengan ciri-ciri seseorang yang diikuti oleh Cucuku itu?” bukannya tak memercayai, hanya saja ia sendiri ingin memastikan sebelum mengambil keputusan yang tepat.


Setelah menjelaskan ciri-ciri yang dimaksud oleh mata-matanya. Pramana bernapas lega bahwa sang Cucu tercinta saat ini sedang bersama seseorang yang sangat dikenal oleh Ayahnya tercinta.


Ayah lihat sendiri ‘kan? Tanpa campur tangan dariku, Cicitmu itu sendiri yang membawanya ke dalam kehidupan pribadi kita. Bahkan tanpa kau minta menjodohkannya dengan Rewindra, sepertinya mereka telah ditakdirkan berjodoh sendiri, dan aku sangat yakin Cicitmu sendiri yang ikut andil di dalamnya.


Akan tetapi sebelum ia mengambil langkah jauh untuk keduanya. Ia akan memastikan terlebih dahulu dengan Prasetya dan mengajaknya bertemu yang tak lupa juga membahaskan perihal tentang perjodohan keduanya.


Mengambil ponselnya yang kebetulan ia letakkan di saku jas yang di pakai dengan menekan sebuah nomor ponsel milik Prasetya yang kebetulan dari arah seberang menyambut dan menyapa setelah sekian lama tak bertemu.

__ADS_1


“Ada apa kau menghubungiku, Pram.” Prasetya yang sedang di dalam ruangan kerjanya begitu terkejut mendapat panggilan masuk berasal dari sahabatnya sendiri.


“Apa begitu caramu menyapaku, Pras?” Pramana sendiri berdecak kesal dengan tingkah laku dari Prasetya yang sama sekali tak berbeda dari dulu sampai sekarang pun masih sama seperti tak mengenali jati dirinya.


“Kita sudah lama tak bertemu dan bertatap muka, untuk apa kau menghubungiku, Pram?” tanya Prasetya dingin.


Pertanyaan bernada dingin dari Prasetya tak membuatnya takut. Ia semakin berani dengan menanyakan kabar mendiang istri pertamanya yang selama ini tak pernah dianggap ada. “Setelah menikah dengan cinta pertamamu. Kau semakin sombong saja, Pras! Lalu apa kabarnya mendiang istri pertamamu itu? Apa sampai sekarang kau masih tak mau menginjakkan kakimu di pemakamannya?”


“Jangan pernah membahas wanita itu, Pram! Kau sendiri lupa denganku yang merasakan bagaimana rasanya menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh Ayahku tanpa ada cinta.” Jawaban dari Prasetya membuat Pramana kesal dengan tingkah laku dari sahabatnya yang tak pernah sedikit pun mau terbuka.


“Oke, aku tak akan membahas hal seperti ini lagi. Jika membuatmu merasa tak nyaman, dan juga mengapa aku tiba-tiba menghubungimu bisakah kita bertemu? Ada beberapa hal yang ingin ku bahas denganmu secara pribadi!” Pramana akan membahasnya kembali pada saat mereka bertemu, sedangkan ini ia akan menahan ego untuk tak mencampuri urusan pribadi sahabatnya.


“Baiklah, biar aku yang mengatur pertemuan kita, dan ku harap kau mau bertemu denganku.”


Tanpa menunggu balasan dari arah seberang. Pramana mematikan panggilan secara sepihak dengan ia yang saat ini teringat keberadaan sang Cucu tercinta. Seketika itu ia menyeringai dingin yang kebetulan saja mempunyai sebuah ide untuk membuat sang Cucu mengambil alih kendali tentang perjodohan itu.

__ADS_1


Sebagai seorang Ayah ia sendiri telah gagal mendidik Rewindra Wiratama yang telah berbeda sejak sang Putra ditinggalkan oleh sang menantu tercinta yang meninggalkannya dengan menitipkan Rolando Wiratama. Namun, sang Putra tak pernah mau melihat bahkan merawat sang Cucu sampai membuatnya menorehkan luka hati yang terlalu dalam.


.


.


.


.


Masih kurang yak


Banyakin kembang kopinya dong 🙊


See you next time

__ADS_1


Love you



__ADS_2