
Tanpa membantah Rewindra berjalan gontai mengarahkan kakinya ke dalam kamar pribadinya sendiri karena ia sendiri merasa kesal dengan sang Ayah yang menyuruh untuk tak menemui Rolandi.
Mengapa Ayah melarangku menemui putraku sendiri? Apa yang sedang disembunyikan oleh Ayah? batinnya bertanya-tanya.
Memikirkannya membuat Rewindra dibuat pusing dengan perkataan dari sang Ayah tercinta.
Sementara itu di lantai bawah. Pramana meminta berbicara dengan Louser dan tentunya hal tersebut menyangkut tentang sang cucu tercinta.
“Mengapa kau tak mencegah Tuanmu itu, Ser?” Pramana membuka suara dengan raut wajah yang sangat datar. “Apa kau tahu? Ando hampir menjadi korban penculikan yang sedang meresahkan, dan untung saja ada seorang gadis yang menolongnya.”
“Lalu bagaimana keadaan Tuan Muda Kecil?” Louser tak menduga setelah mendengar kabar tersebut.
“Kau tak perlu cemas, Ser!” Tak lupa Pramana meminta Louser untuk merahasiakannya dari Rewindra. “Jangan sampai Windra mengetahui hal ini, Ser!”
“Baik, apa Tuan Besar perlu bantuan untuk menangkap preman yang hampir menculik cucu Anda?” Tanpa berbasa-basi Louser justru menawarkan diri.
“Kau urus Tuan Mudamu, jangan hiraukan preman itu.” Tentu saja Pramana tak ingin asisten putranya mencampuri segala urusan tentang Rolando.
“Baik, Tuan, kalau begitu saya pamit undur diri.” Sebagai asisten Rewindra. Louser memahami bahwa Tuan Besar tak ingin dicampuri urusan pribadinya.
Setelah tak melihat Louser. Pramana mulai mengantuk karena waktu hampir semakin larut. Mengingat ia juga akan pergi ke tempat sang Ayah untuk menanyakan perihal perjodohan tersebut.
__ADS_1
***
Setelah perdebatan panjang antara Prasetya dan Gunawan kini kedua pria dingin enggan membuka suara karena salah satunya masih tak mau mengalah dengan semua yang dilakukan itu untuk menjaga dan melindungi Araela Ayudia Gayatri Smith.
Mau sampai kapan kau mau dibo.dohi wanita itu Pras? Dan juga soal putrimu yang tak tahu malu itu apa Ayahmu ini tak mengetahui sesuatu? Kau benar-benar naif masih mau saja dihasut oleh dua wanita medusa itu. Gunawan membatin dengan rahang menggeretak bergemuruh.
Mengingat ia tak akan pernah melupakan kejadian di mana sang istri meregang nyawa karena ulah dari medusa tersebut, dan sialnya cucu kesayangannya menjadi sasaran fitnah dari seseorang yang membuat Gunawan membenci, serta enggan mengakui sebagai cucunya yang lain.
Sampai sebuah suara dari Morgan putra bungsu membuyarkan lamunannya. “Ayah ....”
“Ada apa, Boy?” tanya Gunawan.
“Apa, Ayah bertengkar lagi dengan dia?” Morgan menunjuk ke arah pria yang sedang menatap datar itu.
“Kau masih punya nyali menginjakkan kakimu di rumah ini, hah?” Morgan menatap sinis ke arah Prasetya.
Gunawan Gayatri Smith mendadak pusing dengan perdebatan antara putra sulung dan putra bungsunya yang mana membuat mereka enggan mengalah.
“Kalian teruskan saja! Ayah pusing dengan tingkah laku kalian! Apa yang di perdebatan itu, hah!” Semenjak sang istri meninggal kedua anak-anaknya itu pun enggan mengalah satu sama lain.
“Kau sendiri ingin menemui Ayahmu ini karena apa, Boy?”
__ADS_1
“Cucu, Ayah.” Rona wajah bahagia terlihat dengan jelas di mata Morgan Gayatri Smith ketika membicarakan Araela Ayudia Gayatri Smith.
“Ada apa dengannya, Gan?”
“Dia memintaku untuk dibuatkan surat izin membolos, Yah!” Tak disadari oleh Morgan sedari tadi Prasetya mengepalkan tangan karena cemburu dengan perhatian yang dilakukan oleh Morgan.
.
.
.
.
.
ANTARA JERITAN DAN HARAPAN
NB : novel ini masih dalam tahap revisi
Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya
__ADS_1