Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

“Aku tahu apa yang ingin kau laporkan padaku.” David menyela perkataan yang dilontarkan oleh asistennya.


Mengingat ia sendiri begitu sangat mengenali orang-orang di balik layar yang selama ini menjaga dan melindungi. Bahkan David begitu dekat orang tersebut karena keduanya terikat kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan orang itu.


“Aku menerka para preman-preman itu tak akan bisa lolos dari kejaran orang itu.” Ia melanjutkan kembali perkataan karena sangat begitu memahami orang itu tak bisa di usik dengan mudah.


“Jadi, sekarang kau memberiku tugas untuk mengawasi wanita ular itu, Vid?”


“Aku melakukan hal ini untuk Rewindra. Kau tahu sendiri ‘kan? Wanita begitu licik dan sadis karena itu aku memintamu melakukan tugas yang ku berikan dengan rapi tanpa ada celah yang bisa merusaknya.”


“Oke dimengerti!”


Setelah itu David menyuruh sang asisten pribadi untuk melakukan tugas yang diminta oleh dirinya dengan meninggalkan ia di dalam ruangan pribadi miliknya.


Ia juga tak ingin kejadian yang di alami oleh Araela. Terulang pada Rewindra Wiratama karena dapat ia tebak Sonya yang pernah dipakai jasanya. Pasti tak akan melepaskan pria yang telah terjerat tubuhnya.


Sonya meskipun kau bisa menjerat sahabatku dengan tubuhmu tetapi, aku tak akan pernah membiarkanmu menguasainya sebagai milikmu. Karena sampai sekarang aku tak akan pernah memaafkan kejahatan yang kau lakukan padanya.

__ADS_1


***


Dari arah lain Araela sendiri tak menyadari ada seorang anak lelaki yang sedari tadi diam-diam mengikuti langkah kakinya sejak dari pemakaman.


Anak lelak itu adalah Rolando Wiratama begitu senang bisa bertemu dengan Kakak cantik yang telah berhasil membuat hidupnya berwarna.


Senyum di wajah cantik gadis bar-bar tersebut tak bisa membuat anak lelaki tersebut melupakannya, dan juga ia begitu senang bisa berkenalan dengan Kakak cantik tersebut.


Sebab sebelum itu Rolando meminta izin pada Opa Pramana yang tak bisa menjemput sekolah setelah menginap di rumah Opa Buyut dengan meminta izin pergi ke makam mendiang Momy tercinta.


Bolehkah ia jujur? Menyesal dilahirkan ke dunia tapi, tak dianggap keberadaannya sebagai seorang anak membuat Rolando begitu memahami perasaan Dady. Namun, luka hati yang ditorehkan oleh Dadynya membuat hati kecilnya menaruh rasa benci karena perlakuan yang di dapat dari sang Dady tercinta.


Akan tetapi setelah ia bertemu dengan seorang Kakak cantik. Pandangannya pada sang Dady berbeda, sebesar apa pun kesalahan yang dilakukan oleh Dadynya rasa benci itu pun terkikis dengan kehadiran Araela Ayudia Gayatri Smith.


Melihat Kakak cantiknya berhenti yang ternyata saat itu sedang menerima panggilan, membuat ia tak berani menganggunya. Namun, beberapa menit kemudian setelah melihat Araela yang ia panggil Kakak cantik memasukkan ponselnya, dengan gerakan cepat ia berlari menghampir dan melingkarkan kedua tangannya seraya berkata rindu pada Kakak cantik tersebut. “Maaf, aku rindu denganmu, Kak!”


Araela pun terkekeh pelan ketika mendengar kata rindu yang dilontarkan oleh anak lelaki itu. Melepas kedua tangan yang melingkar dengan berbalik arah menghadap ke arah anak lelaki yang tak lain Rolando Wiratama.

__ADS_1


“Sayang, apa kamu mengikutiku sedari tadi?” tak lupa Araela mencium pipi Rolando dengan gemas. “Lalu bagaimana nanti kamu di culik lagi apa mau seperti itu, hm!”


“Maaf!”


“Ya sudah kalau begitu aku tak akan mempermasalahkannya tapi, perlu kamu ingat lain kali jangan seperti ini lagi. Oke!” Araela bukan melarangnya bertemu. Namun, ia tak ingin kejadian itu terulang kembali.


.


.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2