Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Rahasia Yang Disembunyikan Mendiang Rahmadiana


__ADS_3

Obrolan keduanya pun menarik perhatian pria senja tak beberapa jauh dari mereka, menyimak sepasang anak dan cucunya bahkan kedatangannya pun membuat mereka terkejut bukan main.


“Kek, Yah.” Bahkan keduanya pun kompak memanggil, yang membuat pria senja itu menggelengkan kepala.


“Kalian sedang membicarakan apa tadi?” Gunawan berpura-pura tidak mengetahui hal apa pun, sebab dia sangat percaya jika putra bungsunya akan mempertanggungjawaban, atas perbuatan yang telah dilakukan oleh bujang lapuk itu.


“Hanya membicarakan tentang pesta pertunanganku, Kek.” Gadis itu sengaja berbohong karena dia, sendiri tidak ingin sang kakek terluka atas perbuatan om-nya.


“Jadi, kamu sudah mengetahui acara di kantormu bertepatan dengan pertunangan kalian. Apa kamu tidak keberatan dengan keputusan yang Kakek ambil?”


Araela mengangguk mantap, “selama keputusan Kakek baik bagiku, tidak akan kuʼ ambil sia-sia atas keputusanmu.”


Kemudian gadis itu kembali menatap sinis yang dia arahkan bujang lapuk, “minta dia untuk tidak memperlakukanku seperti anak kecil. Bisa ʼkan, Kek?”


Gunawan menatap putra dengan sorot mata dingin, sehingga membuat sang bujang lapuk tidak berani mengangkat kepala.


“Boy!” Gunawan menggeram kesal, lagi-lagi sang bujang lapuk itu tidak terlalu memercayai bahwa cucunya sekarang, bukanlah seseorang yang ditindas dengan mudah.


“Berhenti memperlakukannya seperti anak kecil, Boy!”


“Maaf, Ayah … aku memperlakukannya karena dia adalah titipan yang harus kuʼ jaga, bahkan mendiang kakak ipar memilihku menjaga bayi merah itu, agar tidak ada yang bisa menyakitinya termasuk ayah kandung dia.”


“Bukan berarti selamanya kamu memperlakukan dia seperti ini, Boy.”


Morgan mengangguk, tapi dia tetap pada pendiriannya. “Apa Ayah ingin mengetahui suatu hal? Mendiang ibu pun tidak mengetahuinya, sudah begitu lama aku ingin menyampaikan hal ini.”


“Apa itu, Om,” desak Araela dengan tidak sabaran.


“Ck, kamu akan kuʼ beritahu setelah tidak bersikap dingin seperti ini, Baby.” Bujang lapuk mencebik bibir kesal.

__ADS_1


Bayi mungilnya ini benar-benar menggemaskan di mata bujang lapuk tersebut


“Sudah-sudah, Boy! Katakan kepada Ayah mengapa kamu berbicara seperti itu, Boy?”


“Baik aku akan menceritakan sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan oleh mendiang mamamu.”


Morgan pun menceritakan sebuah rahasia, tentang penyakit yang dialami oleh mendiang kakak iparnya, bahkan bujang lapuk itu marah kepada diri sendiri karena terlambat menyelamatkan hidupnya.


“Jadi, Om ….


“Maaf, Baby! Aku menyesal menceritakan hal ini di hadapanmu karena apa?”


Membuat gadis bar-bar mengangguk pasrah.


“Karena aku tidak ingin kamu terluka kembali, Baby … luka yang dia berikan kepadamu saja membuat hatiku sakit mendengarnya, lalu aku berpikir mengapa mamamu menitipkanku karena dia benar-benar tidak ingin kamu dilukai olehnya … sudah cukup kamu menderita karena dia tidak menganggapmu ada, Baby.”


“Tentu saja karena sejak kamu hadir di kehidupannya dia benar-benar bahagia, bahkan saat mengidam pun aku yang pontang-panting memenuhi permintaan anehmu, tapi aku merasa terluka saat kehadiranmu tidak dianggap oleh-nya yang lebih memercayai anak kandung sahabatku sendiri. Lalu sejak kamu lahir ke dunia mamamu memutuskan menyembunyikan semua sakit di deritanya, bahkan dia membawa seluruh cinta yang tidak akan pernah papamu dapatkan kembali.”


“Itu berarti mama mengetahui jika dia bukan anak kandung-nya, Om?”


Morgan mengangguk, tapi sedetik kemudian terdengar suara tawa yang mencekam.


Bayi mungil yang dia besarkan dengan segenap nyawa bujang lapuk itu merasa marah, sekaligus kecewa karena tidak bisa menyelamatkan mama dari tangan wanita licik itu.


“Apa kamu akan memercayaiku suatu hal, Om?” Sambil menangis, gadis bar-bar itu akhirnya mengungkap suatu hal, yang selama ini membuat dia ingin mengadu di hadapan bujang lapuk itu.


“Tapi aku tidak mau Kakek terkejut mendengar apa yang kuʼ katakan, Om.”


“Hei, cucuku kamu meragukan Kakek? Kakek tidak selemah itu, Nak.”

__ADS_1


Bujang lapuk itu semakin menambah panas sang ayah di dalam hatinya, “pastikan jantungmu aman, Yah … tidak dengar apa yang dikatakan oleh Babyku ini?”


“Langsung saja apa yang ingin kamu adukan kepada bujang lapuk ini, Baby!”


“Dulu saat kecil aku terlalu naif, tidak mengerti jalan pikiran wanita licik, Om … setiap hari aku selalu melihat pelayan suruhannya mengantarkan obat atas nama papa, bahkan tanpa curiga mama langsung meminum obat itu dan alasan pelayan mengatakan obat vitamin untuk mama, padahal obat di minum bukanlah vitamin karena dengan liciknya dia yang telah membunuh mamaku. Kau ingin tahu alasan dia membunuh mama?”


“Jawaban dia karena anak sundal itu, bahkan sampai sekarang pun dia lebih mementingkan anak sundal itu, dibandingkan denganku.”


“Kenapa baru sekarang, Baby?” geram bujang lapuk dengan nada amarah.


.


.


.


.


.


Un Familiar Brother


Author: Kaka Shan


Kerumitan hidup membawa 3 saudara bermarga Natadisastra berurusan dengan seorang gadis dari kalangan biasa bernama Aleanska Nara. Rasa benci, obsesi, serta mencintai, membuat mereka harus berkorban, saling membohongi, bahkan saling menyakiti.


"Kembaran gue suka kakak tiri gue, kakak tiri gue suka adek gue. Cih, takdir Tuhan macam apa ini?"


__ADS_1


__ADS_2