
Sementara itu Araela yang baru sampai tiba di lantai dasar begitu terkejut saat ia mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari lobi, dan tak disangka yang lebih mengejutkan kedatangan seorang anak lelaki yang sangat ia kenal.
Menghampiri anak lelaki itu dengan setengah berlari sampai menabrak bahu rekannya yang mana ia harus mendapat umpatan dari rekan yang tak sengaja bertabrakkan dengannya.
Membuat Rolando takut mengangkat kepala karena suara bentakkan itu kembali terjadi. “Apa kau bisu, hah!”
Tanpa Sonya sadari apa yang ia lakukan terhadap Rolando mendapat bisikan dari beberapa karyawan kantor yang mengenal anak lelaki tersebut.
Rolando yang masih ketakutan enggan memberanikan untuk mengangkat kepala sampai tangan Sonya berusaha menampar dirinya. Namun, tak disangka tangan itu terhenti dan dipelintir ke belakang oleh seseorang yang begitu sangat ia kenal.
“Kau!” Sonya menggeram sembari meringis menahan sakit karena tangan yang digunakan untuk menampar ditahan oleh seseorang yang begitu ia benci itu.
__ADS_1
“Jangan membuat keributan di kantor orang! Apa kau tak lihat mereka membicarakanmu.” Araela berucap seraya menunjuk ke arah karyawan kantor Rewindra yang sedang menonton keributan yang berasal darinya.
“Hei, kau anak pembawa sial sebaiknya jangan mencampuri urusanku!” geram Sonya dengan marah karena ia tak menyukai orang yang mencampuri urusan pribadinya.
“Aku akan turun tangan jika menyangkut dia.” Araela begitu emosi dengan perkataan yang dilontarkan oleh Sonya.
Terlalu lama memelintir tangan Sonya. Araela melepaskan dan mendorong tubuh hingga jatuh terjerembab yang membuat wanita tersebut mengumpat geram. “Si'alan, kau!”
“Kamu duduk disini! Jangan kemana-mana. Oke!” Mengangguk kepala Rolando begitu senang bisa bertemu dengan Kakak yang telah menolongnya dari korban penculikan.
Menghampiri Sonya yang telah berdiri yang bersiap akan memberi pelajaran untuk dirinya. Namun, ia lebih cepat menangkap tangan tersebut sambil menyeringai tipis karena tak bisa menyentuhnya. “Mau sampai kau ada disini, hah? Seharusnya kau itu malu karena ulahmu semua orang kantor malah enggan bekerja!”
__ADS_1
Para karyawan kantor itu memang sedang menggosipkan dirinya dan juga Sonya seseorang yang tak mempunyai urat malu karena begitu kasar terhadap Rolando anak dari Rewindra Wiratama.
Sampai Laras dan Nindi menggosipkan mereka begitu sangat membenci wanita yang sangat sombong dan angkuh.
“Aku bilang juga apa 'kan? Wanita seperti dia harus mendapat lawan yang sepadan, dan lawannya sesuai dengan apa yang ku tebak.” Laras menunjuk ke arah dua yang sedang bertengkar itu.
“Biar mampus, dia, dan aku sangat setuju dengan pendapatmu, Ras! Meskipun aku membencinya tapi aku sangat terhibur karena wanita angkuh itu mendapat balasan yang tak sebanding dengan tingkah lakunya.” Nindi sangat setuju dengan perkataan yang dilontarkan olej rekannya tersebut meskipun ia membenci Araela. Namun, sangat puas dan terhibur dengan tontonan yang masih ramai.
Kembali dengan pertengkaran antara Araela dan Sonya yang merasa dipermalukan dengan terpaksa meninggalkan kantor sembari menghentakkan kakinya yang terlihat kesal itu. “Awas kau anak pembawa sial! Tunggu pembalasanku!”
Meninggalkan kantor itu dengan amarah yang membuncah sampai-sampai Sonya tak menyadari seseorang mengikutinya di belakang.
__ADS_1
Penjaga bayangan yang ditugaskan oleh Morgan Gayatri Smith untuk memantauq dan melindungi Nona Mudanya Araela Ayudia Gayatri Smith.