
“Jangan mengganggu!” Sambil memejamkan mata gadis itu menyahut, bernada ketus dan dingin yang membuat Rewindra tergelak. “Tubuhku remuk diserang oleh belalaimu.”
“Bukankah kamu menyukainya, Honey? Aku masih terbayang-bayang, suara d3sahanmu benar-benar canduku!” Rewindra mengerling nakal sembari menggoda.
Akan tetapi, pria itu salah memilih lawan yang digoda justru memberikan serangan mendadak, jemari tangan Araela memberikan pelajaran pada si belalai gajah, dengan m3re3mat-r3mat yang membuat kepala Rewindra mendadak pening.
“Honey!” Rewindra merengek karena tak tahan serangan tersebut. “Jangan membangunkannya, nanti yang ada kamu kewalahan menghadapi dia.” Teguran dengan suara serak, menambah kejahilan di dalam diri Ara.
Gadis itu semakin gencar m3r3mat habis belalai gajah Rewindra hingga, pria itu memutuskan untuk tak lagi menggoda istrinya.
__ADS_1
“Stop, Honey!” Menghentikan gerakan jemari sang istri, dengan meng3mp1tkan pada k3t1aknya. “Barbarku, nakal!”
“Kau tak suka, Bee?” Berganti Araela sedikit merajuk, dalam artian ia sengaja berpura-pura. “Lepaskan jemariku dari sana, Bee! Nanti yang ada malah jadi bau.” Raut wajah gadis itu mendadak menyembulkan semburat merona, disela-sela ia sedang memainkan sedikit drama di hadapannya.
“Heleh, tak usah berkata seperti itu! Bukankah semua kamu yang memulainya, Honey? Jangan, salahkan aku memberimu hukuman untuk gadis barbarku ini.” Berganti Rewindra memberi hukuman untuk istri kecilnya. “Aku harap kamu tak menyerah untuk mengubahku, menjadi sosok daddy yang diharapkan oleh Oland.”
Rasa kantuk Araela mendadak lenyap seketika begitu, mendengar ungkapan perasaan terucap dari bibir sang suami. “Jangan memintaku untuk mengubahmu, aku tak sebaik yang selama ini kau lihat!” Araela menggeleng sembari mengungkapkan, isi kepala yang membuat gadis itu gelisah. “Jika, nanti ada seseorang yang datang menghancurkan rangkaian kisah ini, apa yang akan kau lakukan untuk mencegah hal yang mungkin bisa terjadi, Bee?”
Gadis itu enggan menjawab pertanyaan balik yang dilayangkan untuknya, mengingat ia ingin sang suami mencari tahu sendiri maksud, dibalik rasa gelisah yang membuat Araela tak bisa tidur nyenyak.
__ADS_1
Kristal, nama musuh yang akan segera datang dan jauh lebih licik dibandingkan Sonya, untuk menghalalkan segala macam cara mendapatkan suaminya itu.
“Katakan pada suamimu ini, Honey? Kenapa kamu tak mau, membagi beban pundakmu bersamaku?” cecar pria itu sembari mendesak. “Jika, ada salah di dalam diri suamimu ini, aku hanya bisa meminta maaf untuk semua masa laluku!”
Araela tetap bungkam tanpa enggan menjawab desakan karena rasa, penasaran Rewindra yang membuatnya sedikit kecewa dengan sikap gadis itu.
'Biarlah aku menyimpan beban ini sendiri, bukan berarti tak mau berbagi denganmu. Perasaan takut ini terus membayangi pikiranku, tapi aku tak membiarkan dia menyentuhmu seujung kuku. Si belalai ini hanya milikku seorang, aku mengikatmu untuk tunduk hanya pada diriku! Takkan kubiarkan dia menyentuh maupun, merasakan si belalai yang telah menjadi hakku! Semua di dalam diri telah menjadi satu bersama ragu, menjadilah patuh hanya berada di hadapanku saja!'
Tiba-tiba suara petir menggema di atas langit, membuat Rewindra terperanjat kaget mendengar suara tersebut. “Apakah ada hujan? Kenapa bisa ada petir seperti ini?”
__ADS_1
“Aku mana paham, Bee.” Araela bersuara kembali, tapi gadis itu tetap tak mi berbagi apa pun pada sang suami. “Aku mengantuk, jangan ganggu aku! Ingat jangan buat aku remuk, dengan belalai gajahmu itu!”