
“Apa yang ingin kau ketahui, Pram?” William membuka suara setelah mereka saling berdiam membisu.
Tanpa berbasa-basi Pramana menjawab pertanyaan itu dengan membalik pertanyaan yang di tujukan untuk sang Ayah tercinta. “Apa maksud Ayah menjodohkan Rewindra dengan anak dari Prasetya?”
“Jadi, itu yang membuatmu datang menemui Ayahmu ini, hm!” William tergelak lucu saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Pramana.
“Jawab-lah, Yah,” protes Pramana dengan bibir mencebik kesal.
Menghela napas panjang mau tahu William mulai menceritakan suatu kejadian. Lebih tepatnya sebuah rahasia yang selama ini ia tutup rapat karena, ia tak ingin Pramana semakin penasaran dengan rahasia tersebut. “Baik, akan Ayah katakan sebuah rahasia yang selama ini aku tutup rapat! Bahkan Gunawan sendiri pun tak mengetahuinya karena rahasia sudah mutlak aku tutup rapat sesuai permintaan mendiang ibumu, dan dari sana Putra kesayanganmu dijodohkan.”
Pramana mengangguk, dan dengan raut wajah dingin ia pun menyimak sebuah rahasia yang ternyata selama ini di sembunyikan secara rapi oleh William sahabat terdekat Gunawan Gayatri Smith.
Semua itu berawal di beberapa tahun yang lalu atau lebih tepatnya ketika Rewindra remaja. William selalu mengajak sang Cucu tercinta untuk berkunjung ke mansion milik Gunawan Gayatri Smith.
Kala itu pertama kali William bertemu dengan mendiang istri pertama Prasetya yang mana raut wajahnya itu pun terlihat murung, dan entah mengapa dia dapat merasakan suatu hal yang mana membuatnya penasaran dengan tingkah laku dari mendiang istri Prasetya.
Akan tetapi saat itu William sama sekali tak berani menanyakan hal lebih pada sahabatnya. Namun rasa penasarannya pun semakin besar ketika melihat wajah sendu tersebut terus merasuki, dan mengganggu pikirannya.
Sampai pada akhirnya ketika berada di mansion William memberanikan diri dengan bercerita pada sang istri tentang menantu Gunawan Gayatri Smith yang terlihat tak bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya.
“Apa yang sedang mengganggu pikiranmu, Mas?” Istri William itu pun mengernyit heran ketika melihat raut wajah dari sang pujaan hati tercinta yang sedang terlihat murung.
“Kamu tahu Sayang aku sedang membayangkan raut wajah dari menantu Gunawan sahabatku. Sepertinya dia merasa tertekan dengan pernikahan itu tapi aku tak begitu bisa menolongnya saat wajah murung mengganggu pikiranku.” Penjelasan dari William di sertai embusan napas gusar membuat hatinya sama sekali belum lega.
Sebab dipikirkannya saat ini bagaimana cara ia agar bisa bertemu dan mengobrol dengan menantu Gunawan tersebut.
Lamunannya buyar saat mendengar sang istri membuka suara. “Jadi, ini yang mengganggu pikiranmu, Mas?”
“Kalau begitu aku ingin mengetahui lebih dalam menantu Gunawan itu,” ungkapnya tanpa meragu.
__ADS_1
William mengangguk kepala karena ia sangat berterima kasih pada sang istri tercinta yang mau membantunya untuk mendekatkan diri pada menantu sahabatnya tersebut.
Beberapa minggu kemudian ketika mereka sedang menjenguk rekan kerja William dan sang istri itu pun tak sengaja bertemu dengan menantu Gunawan Gayatri Smith yang terlihat berjalan sendiri di lorong koridor rumah sakit tempat mereka datangi.
Di dorong rasa penasaran begitu tinggi keduanya pun memutuskan mengikuti langkah wanita tersebut secara diam-diam sampai mereka, di kejutkan dengan kenyataan yang ada di mana wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan poli kandungan, dan di benak keduanya pun dipenuhi tanda tanya untuk apa ia masuk ke dalam ruangan tersebut?
Menunggu beberapa jam dengan jarak kejauhan sampai saat wanita yang berstatus menantu Gunawan Gayatri Smith keluar dari ruangan tersebut, dan tanpa banyak kesempatan istri William mengajak sang suami untuk masuk ke dalam ruangan yang baru saja di datangi, untuk mengetahui suatu hal yang selama ini mengganggu pikirannya.
Ketika tengah mencari suatu informasi sampai membuat istrinya perdebatan dengan dokter yang menangani menantu Gunawan. Namun, rupanya sang istri tak mau kalah ia tetap terus mendesak dokter kandungan itu untuk menunjuk sebuah rahasia yang disembunyikan, dan mau tak mau dokter itu pun kalah dengan sebuah ancaman mematikan dari istri pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
Entah mengapa begitu mendengar kabar menyakitkan tersebut membuat hati istri William hancur, bagaimana dengan sang sahabat sendiri ketika mendengar apa yang baru saja ia dengar itu benar-benar menyakitkan.
“Bolehkah aku menemui sahabatku, Mas? Mungkin akan terdengar berlebihan karena aku terlalu mencampuri urusan pribadi menantunya. Namun, ada suatu hal yang ingin ku bicarakan berdua dengan sahabatku. Bagaimana kamu tak keberatan?”
“Tidak, Sayang.”
Mendapat persetujuan dari sang suami tercinta membuat dirinya senang bisa mempunyai dengan sahabatnya tersebut. Mengingat kedua wanita paruh baya jarang sekali bertemu karena masing-masing di antara keduanya telah hidup bahagia dengan pujaan hati masing-masing.
“Oh, ya ampun kau tak pernah sedikit pun berbeda, tetap cantik sepanjang masa. Bagaimana perlakuan William padamu?” tanpa berbasa-basi istri Gunawan mencecar pertanyaan yang ia tujukan untuk sahabatnya tersebut.
“Satu-satu dong kalau bertanya, aku justru bingung harus mulai menjawab pertanyaanmu dari mana!” jawab istri William dengan tergelak lucu yang mana membuat ia berbicara dengan raut wajah yang sangat serius. “Ada suatu hal yang ingin ku bahas denganmu disini!”
Melihat raut wajah yang sangat serius itu, mau tak mau istri Gunawan menyimak dengan jelas ketika sang sahabat mulai membuka obrolan kembali. “Katakan apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarnya dengan baik.”
Mengambil napas lalu ia embuskan secara kasar yang seketika itu istri William pun mulai menceritakan tentang rahasia yang didapatkan di sebuah rumah sakit tempat di mana bertemu dengan menantu dari wanita yang sedang duduk berseberangan dengan dirinya ini.
“Apa kau tak bercanda dengan informasi yang kau dapatkan ini?” Istri Gunawan terpukul dengan kenyataan yang menyakitkan setelah sahabatnya memberitahukan sebuah rahasia yang berasal dari menantunya sendiri.
“Untuk apa aku mencandaimu, semua informasi yang ku dapatkan benar-benar murni.”
__ADS_1
Kedua wanita paruh baya itu pun sama-sama menghela napas gusar. Entah apa yang dipikirkan oleh istri dari Prasetya yang begitu pandai menyembunyikan rahasia besar itu. Bahkan istri Gunawan pun sangat terpukul dengan keadaan sang menantu tercinta yang mengorbankan kehidupan demi mempertahankan malaikat kecilnya.
Hamil beberapa minggu dengan penyakit kanker menggerogoti tubuhnya. Perasaannya sebagai seorang ibu kandung Prasetya gagal karena ia sendiri berpikir pernikahan antara mereka bahagia. Namun, ternyata sang Putra menorehkan sebuah luka yang begitu menyakitkan.
“Kau, tahu aku begitu gagal menjadi seorang ibu. Ku pikir dia bahagia dengan pernikahan ini. Namun, ternyata Pras sendiri yang memberinya luka.”
.
.
.
.
Halo mohon maaf ya kemarin gak sempat up karena aku lagi pulkam jenguk makam almarhum
Sebelumnya mohon maaf sebesarnya bila alur enggak bisa ketebak
Dan aku sangat berterima kasih karena sudah mau mendukung karyaku
Jangan kecewa dengan pemerannya memang sedari dulu sudah ada suatu hubungan yang belum terselesaikan
Jadi tetap nikmatin
Oh ya bagi yang suka genre horor mampir juga di karyaku KEMBAR TIGA INDIGO tinggal klik profilku
Salam sayang dari othor si tomboi
See you next time
__ADS_1
Love you