Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Rasa Cinta Terbalut Kebenciannya


__ADS_3

Rewindra terdiam membisu dan itu apakah pria itu benar-benar tidak salah mendengar dengan sendiri bukan? Jika gadis di sampingnya ini sedang membuka jalan untuknya masuk ke dalam kehidupan pribadi gadis itu, tanpa sadar sudut bibirnya berkedut dengan senyum yang tidak jelas sambil berterima kasih karena Araela tidak sedingin yang dikira.


Oleh karena itu, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan untuknya dengan sekarang akan selalu, mengingkat gadis itu dengan serangan cinta dadakan yang ditujukan untuk gadis tersebut.


“Kalau begitu sudah waktunya untuk tidur, Nyonya ... kamu bisa lanjutkan besok, sekarang bolehkah aku ... hm, itu ....”


Enggan menjawab pertanyaan dari pria dari suaminya dia sudah menduga jika pria tampan di sampingnya sudah pasti akan meminta sesuatu yang ada di dalam tubuh mungil, dan entah mengapa gadis itu tidak bisa menolak sentuhan lembut yang mana hati dingin terisi kehangatan serta ketulusan di dalam diri seorang duda casanova Rewindra Wiratama.


Tanpa membuang banyak waktu gadis itu melakukan tugasnya sebagai seorang istri meskipun tidak menutup kemungkinan jalan, hubungan mereka akan ada badai yang akan diuji kembali tapi kedua insan tersebut memutuskan untuk saling melengkapi satu sama lain.


Malam panjang meskipun telah mendapat izin dari gadis itu tidak membuat Rewindra gelap mata atas izin hak tubuh mungil yang sekarang tengah dilakukan oleh pria tersebut.


Meraup dengan ganar bibir ranum candu berbahaya setelah pria itu meletakkan tubuh mungil secara perlahan sambil menindih tanpa memberi jeda untuk gadis di bawah kungkungannya.

__ADS_1


Memberikan sentuhan kecup lembut dengan hasrat cinta yang membuat relung hati Araela terbakar panas karena ulah duda casanova itu, sehingga dia lebih memilih menunjukkan sikap dingin meski tak menampik bahwa gadis sungguh terlena oleh sentuhan cinta dari Rewindra Wiratama.


“Auh! Pelan-pelan dong kalau putus bagaimana? Nanti kau tidak akan bisa bermain-main di tempatmu!” protes gadis itu sambil meringis pelan karena gigitan pria di atas tubuh mungil membuatnya merasakan sakit dan nikmat yang tiada tara. “Jangan sampai ada jejak lagi di leherku! Cukuplah tinggalkan semua itu di setiap tubuh yang kau nikmati ... auhh ... hm ... oh yes!” Meskipun sedang memprotes karena ulah suaminya tanpa sadar gadis itu mengeluarkan dessahan pelan.


Membuat seorang Rewindra Wiratama begitu sangat antusias untuk menikmati tubuh mungil yang membuat si belalai gajah meradang karena berdekata, hingga tidak berselang lama kemudian pria sedang bermain-main di atas tubuh mungil mendengar erangan panjang.


Jika gadis itu mencapai puncak yang membuat roti kempit dipakainya mengalir darah tamu bulanan dengan deras hingga pikirannya terasa lebih rileks dari sebelumnya.


Padahal sebelum menikah dia sama sekali tidak pernah merasakan kenikmatan yang luar biasa hingga membuat netra dua mata berwarna kecokelatan, terpejam secara pelan-pelan yang membuat sang suami menggeleng tidak percaya dengan tingkah laku gadis tersebut.


Tidak lupa pria itu meninggalkan kecupan di dahi sebelum ikut bergabung ke alam mimpi bersama istrinya dengan dia sudah lebih dulu menurunkan kaos putih untuk menutupi, jejak keunguan yang melekat di tubuh mungil candu berbahayanya dan setelah itu Rewindra memejamkan mata dengan memeluk tubuh mungil sebagai guling.


*

__ADS_1


*


*


Keesokan hari di tempat biasa dengan dua orang sedang membahas perihal tentang pertemuan yang bersamaan itu gadis barbar bernada dingin membuka suara, untuk memastikan bahwa dia benar-benar sangat ingin bertemu dengan kembaran mendiang mama-nya tercinta.


“Kau sudah melakukan apa yang kuminta darimu, Vid? Apa ayahmu benar-benar bisa kutemui?”


“Aku sudah membahas ini dengan ayahanda ... tapi, Ra ....” Nada ragu dengan raut wajah yang sama membuat gadis itu mengernyitkan dahi hingga terdengar suara dengkusan kesal.


Mengingat gadis itu benar-benar ingin membahas masalah skenario yang dibuat oleh papanya tanpa ingin membuka rahasia, sebelum dia mendengar dengan sendiri sebesar apa rasa cinta yang terbalut kebencian itu? Sampai relung hati terdalamnya menjadi gamang dengan sikap tidak biasa yang mulai ditunjukkan di dalam diri sang papa tercinta.


“Katakan apa yang membuatmu terlihat ragu membahas pertemuanku dengan ayahmu?”

__ADS_1



__ADS_2