Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Ia terus menerka-nerka siapa orang yang tengah mencari identitasnya itu apakah mungkin orang itu adalah musuh Araela sendiri? Hal tersebut membuat ia melacak keberadaan orang yang telah berani bermain-main dengannya.


Tak disangka orang yang sedang melacak identitasnya adalah seseorang yang sangat Ara kenal. Bukan karena ia tak mau menyapanya, hanya saja ia yang sekarang benar-benar enggan hidup dalam bayang-bayang Gayatri Smith.


Araela sekarang lebih tenang hidup dalam nama tanpa marga yang telah membuat hidupnya membenci pada seseorang yang selama ini tak pernah memperlakukannya secara adil.


Jadi, dia sahabatnya! Pantas saja saat bertemu dia menatapku dengan dingin tapi aku tak pernah takut dengan tatapan mata. Lagipula aku kan hanya mengantar cucunya. Tunggu jangan bilang kalau anak lelaki itu adalah bayi yang dulu pernah ku ….


Lalu tak lama kemudian jemari lentiknya mengetik sesuatu untuk menutup semua akses pribadi, dan tak ada seorang pun yang bisa meretasnya kembali karena Ara menutup secara rapat-rapat.


***

__ADS_1


Kembali di mansion setelah membawa sang istri ke kamar tercinta Pramana masih belum bisa tertidur. Ia sendiri sedang memikirkan sesuatu yang saat ini mengganggu pikirannya.


Tentang seorang gadis yang menolong cucunya itu seperti pernah kenal dan wajah dari gadis tersebut terasa familier.


Sepertinya aku pernah melihat gadis itu tapi di mana? Mengapa wajahnya terlihat mirip dengan Pras? Yang ku dengar dari ayah Pras mempunyai dua anak tapi apa mungkin dia ….


Bila memang gadis tersebut memang benar-benar anak Prasetya sahabatnya. Maka sesuai janji ia pada mendiang sang ibu untuk menjodohkan seorang anak yang dulu tak diperlakukan adil oleh orang tuanya.


Untuk memastikan hal tersebut mendapat laporan dari suruhannya. Ia akan menemui sang ayah, dan menanyakan tentang kabar perjodohan yang pernah diminta oleh mendiang ibunya tercinta.


“Maaf!” Rewindra sendiri tak bermaksud seperti ini pada putranya. Mengingat ada alasan lain mengapa ia begitu tega dengan Rolando.

__ADS_1


“Kau selalu meminta maaf seperti ini terus … mau sampai kapan mengabaikan keberadaannya, hah!” Pramana tiada henti menegur dan mengomeli Rewindra. Agar sang cucu kehadirannya tak terabaikan oleh perlakuan dari papa kandungnya sendiri.


Rewindra yang tak tahan dengan omelan dari papanya, terpaksa ia melangkahkan kaki dengan mengarahkan tubuhnya ke kamar Rolando. Namun, justru dihentikan oleh Pramana yang lebih menyayangi putranya. “Jangan langkahkan kakimu di kamar itu, Win!”


“Aku hanya ingin melihat keadaannya, Pa! Mengapa tak boleh ku lakukan?” Rewindra terlihat heran dengan sang papa yang melarangnya bertemu Rolando.


“Papa tak melarangmu, Win, tapi aku tak ingin mendengar alasan tak masuk akal darimu.”


Tentu saja siapa yang bisa menebak alasan tak masuk akal yang dilakukan oleh Rewindra pada sang cucu.


“Pa ….” Nada panggilan dari Rewindra dengan raut wajah memelas. Tak membuat Pramana bergeming karena ia memang benar-benar ingin memberi pelajaran pada putranya tersebut.

__ADS_1


“Sudah, sana, istirahat-lah di kamar pribadimu, dan jangan kau coba-coba masuk ke dalam kamar Ando atau aku akan mengusirmu langsung dari mansion.”


Tanpa membantah Rewindra berjalan gontai mengarahkan kakinya ke dalam kamar pribadinya sendiri ….


__ADS_2