Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Pengganti Raja Yang Tidak Mudah Tertindas


__ADS_3

Para pengawal yang bertugas di sekitar kerajaan menggelengkan kepala karena mereka tidak dapat menemukan dalang kejadian menimpa sang raja.


Hal tersebut membuat Pangeran Devander yang usia tidak lagi muda menggeram marah setelah pria baya mendengar dengan sendiri jika para pengawal tersebut tidak dapat menemukan dalangnya.


“Cari terus keberadaannya sampai dapat ditemukan oleh kalian! Lalu bawalah dalang itu di hadapanku!” Nada perintah dingin yang terucap dari pria baya tersebut.


Membuat para pengawal membungkuk hormat untuk melakukan tugasnya seperti biasa dengan mencari keberadaan dalang yang telah melukai sang raja.


Setelah tidak melihat keberadaan para pengawal kerajaan yang tengah melakukan tugasnya ... pria baya itu dikejutkan nada lembut yang terucap dari bibir permaisurinya.


“Ada apa, Sayang?”

__ADS_1


Permaisuri menggeleng lalu ia bersuara karena teringat dengan pertemuannya bersama putra kesayangan pria baya tersebut. “Jangan cemaskan keadaan beliau, Mas! Aku sangat yakin ayahanda tidaklah selemah itu ... hanya karena ulah seseorang yang benar-benar ingin menurunkannya dari tahta singgasana itu.” Namun, penghiburan dari wanita di sampingnya tidak membuat hati sang pangeran gamang, sehingga pria baya itu mendengar dengan sendiri jika keberadaannya sedang dicari oleh sang putra. “Kamu tidak heran dengan tingkah David yang tiba-tiba datang menyelinap ke istana ini, Sayang?”


“Tentu saja karena permintaan dari keponakanmu, Mas ... tapi, aku sudah meminta David untuk tidak mengatakan apa pun tentang kejadian menimpa ayahanda.”


“Apa kamu pikir dia bisa menerima dengan lapang dada, Sayang?” Pangeran Devander mencibir sikap permaisuri yang terlihat tidak ingin membuat sang keponakan memikirkan keadaan ayahanda-nya. “Dia bukanlah gadis yang mudah ditipu ... bahkan aku sangat yakin, gadis itu membuat permintaan secara khusus melalui David ... demi bisa membuatku memenuhi undangan untuk membahas perihal masalah pribadi.”


Permaisuri menunduk takut dengan sorot mata dingin sang suami ... ia tidak menyangka sikapnya membuat suaminya salah paham.


Sampai membuat Pangeran Devander tidak berkutik untuk memarahi permaisurinya karena wanita itu hanya mengikuti insting untuk melindungi perasaan keponakan-nya tercinta.


Permaisuri mendongak kepala menatap lekat sorot mata dingin untuk memastikan jika ia, tidak salah mendengar pernyataan yang terucap dari sang suami. “Mas ... aku min ... ta ma ... af!” Ada sesal yang mengendap di dada tapi sebisa mungkin ia menepis perasaan bersalah pada sang suami.

__ADS_1


Bahkan sang suami mendekap erat tubuh mungil yang bergetar hebat atas sikap yang dilakukan oleh wanita tersebut.


“Tapi, bagaimana kamu bisa mengetahui jika kedatangan David atas permintaannya, Mas?”


“Aku menempatkan beberapa mata-mata yang kutugaskan mengawasi dan memantaunya dari kejauhan!”


Alangkah terkejutnya sang permaisuri jika suaminya itu telah bertindak di luar nalar, hingga membuat ia menyetujui permintaan pria baya itu yang akan menemui sang keponakan tercinta.


“Baiklah aku akan membantu mengatur jadwal keberangkatanmu di sana ... pastikan urusanmu di istana tidak ada orang lain yang mendengar arah pembahasan kita, Mas!”


Inilah yang disukai oleh Pangeran Devander dari kepribadian permaisuri yang selalu mengerti akan keadaan dan tidak pernah menuntut untuk sempurna.

__ADS_1


Bahkan pernikahannya dulu pun mendapat tentangan dari para pemberontak yang sekian lama menunjukkan taring. Namun, mereka tidak menyadari jika calon pengganti raja selanjutnya bukanlah seseorang yang mudah ditindas.



__ADS_2