Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Ayah Dan Anak Berebut Perhatian


__ADS_3

"Apa kau masih belum bisa menemukan keberadaannya?" sahut Morgan dingin sambil mendengkus kesal.


"Saya minta maaf pada Anda, Tuan Muda ... jejak dari gadis yang Anda cari benar-benar menghilang."


"Cari jejak gadis itu sampai dapat! Aku tidak mau tahu ... kau harus bisa menemukannya apa pun itu!" Tanpa mengidahkan permintaan maaf dari anak buahnya. Pria matang sejuta pesona itu memutuskan mematikan sambungan, yang mana dia teringat dengan kedua pertemuannya bersama kedua sahabat.


Hal tersebut membuatnya berlalu secara cepat sampai dia dibuat kesal dengan, tingkah laku kedua pria yang begitu membetah membicarakan dirinya.


"Kalian ini suka sekali menggosip, hah! Kau tidak takut mendapat hukuman dari permaisurimu?" sewot Morgan dongkol.


"Karena kami sangat heran dengan tingkah lakumu yang tidak biasa, Gan," ujar Bastian sambil menahan tawa.


"Apa aku harus mengatakan hal itu pada kalian?"


"Tidak begitu juga konsepnya ... sudahlah aku mau pamit kembali ke villa! Dan apakah kau bisa menyampaikan salamku pada dia?" sahut Pangeran Devander sambil membuat permintaan.

__ADS_1


Morgan menganggukkan kepala, dia akan menyampaikan permintaan dari pria yang menjadi saingan. Meskipun nantinya pria itu tidak peduli dengan, penolakan serta hukuman yang sedang dilakukan oleh dirinya.


*


*


*


Di sisi lain, saat ini Araela sedang menemani Rolando bermain dan juga mengajarinya belajar. Ini pertama kali bagi anak lelaki tersebut yang begitu, menikmati peran sebagai seorang anak pada umumnya.


Membuatnya memperlihatkan senyum khas anak-anak secerah sinar mentari. Rolando Wiratama menghampiri sang mama untuk mendengarkan semua penjelasan, mengenai pelajaran yang masih boleh dipahami oleh anak lelaki tersebut.


"Mama tidak lelah mengajariku mengerjakan PR?"


"Bukankah Mama sudah berjanji akan menemanimu bermain, Sayang? Lagipula Mama tidak akan pernah lelah, hanya untuk sekadar menemanimu ataupun untuk selalu membuatmu nyaman," sahut Araela yang membuat Rolando bungkam, tanpa berani menanyakan hal lebih dengan gadis itu.

__ADS_1


Tidak berselang lama kemudian, keduanya memusatkan pikiran pada PR Rolando yang jauh lebih sulit dipahami sampai membuat, mereka tidak menyadari kedatangan Rewindra yang begitu damai melihat anak dan istrinya sangat asyik dengan dunianya sendiri.


Boy! Apakah kamu merasa nyaman bersamanya? Jika, begitu aku tidak perlu susah-payah membuatmu merasa nyaman di sisiku karena ada dia yang selalu bisa mengobati luka hati atas semua sikap daddy terhadapmu. Namun, satu hal yang perlu kamu ingat Nak! Daddy tidak akan pernah berhenti mencintaimu dalam diam, biarpun kesalahan yang tidak termaafkan sekaligus. Daddy akan selalu menerima semua hal itu darimu Boy!


Setelah sedikit cukup lama, Rewindra menghampiri anak dan istrinya sambil membelitkan kedua tangan kekar masuk, ke dalam dekapan eratnya yang membuat kedua orang tersebut terkejut dengan tingkah laku yang dilakukan oleh pria itu.


"Daddy!" pekik Rolando sambil mengerucutkan bibir karena kesal melihat, tingkah laku sang daddy yang tiba-tiba datang memeluk mamanya.


"Apa, Boy! Tidak boleh 'kah memeluk Mamamu?" sahut Rewindra dengan mencuri ciuman di kedua pipi gadis tersebut.


"Aku mau main dengan Mama, Dad! Tapi, kenapa justru Daddy menyerobotnya?" sewot Rolando dengan raut wajah dongkol.


Perdebatan kedua pria berbeda generasi membuat Araela memijit pelipis yang tiba-tiba berdenyut. Dia sendiri tidak menyangka jika sepasang ayah dan anak tersebut berebut perhatian darinya.


Hal tersebut membuat gadis itu mengambil alih, dengan menarik masing-masing diantara telinga ayah dan anak tersebut.

__ADS_1



__ADS_2