Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Pesan Singkat Bernada Ancaman


__ADS_3

Hal tersebut membuat David hanya bisa menggeram marah, dalam batin dengan sikap anak sahabatnya dan sang sepupu. 'Rewindra, sialan! Kali ini kau tak akan lolos dariku karena mereka tagihanku, di dompet membengkak hanya sekali diperas oleh kekompakan istri dan anakmu.'


Usai mengantarkan Rolando membuat pesanan bersama anak-anak jalanan, dengan tagihan yang hampir mencapai lima jutaan. Pria itu bergegas menemui sang sepupu yang termenung sambil, menikmati es cream sunday cokelat kesukaannya.


“Apa yang ingin kau bahas bersamaku, Ra?” Mendaratkan bokong di atas kursi, David melontar tanya tanpa berbasa-basi.


“Ayahmu!”


“Soal ayah yang tak bisa menemui ‘mu bukan, Ra?” David memastikan dengan lontaran tanya.


Araela mengangguk. “Apa keadaan di sana masih kacau?” Gadis itu balik melontar pertanyaan.


“Sangat buruk, Ra.” David bergumam pelan dengan pikiran menerawang, tertuju pada nasib Raja Goerge di ujung tanduk yang tak ada kabar baik. “Keadaan kakek, dia ....”


“Apakah sudah separah itu kondisi kakek, Vid?” Raut wajah dingin menggambarkan perasaan luka, karena sang raja masih belum bisa dikatakan baik. “Biarlah aku yang datang menemui ayahmu, katakan padanya untuk tak perlu datang ke mari.” Ara melanjut dengan membuat pernyataan, jika ia yang akan datang berkunjung. “Tak perlu ada pengawalan saat aku datang ke sana, kau paham apa yang kuminta?”


“Oke. Ada lagi?”


Obrolan mereka terhenti oleh Rolando yang tiba-tiba muncul dan, mengacaukan arah pembahasan mereka.

__ADS_1


“Aku sudah selesai, Ma. Kapan waktunya bermain di time zone?”


“Tunggu mereka selesai juga, Sayang. Nanti kamu bisa menghabiskan waktu bermain sepuasnya.”


Bibir anak lelaki itu cemberut membuat David tergelak melihat tingkah laku putra Rewindra. “Hei, Rewindra kecil. Apa aku tak kau ajak bersamamu dan mereka?” Pria itu melontar tanya, hingga membuat mereka saling berdebat dengan, Araela begitu menikmati tingkah laku antara sepupu dan putranya.


Lalu jemari gadis itu memotret dua pria yang masih terus berdebat, dan menjadikannya sebagai stories pribadi pada aplikasi ternama, sehingga seseorang yang mengintip stories tersebut terperanjat kaget melihatnya.


[Katanya hanya sebentar bertemu dengannya, lalu kenapa dia bisa sampai berdebat dengan putraku?] Pesan singkat yang tengah melayangkan, protes baru saja dibaca dengan dirinya semakin tergelak.


[Jangan cemburu! Aku sengaja mengundangnya untuk bisa kuperas, itu juga demi putraku! Nanti juga dia akan meminta ganti rugi padamu, Bee.] Membalas pesan singkat dengan senyum smirk.


[Apa kau siap untuk kalah di hadapanku? Nikmatilah waktumu sebentar bersamanya karena akulah yang seharusnya bersanding dengan Rewindra!]


Tatapan Araela menjadi dingin setelah membaca isi pesan berasal dari musuh, yang bersiap untuk menghancurkan rangkai kisahnya.


Meskipun balasan dari Rewindra yang sengaja tak dibalas, tetap tak dapat mengurangi kegelisahan di dalam hati.


Hal tersebut membuat Rewindra di ujung itu pun ikut merasakan, perasaan gelisah karena sang istri tak membalas pesannya.

__ADS_1


*


*


*


“Apa yang terjadi pada istriku, Ser?” Menggigit bibir dengan lontaran tanya. “Kenapa pesanku tak dibalas oleh dia?”


“Santai, Bung. Istrimu itu sangat langka, tak mungkinlah dia bermain api. Apa perlu meretas kamera CCTV di Mall?” Louser bertanya dengan memberi tawaran.


“Tak perlu.” Rewindra menolak karena tak ingin ia dimarahi oleh sang istri. Namun, perasaan gelisah itu semakin terasa dan sulit diungkapkan kata-kata.


Tak lama kemudian, Rewindra tak lagi memikirkan perasaan gelisah meskipun hatinya meragu, dan ia lebih memercayai apa yang dilakukan oleh sang istri.


Kembali lagi di sebuah Mall tatapan dingin itu membuat kernyitan heran, di dahi David yang terperanjat kaget melihatnya.


“Ra, ada apa dengan tatapan dinginmu itu?”


__ADS_1


__ADS_2