Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

“Saya minta maaf, Tuan.” Louser begitu heran tentang Pramana yang tiba-tiba menanyakan perihal pegawai office girl tersebut.


Begitu kesal dengan Louser Pramana dengan gerakan meninggalkannya menuju lantai paling atas untuk menanyakan langsung pada sang putra tercinta.


Saat sampai di ruangan sang Putra. Pramana terkejut apa yang telah dilakukan oleh Rewindra Wiratama benar-benar membuat darahnya mendidih setelah melihat sendiri bahwa sang Putra telah melewati batas yang dilakukan olehnya.


“Windra!” Panggilan dengan nada satu oktaf mengalihkan dua orang yang tengah berdebat itu.


Sebelum menyahut panggilan Pramana. Rewindra Wiratama tetap menyuruh Sonya keluar dari kantor. “Pergilah! Kau bisa bercinta lagi denganku, dan biar asisten yang menghubungimu.”


Menghentak-hentak kakinya dengan Sonya meninggalkan ruangan milik Rewindra yang mana ia benar-benar kesal dengan ulah seseorang yang sangat dibenci oleh dirinya.


“Ada apa sih, Pa?” tanya Rewindra dengan raut wajah yang terlihat biasa.


“Jadi, ini tingkah lakumu di kantor?” jawab Pramana seraya balik bertanya.

__ADS_1


“Tak perlu mencampuri urusan pribadiku.”


“Kau tak memberi contoh yang baik. Seharusnya jika melakukan sesuatu yang kau mau lakukan itu di luar kantor. Bukan di ruangan ini! Tidak kau merasa semua para karyawan mulai membahas tingkah lakumu yang gemar bermain-main dengan wanita! Lalu dia orang ke berapa? Sungguh mengherankan!”


Rewindra Wiratama enggan menjawab pertanyaan dari sang Papa tercinta. Namun, ia saat ini terlihat kesal, marah, dan juga bingung dengan office girl yang mengganggu kesenangannya. Wajah tersebut saat ini sedang mengganggu pikirannya. 'Aku seperti mengenal wajah itu tapi dimana? Mengapa juga harus datang di waktu yang tak tetap? Mengganggu saja!


Pramana memijit pelipisnya saat melihat Rewindra yang enggan merespons semua perkataan yang dilontarkan oleh dirinya.


“Kau selalu saja membuat Papa pusing dengan tingkah lakumu, Win? Mau sampai kapan seperti ini terus, hah!”


Lelah berdebat dengan Rewindra. Pramana memutuskan untuk menanyakan perihal pegawai yang tiba-tiba datang ke lantai paling atas. “Apa kau mengenal orang yang mengganggu kegiatanmu itu, Win?”


Rewindra memicing mata ke arah Pramana yang terlihat begitu heran dengan pertanyaan tentang karyawan office girl tersebut. “Maksudmu apa, Pa?”


“Kau itu kenapa membalik pertanyaan, Papamu ini?” Pramana mencebik kesal dengan tingkah laku dari Rewindra.

__ADS_1


“Mengapa juga menanyakan perihal karyawanku, Pa?”


“Hanya bertanya bo.doh!”


Rewindra menggeleng. “Aku juga tak begitu kenal dengannya.”


Obrolan mereka berlanjut dengan membahas tentang tender yang selalu diwakili oleh sang Putra tercinta.


Di dalam lantai bawah Sonya pun terus mencari keberadaan pembawa sial itu. Menginggat ia akan membuat perhitungan dengan orang yang benci itu karena pria yang menjadi targetnya sekarang sampai harus mengusir dari kantor.


Mencari keberadaan orang yang dimaksud oleh Sonya sampai tak menyadari dari arah lobi ia bertabrak dengan seorang anak lelaki yang terlihat terburu-buru memasuki gedung kantor milik Rewindra.


“Kau jalan pakai maata!” bentak Sonya dengan marah. “Lihat gara-gara kau menabrakku sampai membuat bajuku menjadi kotor.”


Rolando menunduk kepala. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan orang begitu jahat. Sampai-sampai membuatnya enggan datang ke kantor tersebut. Jika pada akhirnya harus mengalami nasib seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2