
Sesuai kesepakatan Rewindra memilih menemui sang kakek, untuk menanyakan kejadian semalam sampai membuat dia tidak ingat apa pun.
Begitu sampai di tempat sang kakek, mantan duda casanova itu pun terkejut bukan main saat melihat, beberapa orang yang berada satu ruangan dengan kakeknya.
“Ada apa dengan raut wajahmu, Boy?" Pramana tergelak lucu, saat melihat ekspresi raut wajah dari sang putra.
“Siapa yang tidak terkejut … di ruangan ini ada banyak orang, Pa."
William pun angkat bicara, pada saat sang putra ingin membalas cucunya, “mereka ke sini karena ada hubungannya, dengan calon istrimu!"
“Itu yang ingin ku' tanyakan denganmu, Kek," sahut Rewindra, dengan raut wajah serius.
“Jadi, apa yang ingin kau ketahui?" William memulai obrolan dengan sang cucu, sehingga membuat beberapa orang di dalam ruangan hanya diam menyimak.
“Apa yang terjadi semalam, Kek? Aku tidak ingat apa pun, lalu yang kuingat hanya menerima gelas dari seseorang."
“Berarti sampai sekarang kau tidak ingat apa pun bukan begitu, Nak? Karena ini kau tiba-tiba ingin bertemu denganku?"
“Ayolah, Kek … kenapa masih suka menjahili cucumu ini," gerutu Rewindra dengan, bibir mencebik kesal.
Semua orang tergelak, saat mendengar gerutu dari Rewindra
“Apa dia tidak mengatakan apa pun kepadamu, Nak?"
Dahi Rewindra berkerut, ketika pria muda itu mendengar pertanyaan, dari sang kakek. “Dia siapa, Kek?"
“Tentu saja calon cucu menantu Kakekmu ini!" sahut William dengan nada ketus.
__ADS_1
Rewindra menggeleng lemah, sebab dia benar-benar tidak mengerti dengan kejadian semalam, “dia bahkan tidak mengatakan apa pun, Kek … maafkan cucumu yang telah menodainya."
“Menodai?" Semua orang yang mendengar, pernyataan Rewindra pun membeo secara bersamaan.
Tiba-tiba salah satu orang membalas, pernyataan dari pria muda itu, “maksudmu kau menodai keponakanku begitu, hm?"
“Sebab jalan dia seperti bebek, bahkan saat di kamar aku melihat noda merah di sprei … hal tersebut membuatku yakin, telah menodainya sampai enggan mengatakan apa pun denganku." Pernyataan yang diucapkan oleh Rewindra, membuat pria baya tak lain Pangeran Devander menertawakan kebodohan, dari suami keponakannya tercinta.
“Ayah lihatlah, anak itu benar-benar lebih dingin dari mendiang adikku sendiri," sahut Devander yang tidak kuat menahan tawa.
“Sebaiknya jangan mencampuri urusan mereka, belum puas hukuman dari istrimu itu, heh?"
Balasan dari Raja Goerge, membuat sang pangeran mendengkus kesal, sebab dia tidak bisa berkutik, ketika sang ayah menyinggung hukuman.
“Sudahlah Yang Mulia, biarkan dia ikut mengobrol karena cucuku ini, sudah pasti akan sangat susah menaklukkan hatinya yang beku. Bukan begitu, Wan."
Sebelum melanjutkan cerita tentang cucunya, Gunawan mengembuskan napas yang sedikit mulai sesak, bagaimanapun juga selama ini dia tidak bisa mengobati luka hati, sang cucu tercinta dan putra sulungnya yang memberikan luka tersebut.
“Dia memang terlihat dingin di luar, tapi jauh di lubuk hatinya tersimpan sejuta luka, bahkan luka itu tidak akan pernah bisa membuatnya sembuh."
Rewindra yang mendengar cerita tersebut, ikut merasa sesak di dada saat cerita itu mengalir, “apa itu alasan dia menerima perjodohan ini, Kek?"
“Maksudnya apa, Nak?" William bersuara, saat mendengar pertanyaan dari sang cucu.
“Tentu saja 'dia' berkata padaku, perjodohan yang diterima karena nasib buyutmu, Kek!"
Pramana pun mulai ikut bersuara, pria baya itu merasa kasihan dengan nasib putranya ini, “apa kamu merasa kalah saing dengan putramu, Boy? Jika memang kamu merasa hal demikian … maka buatlah 'dia' jatuh cinta denganmu."
__ADS_1
“Aku sependapat dengan Kakekmu, Nak … kau masih bisa mendapatkan hati anak nakal itu … lambat laun kau akan mengetahui, sisi lain dari anak nakal itu," sahut Gunawan yang tidak lupa memberi semangat pada, Rewindra untuk mendapatkan hati dari gadis bar-bar tersebut.
“Lalu mengapa kalian tidak marah denganku? Karena aku telah mengambil harta berharganya."
“Cari tahu sendiri mengapa kami tidak marah atas perbuatanmu … untung saja semalam kau selamat dari kejadian malam," ucap William dengan nada ambigu.
Belum puas mendapat jawaban, membuat Rewindra mencari tahu kejadian semalam, serta dia masih bingung dengan ucapan sang kakek, seperti yang dia rasakan saat ini semua orang di dalam ruangan tersebut, masih bungkam perihal status mantan duda casanova telah menjadi suami dadakan.
.
.
.
.
.
Khan, Kamulah jodohku Author Muda Anna
Alhakhan Jose Purnomo 27 tahun adalah seorang laki-laki tampan, dingin dan galak. Dia memiliki trauma saat kecil di culik oleh seorang wanita cantik yang menyukai ayahnya. Dia memimpin perusahaan CEO yang behasil tetapi akan berkeringat dingin dan menggigil saat bertemu atau berhadapan langsung dengan wanita cantik.
Sampai dia bertemu tanpa sengaja dengan seorang wanita berpenampilan tomboy pimpinan panti asuhan bernama Vena Fatmala. Pertemuan keduanya saat Vefe membantu Khan di keroyok oleh perampok di pinggir jalan tol. Hanya bersama dengan Vefe, Khan tidak mengalami trauma karena awalnya menyangka Vefe adalah laki-laki.
Tanpa di sadari Khan jatuh cinta pada Vefe. Hanya saja banyak yang menghalangi cinta mereka karena wanita-wanita cantik yang mengincar harta dan ketampanan Khan. Dan ada perbedaan kesenjangan sosial yang membuat Vefe tidak percaya diri bersama dengan Khan.
Bagaimana Khan meyakinkan Vefe untuk tetap bersamanya. Apakah Vefe menerima cinta Khan?
__ADS_1