
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus yang membuat Rewindra, mencebik kesal karena pria itu ditinggal ke alam mimpi duluan oleh istrinya, setelah ia melepaskan tangan mungil dari kemp1t4n k3t14knya.
“Aku harap kamu tak menyimpan beban yang menjadi pikiranmu, maafkan atas semua masa laluku yang membuatmu tak nyaman, aku akan selalu menjaga dan mencintaimu sepanjang napasku berdetak.” Berbisik pelan di depan bibir candu miliknya sembari menyelipkan, beberapa helai rambut yang menggangu pemandangan pria itu. “Rambutmu sudah mulai terlihat panjang, apakah kamu sengaja memanjangkannya? Padahal aku menyukai model seperti kemarin saat, mengenakan baju dinas membuatku sangat bergairah, dan lihatlah si gajah ini ku’ ajak membahas tentangmu, langsung torn on seperti listrik yang barusan menyala.” Rewindra tergelak pelan sembari, berdecak kesal karena si belalai gajah torn on kembali. “Tidak boleh terlalu serakah, biarkan nyonyamu istirahat. Ada waktu lain yang bisa membuat kita puas seperti biasa, kamu pasti menyukai dia dengan model rambut itu bukan?”
Seakan-akan mengerti si belalai gajah berpendapat bahwa dia, lebih menyukai sang nyonya dengan model rambut kemarin. Namun, apa pun itu ia tak akan pernah puas bermain-main di tempat milik nyonyanya.
Beberapa menit kemudian, Rewindra memutuskan menyusul istrinya ke alam mimpi. Tanpa menghiraukan si belalai yang tak mau tertidur, bahkan pria itu sungkan untuk bermain secara sembunyi-bunyi.
*
*
__ADS_1
*
“Sampai mana persiapan pesta ulang tahun Oland, Ser?” Siang hari di ruangan pribadi dengan Rewindra bersama, asisten sedang membahas persiapan ulang tahun putranya. “Jangan sampai ada yang terlewatkan olehmu!”
“Hampir 70% dari konsep dan semuanya sudah siap untuk diselenggarakan.” Ada keraguan ketika Louser mengungkapkan, apa yang disampaikan olehnya pada sang atasan. “Tak mengenalkan dia pada mendiang mommynya?”
“Aku sudah membuat janji untuk mengantarkan mereka ke makam, kenapa kau malah membahas apa yang aku benci?” Rewindra berdecak kesal dengan asistennya itu. “Hari ini kosong semua jadwalku, jangan sampai kau mengganggu waktuku!” Menurunkan titah sembari memberi peringatan, agar ia bisa menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. “Selidiki juga semua wanita yang pernah menjadi p4rtner ranjangku!”
“Kenapa baru sekarang?” Berganti Louser mencebik kesal karena ia sendiri tak mengingat apa pun, tentang beberapa wanita yang telah dijelajahi oleh atasannya itu. “Aku sendiri tak terlalu ingat para wanita yang kau jelajahi.”
Sampai terdengar dengkusan kesal tanpa membantah, Louser melakukan perintah yang menjadi permintaan sang atasan, hingga tak lama kemudian masuklah pintu diketuk dari luar bersamaan itu, masuklah seorang anak lelaki tampan gagah nan serupa dengan atasan yang, membuatnya memutuskan untuk pamit undur diri dari hadapan sepasang ayah — anak.
__ADS_1
“Loh tidak bersama mamamu, Boy?”
“Aku tidak melihat keberadaan mama di kantormu. Ada di manakah mamaku, Dad?” Pria kecil itu membalik pertanyaan. “Bukankah Daddy berjanji menemani kami ke makam?”
Rewindra mengangguk. “Ya, Boy! Hari ini Daddy sudah mengosongkan jadwal, dan pekerjaan sudah diserahkan pada sekretaris.”
Dua pria berbeda generasi bungkam hingga tak lama kemudian, Rolando menyuruh daddynya untuk menghubungi seseorang ditunggu. “Hubungi mama saja, Dad!”
Sementara itu, Rewindra menempelkan ponsel sembari menunggu di ujung mengangkat panggilan, hingga beberapa menit dari nada terakhir panggilan tersebut, diangkat bersamaan dengan itu ia langsung menodong pertanyaan. “Lama sekali angkat panggilanku, Hon! Kamu ada di mana? Apakah hari ini masuk kerja? Oland sudah ada di ruanganku, tapi saat kutanya dia tak melihatmu di sekitaran kantor.”
“Aku ada di tempat yang tak dijangkau oleh karyawanmu, Bee. Suruh Oland menungguku, tapi jangan lupa untuk sarapan dulu! Kau juga jangan sering melewatkan makan siangmu, atau aku tak akan memberi jatah untuk si belalai.” Di ujung ponsel gadis itu memberi ancaman, hal tersebut membuat Rewindra bungkam.
__ADS_1
Jatah si belalai gajah menjadi ancaman yang paling menakutkan, untuk seorang Rewindra Wiratama dari ras bumi yang paling kuat.