Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Begitu selesai membersihkan diri Rewindra memberikan sebuah cek kosong yang di sodorkan oleh wanita tersebut untuk menuliskan sendiri nominal bayaran darinya.


Setelah menerimanya kembali Rewindra tersenyum tipis ketika melihat nominal yang tertulis di cek tersebut.


“Aku harap kau menepati janjimu itu. Paham!” Terakhir kalinya Rewindra bercinta dengan Sarah karena ia sekarang akan berhati-hati bila ingin melampiaskan napsunya.


“Kau jangan cemas, Baby, aku bukanlah wanita seperti dia yang terlalu serakah dan tamak itu.” Sarah menegaskan bahwa dirinya bukanlah wanita seperti Sonya yang selalu menghalalkan segala macam cara.


“Wanita seperti dia siapa yang kau maksud?” tanya Rewindra yang terlihat bingung dengan seseorang yang dimaksud oleh Sarah.


“Sonya, apa kau mengenalnya?” jawab Sarah seraya balik bertanya.


Kini Rewindra mengerti orang yang dimaksud oleh Sarah. “Mengenalnya iya tapi kenapa kau seperti membecinya?”


“Dia adalah wanita yang sangat licik dan berbahaya, aku sarankan jika ingin bercinta lagi sebaiknya pesan wanita lain. Jangan sampai kau menyesal,” ungkap Sarah dengan nada tegas.


Pembicaraan mereka pun terhenti setelah Rewindra keluar terlebih dahulu di kamar yang di tempatinya dengan meninggalkan Sarah seorang diri untuk menghampiri Louser yang selalu setia menunggunya.


“Kenapa kau tak bilang jika Sonya adalah anak dari sahabat Papaku, Ser?” tanya Rewindra dingin.


Bukannya menjawab Louser malah membalik pertanyaan yang di tujukan untuk dirinya. “Jadi kau sudah membaca email yang ku kirim itu, kan?”


“Jawab saja, Ser!” desar Rewindra tak sabaran karena ia dapat memahami jika sahabatnya ini sedang membohongi dirinya.


Louser di desak itu pun menyerah ia tetap tak akan mengatakan jika saat ini dirinya sebagai seorang sahabat berusaha melindungi dan menjaga dari jerat pesona dari Sonya.


“Sudahlah, Ser, lebih baik kita pulang ke mansion. Aku sangat ingin sekali tidur di samping Ando,” ajak Rewindra yang membuat Louser tertegun sejenak.


Sejak kapan sang sahabat tercinta itu mau memperlihatkan perhatiannya pada Rolando? Bukankah selama ini setiap berdekatan dengan anak itu Rewindra selalu mengabaikannya tapi, kali ini reaksinya sangat berbeda dari biasa yang dilakukan oleh dia sendiri.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Louser dengan Rewindra yang duduk di belakang melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion milik orang tua sahabatnya tersebut.

__ADS_1


***


Sementara itu Sonya yang sedang di dalam taksi menyuruh sang sopir mengarahkan mobil ke tempat biasa dia bertemu dengan orang suruhannya. “Antarkan aku ke tempat ini saja, Pak!”


Tak lupa jemari lentiknya memegang ponsel sambil memberi sebuah petunjuk untuk sopir taksi untuk mengantarkannya ke tempat tujuan Sonya. Namun sopir taksi itu pun merasa heran karena tempat tersebut jarang di datangi oleh orang-orang yang melewatinya.


“Apa tak apa Nona ke tempat yang Anda maksud?”


“Antarkan saja aku ke sana! Jangan membantah!” titah Sonya dengan raut wajah yang terlihat tak bersahabat.


Tanpa ada bantahan sopir taksi itu pun akhirnya melajukan mobil yang di kendarai oleh dirinya untuk mengantarkan Nona itu ke tempat yang akan di datangi.


Tak lama kemudian hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit taksi yang di tumpangi oleh Sonya telah sampai ke tempat biasa dia datangi untuk bersiap memberi tugas pada orang-orang suruahannya menculik saudara yang selama ini selalu membuatnya iri.


Kali ini tamatlah riwayatmu anak pembawa si@l. Selama ini aku selalu berusaha menyingkirkanmu hanya untuk menarik perhatian pria tua bangka itu tapi tak pernah berhasil, dan sekarang selamat datang di nerakamu Sayang!


Bergumam pelan dengan menyeringai sinis karena dia yakin hidup saudaranya akan berakhir. Namun sepertinya Sonya salah melangkah jika ingin menyakiti Araela Ayudia Gayatri Smith karena ada bayangan penjaga yang di tugaskan untuk melindunginya.


Tanpa Sonya sadari bahwa dirinya telah di awasi oleh sepasang mata yang merupakan penjaga bayangan dari Araela Ayudia Gayatri Smith itu diam-diam mengikuti dan mengawasi dari kejauhan.


“Aku sudah ada di sini, kau kemarilah sebentar!” titah Sonya tanpa berbasa-basi begitu panggilannya tersambung.


“Baik, Nona, apa saya bisa mengajak salah satu rekan saya?”


“Bawa dua orang saja. Ku tunggu kau lima menit dari sekarang!”


Setelah panggilan di matikan yang hanya berselang lima detik orang-orang suruhan Sonya datang menghadapnya sambil menunggu perintah selanjutnya.


Tak lama kemudian Sonya membuka suara dan memastikan bahwa mereka harus bisa membuat rencana yang disusun rapi itu berhasil tanpa ada kecacatan. “Masih ingat dengan tugas kalian, dan aku tak mau mendengar kata gagal. Paham!”


“Baik, Nona!” sahut ketiga orang itu dengan kompak. Namun salah satu dari orang suruhannya itu membalik pertanyaan di tujukan untuk dirinya. “Nona ciri-ciri yang Anda maksud saya masih belum memahami.”

__ADS_1


Mendengar hal tersebut membuat Sonya mendengkus kasar tak lupa jemari lentiknya mengambil untuk menunjukkan sebuah petunjuk agar orang suruhannya itu tak salah melakukan tugasnya.


“Lihat dan pasang telinga kalian dengan baik-baik. Aku meminta kalian menculik seorang wanita dengan dandanan rambut seperti ini. Kalian harus bisa membedakannya karena dia yang kalian culik nanti tak sedikit berbeda denganku. Sampai sini masih belum mengerti?”


Pertanyaan dengan penjelasan dari Sonya pun akhirnya di tanggapi oleh ketiga orang-orang suruhan itu pun telah mempersiapkan diri untuk melakukan tugas dari dirinya.


“Masih ada yang belum mengerti?” Sonya mengulang kembali dan memastikan jika ketiganya tanggap dengan orang yang di maksud tersebut.


Diskusi mereka pun selesai dengan Sonya yang mati-matian ingin mendengar keberhasilan yang dilakukan oleh orang-orang yang ditugaskan untuk menculik Araela Ayudia Gayatri Smith.


Sambil menunggu kabar dari orang-orang suruahannya. Sonya akan mendatangi sebuah bar untuk menikmati segelas wine dengan mencari mangsa untuk memuaskan napsunya.


Sebab selama ini Samuel selalu menolak ketika Sonya mengajaknya bercinta. Namun sampai sekarang dia sendiri tak akan pernah melupakan wajah terluka dari pria yang sengaja dia lakukan. Agar Araela Ayudia Gayatri Smith membenci Samuel Rajendra Nasution karena pria itu gampang terjebak pesona darinya.


Di tempat lain di sebuah taksi yang baru saja tiba di depan kos tempat tinggal Niken berterima kasih pada rekan sekaligus sahabatnya karena sudah mau mengantarkannya, dan seperti biasa Araela menolak jika di suruh menginap di kos tersebut.


Mengingat dia merasa sungkan dengan sopir taksi yang harus berwira-wiri mengantarkannya karena sampai di rumahnya nanti Araela akan memberikan sesuatu yang sangat berguna untuk sopir itu.


.


.


.


.


.


Coba tebak kira-kira si Dady Ewin bakalan bantuin gak?


Nanti aku pilih komen dari kalian yang bisa nebak alur ini

__ADS_1


See you next time


Love you


__ADS_2