Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Si'alan kenapa pikiranku masih teringat dengan benda itu, ya? Sungguh sangat menji'jikkan untuk ukuran seorang pemimpin yang sama sekali tak memberikan contoh yang baik untuk para karyawan. Jangan sebut aku gadis bar-bar jika tak bisa melakukan apa yang ku inginkan.


Sampai akhirnya Araela tak menyadari Niken terus menatapnya tanpa kedip dan memanggil dirinya. “La ....”


“Hm.”


“Jangan bilang kau akan tetap naik ke lantai atas, La?” Niken memastikan apa yang sedang ia pikirkan.


Senyum smirk dari Araela membuat Niken tak bisa menghentikannya. Ia sangat yakin saat ini sang sahabat tengah bersiap untuk naik ke lantai atas.


Tanpa berbasa-basi Araela dengan peralatan lengkapnya pun telah selesai berbenah. Tak lupa ia menampilkan senyum khas miliknya tanpa seorang pun yang menyadari gadis bar-bar itu sangat berani dengan seorang pemimpin.


“Aduh bagaimana, nih!” Berjalan mondar-mandir Niken semakin mencemaskan keadaan Araela yang begitu nekat, dan hal tersebut membuat ia takut sang sahabat dipecat secara tak hormat dan di blacklist karena mencampuri urusan pribadi Rewindra Wiratama.


Teringat dengan asisten yang terkenal dengan julukkan pria dingin itu. Niken terpaksa meminta bantuan untuk menghentikan ke-nekatan yang dilakukan oleh Araela. “Ah iya, semoga pria dingin itu mau membantuku. Ara sungguh nekat sekali mencampuri urusan pribadi orang lain.”


Berlari kecil tanpa memedulikan tatapan dari beberapa karyawan yang melihat tingkah lakunya sampai di mana Niken masuk ke dalam lift karyawan menyusul Araela di lantai tempat ruangan kerja milik Louser si pria dingin tersebut.


Begitu sampai di lantai tujuan Niken sambil, menarik napas yang dalam ia kini memberanikan diri menghadap ke arah Louser di dalam ruangannya.


Mengetuk pintu dengan menahan deru napas yang mulai tersengal sampai terdengar sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk.

__ADS_1


Di dalam ruangan kerja Louser yang berada di lantai bawah sebelum lantai atas sendiri, ia begitu kaget melihat kedatangan office girl yang mengetuk pintu dan masuk ke dalamnya.


Sebelah alis Louser terangkat saat ia melihat wajahnya yang terlihat berkeringat dingin ini. Hal tersebut yang saat ini langsung mengganggu pikirannya.


“Ada apa? Mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan ini! Pasti kau ingin mengatakan sesuatu 'kan?” Nada dingin Louser membuat nyali Niken menciut. Namun, ia benar-benar ingin menyelamatkan sang sahabat tercinta.


“Itu, Pak, anu ini soal ....” Niken tak kuasa membuka mulut tapi ia juga tak berani menatap ke arah wajah dingin itu.


“Katakan dengan jelas!” titah Louser dingin.


“Teman saya sedang naik ke atas, Pak!”


Raut wajah Louser mendadak berekspresi dingin ketika mendengar penjelasan dari office girl tersebut.


Niken menggeleng dirinya sendiri pun tak mengerti jalan pikiran Araela.


Mendapat gelengan membuat Louser mendengkus kesal. Bagaimanapun Rewindra telah memberi peringatan untuk tak mengganggu kegiataannya.


Siapa yang dimaksud oleh dia? Punya nyali ternyata mau mengganggu kegiatan orang lain. Aku ingin melihat seberapa kuat menghadapi kemarahan dari seorang Rewindra Wiratama.


“Kalau begitu biarkan saja!” Louser dengan acuh enggan memperkeruh suasana di lantai paling atas.

__ADS_1


Niken yang mendengarnya sungguh tak percaya dengan apa yang didengar oleh ia sendiri. Tak menutup kemungkinan keadaan akan semakin runyam jika sang sahabat tercinta mau mendengarkan peringatan darinya.


“Lalu saya harus bagaimana, Pak?”


“Kau tunggu saja! Biar temanmu aku yang mengurusnya.”


Setelah mendengar penjelasan dari Louser. Niken berpamitan untuk undur diri sambil menunggu sang sahabat di lantai paling bawah.


Tak melihat keberadaan office girl itu. Louser dibuat penasaran dengan seseorang yang akan mengacaukan kegiatan Rewindra melalui kamera yang ada di setiap sudut ruangan paling atas.


***


Mobil yang di tumpangi oleh Pramana telah sampai di kantor milik putranya tercinta. Namun, ia tak menyangka akan mendapat sambutan kurang mengenakan saat mendengar sang putra mendatangkan seorang wanita.


Ia pun pasti menduga apa yang dilakukan oleh sang Putra itu pun benar-benar sangat keterlaluan tingkahnya. Sampai telinga Pramana begitu panas mendengar karyawan kantor tersebut membicarakan Rewindra Wiratama.


Sampai ia tak tahan dengan tingkah laku dari Rewindra yang sangat meresahkan dengan melangkahkan lebih cepat untuk naik lantai paling atas. Namun, sebelum itu ia akan menemui Louser untuk memastikan apa yang telah ia curi dengar dari beberapa karyawan tersebut.


Sampai di lantai tempat ruangan Louser tanpa mengetuk pintu. Pramana masuk ke dalam ruangan tersebut yang di sambut dengan raut wajah asisten Rewindra yang terlihat sedang mengamati sesuatu.


“Apa yang sedang kau lakukan, Ser?” tanya Pramana dingin.

__ADS_1


“Tuan ....” Raut wajah dingin Louser berganti terkejut melihat kedatangan Pramana.


__ADS_2