
Gadis itu sengaja memberi sebuah celah, agar orang yang selama ini tak menganggapnya ada, menyesali perbuatan yang telah memberikan sejuta luka lara.
Kedatangan Morgan dan juga Araela, membuat Sonya mengumpat geram, tanpa disangka-sangka orang dia benci begitu baik mengenal sesosok, yang mengaku-ngaku sebagai ayah kandung dan dirinya pun, masih tidak bisa menerima kekalahan atas terjadi pada wanita itu.
“Apa sulit membuatnya menerima kehadiranmu, Om?" Tanpa takut akan tatapan kebencian dari Sonya, gadis itu terang-terangan mengibarkan bendera perang.
“Anak itu masih belum mau saja … jangan cemaskan dia tidak akan bisa menyentuhmu,” sahut Bastian dingin.
“Kau dengar itu Sonya! Ayahmu saja sudah muak melihat tingkah lakumu, lalu sekarang masih menginginkan sesuatu yang bukan milikmu? Sudah untung aku menyerahkan dia untukmu, tapi justru kau sama sekali tak ada ubahnya!" Sambil menunjuk seseorang yang dia anggap mati, gadis itu mati-matian berusaha melawan rasa traumanya.
“Hei, anak pembawa sial … aku tidak peduli dia milikku atau bukan … mengingat aku melakukan itu karena begitu membencimu, yang selalu mendapatkan kasih sayang dari pria bangka itu."
Mendengar sang kakek disebut pria bangka, membuat gadis bar-bar itu menahan amarahnya di ubun-ubun, sejak lama dia begitu ingin menampar wanita di hadapannya.
Bastian yang begitu tanggap atas ucapan yang dilontarkan oleh Sonya, memberi izin untuk keponakan sahabatnya dan pria baya itu, tidak akan menolong meksipun anak itu adalah darah dagingnya.
Suara tamparan keras akhirnya mendarat di sudut bibir Sonya, dengan menatap lawan bicara wanita itu semakin membenci anak pembawa sial.
“Kau berani melawanku? Apa tidak takut aku mengadukan hal ini, pada orang yang tak menganggapmu ada!" sahut Sonya dengan bibir mencebik sinis.
“Maka lakukan jika itu, bisa membuatmu menang … aku sudah begitu lama ingin melakukan ini untukmu! Karena kau hadir di kehidupannya … aku sama sekali tidak dianggap ada sejak dilahirkan dan lebih memilih darah kental lain, dibandingkan darah kental sendiri sampai di sini kau memahami bukan?"
“Aku tak paham dengan bualanmu pembawa sial!"
“Tidak usah percaya denganku, pada saatnya nanti kau akan mengetahui apa yang ku' katakan! Selanjutnya sekadar mengingatkanmu, untuk tidak menginginkan sesuatu yang bukan milikmu!" tegasnya dengan nada begitu dingin.
“Bagaimana jika nanti aku hamil anak pria yang dijodohkan denganmu itu?"
“Jika begitu kau bisa katakan langsung, pada pria yang pernah berbagi peluh denganmu, tapi jangan salahkan aku membawa mamamu ke jalur hukum!"
“Jangan sentuh dia!" pekik Sonya dengan setengah berteriak. Namun, Araela enggan menanggapi karena gadis itu, ingin melihat seberapa gigih wanita di hadapannya, merusak kembali kebahagian yang ingin dia bangun.
Bujang lapuk yang sedari tadi diam menyimak, memberi peringatan pada sahabat dan meminta untuk mengawasi, serta memantau kegiataan yang dilakukan oleh wanita.
__ADS_1
“Dear, sudahi semua yang kau lakukan … jangan menguji kesabaranku!"
“Kau … jangan pernah mencampuri urusan pribadiku … aku bahkan tidak peduli, kau Papaku atau bukan, terpenting jangan menghalangi apa yang ingin kulakukan!"
Sedetik kemudian terdengar bunyi deringan ponsel yang dipegang oleh Bastian, dengan menyeringai licik pria baya itu begitu sangat senang ketika mengetahui, seseorang yang menghubungi nomor ponsel sang putri tercinta.
“Bagaimana sayang, apa kamu berhasil melakukannya?"
Hal tersebut membuat kedua bola mata Sonya membelalak lebar, ketika melihat dengan mata sendiri, ponsel milik wanita itu ada dalam genggaman orang itu.
“Berhasil melakukan apa?“ sahut Bastian dingin, bahkan dia pun berpura-pura.
“Kau!“
“Apa kau terkejut, Mayang?“
“Ada di mana putriku, hah!“
“Ralat, putri kita!“ ucap Bastian, sambil membenarkan.
“Masih tidak mau memberitahukan semua tentangku pada dia? Sungguh licik yang kau lakukan, tidak sebanding dengan perjanjianku dulu.“
“Katakan ada di mana Sonya, sialan!“
“Anak nakal ini aman bersamaku, Mayang … kalaupun mau melihatnya, dengan senang hati aku menunggumu!“ Bastian pun mematikan panggilan secara sepihak, bahkan pria baya itu menulikan penglihatan sorot kebencian di dalam diri Sonya.
Tanpa menunggu lama, Mayang pun mendatangi kamar yang memang dipersiapkan oleh putrinya, tapi tidak cukup itu saja kedatangan wanita baya itu menarik perhatian Prasetya.
“Sayang, apa kamu tidak apa-apa?“ Lalu arah pandangan mata tajam Mayang, menatap ke arah seseorang yang berbalik menatap dingin.
“Untuk apa kau datang ke mari, hah?“ sentak Mayang, dengan nada kasar.
“Melihat sebuah drama yang kau mainkan.“ Bahkan Araela begitu yakin, istri yang selama orang itu banggakan, sangat pandai bersilat lidah.
__ADS_1
“Omong kosong, bahkan suamiku lebih memercayaiku … dibandingkan denganmu yang putri kandungnya.“
“Hm, begitu!“ Tanpa berbasa-basi, gadis itu kembali mengungkit luka lamanya, “apa itu berarti kau yang membunuh mamaku?“
“Aku tidak pernah membunuh mamamu, bo.doh! Bisa saja penyakit yang membunuhnya,” elak Mayang.
“Lalu obat yang pernah kau berikan pada mamaku apa? Sampai-sampai harus membuat pengakuan, bahwa papaku yang menyuruh meminum itu … tidakkah kau merasa turut andil di dalamnya?""
“A … ku ….
Belum sempat menyahut Sonya lebih dulu melakukan pembelaan, mengingat dia tidak terima mama tercinta dipojokkan, “kau jangan mengada-ngada … apa buktinya jika mamaku melakukan hal itu?"
“Aku sangat yakin sedari tadi kau menguping, sekarang langsung saja tanyakan pada, orang yang selama ini lebih kau percayai daripadaku!"
.
.
.
.
.
Wanita Pengganti Kekasih Sang CEO
Author: SyaSyi
Clara Wilson dan Elena Gloria adalah dua wanita yang berbeda, tetapi memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sangat mirip. Mereka seperti kembar. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Clara memiliki sifat angkuh, sedangkan Elena memiliki sifat ramah dan lembut.
Demi sebuah karier, Clara rela memutuskan hubungan dengan Alexander Dimitri. Pria yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengannya. Bahkan dua bulan lagi mereka berencana menikah, dan sudah bertunangan. Pertemuan Alexander dengan Elena merubah segalanya. Alexander menjadikan Elena sebagai wanita pengganti, kekasihnya yang telah pergi meninggalkan dirinya.
Akankah Alexander jatuh cinta dengan Elena, wanita sang pengganti? Bagaimana kisah selanjutnya hubungan mereka? Apa reaksi Clara saat dirinya mengetahui sosok pengganti dirinya?
__ADS_1