Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Tingkah Laku Bujang Lapuk


__ADS_3

"Apa kau melupakan semua hal tentang putrimu itu, hah! Jelas-jelas dia yang membuat kehidupan bayi mungilku menderita. Gara-gara kehadirannya di dunia ... kakakku menjadi pria yang paling bo.doh! Karena begitu terang-terangan memberinya cinta kasih yang banyak, tanpa menyadari dia menelantarkan anak kandungnya sendiri," sahut Morgan dingin.


"Sekali lagi aku meminta maaf atas semua kesalahan yang diperbuat oleh putriku." Rasa sesal di dalam diri Bastian, tanpa bisa membuat kedua sang sahabat memaafkan perbuatannya di masa lalu.


"Kami takut putrimu melakukan hal yang lebih gila daripada ini, Bas," ucap Pangeran Devander yang sedikit mempunyai firasat buruk menimpa keponakannya itu.


"Jika itu yang kalian takutkan ... aku benar-benar meminta maaf pada kalian sahabat-sahabatku!"


"Kenapa kau terus-menerus mengucap kata maaf yang seharusnya semua itu dilakukan oleh putrimu sendiri, Bas." Morgan berdecak kesal sambil mencibir tingkah laku putri Bastian.


"Bahkan aku bosan mendengar kata maaf yang terucap darimu," imbuh Pangeran Devander dengan nada dongkol.


Hal tersebut membuat Bastian menggaruk tengkuk yang tidak gatal, karena merasa terpojokkan dengan ucapan dari kedua sahabatnya.


"Oke-oke, aku tidak akan lagi mengucap maaf untuk putriku. Namun, kalian berdua tidak harus takut putriku melakukan hal yang lebih gila untuk keponakan kalian. Karena aku sudah menyerahkan hak sepenuhnya Sonya pada seseorang, dan kalian pasti terkejut mendengar penjelasan yang akan ku' sampaikan ini!"

__ADS_1


"Kalau begitu siapa yang begitu berani meminta hak atas putrimu itu, Bas?" Morgan bertanya karena pria matang sejuta pesona itu, begitu sangat terkejut mendengar pernyataan terucap dari sang sahabat mengenai putrinya sendiri.


"Samuel Rajendra Nasution," jawab Bastian singkat dan jelas.


Hal tersebut membuat kedua sang sahabat terkejut mendengar pernyataan, "Hah, kau sedang tidak mencandai kami bukan, Bas?" sahut Morgan dan Pangeran Devander secara bersamaan.


"Kalian bisa lihat di dalam kedua mata ini," ucap Bastian sambil menyuruh kedua sang sahabat, melihat kebohongan di mana dia benar-benar tidak bisa membohongi keduanya.


"Apa yang diminta oleh pria muda itu, Bas?" tanya Morgan yang terlihat begitu penasaran, dengan keputusan yang diambil oleh pria muda tersebut.


Penjelasan yang terucap dari Bastian, membuat kedua sang sahabat terdiam membisu. Bahkan keduanya memikirkan rencana lain supaya putri kandungnya tidak akan pernah bisa berbuat macam-macam.


"Apakah anak muda itu, bisa memenuhi janjinya?" Morgan memastikan, bahwa pria muda bagian masa lalu dari sang keponakan. Tidak pernah mempermainkan sesuatu yang membuatnya menyesal.


"Justru dia menikahi Sonya karena untuk itu!" jawab Bastian yang sedikit ambigu.

__ADS_1


"Maksudmu dia berjaga-jaga dan melindungi seseorang, agar nantinya putrimu tidak bisa berbuat apa-apa begitu, hm?" imbuh Pangeran Devander sambil bertanya.


"Bisa dikatakan seperti itu!"


Arah obrolan ketiganya terhenti, ketika Morgan mendapatkan panggilan khusus dari anak buah yang bertugas, sebagai mata-mata untuk mencari keberadaan seorang gadis yang terenggut paksa.


Sampai membuat kedua pria baya yang melihat tingkah lakunya dibuat bingung, dengan sikap Morgan yang tidak seperti julukkan bujang lapuk terkenal dingin dan juga arogan.


*


*


*


Sementara itu, Morgan yang telah menjauhi kedua pria baya yang begitu asyik membicarakannya, dengan dirinya yang telah siap menerima kabar dari anak buah bertugas sebagai mata-mata.

__ADS_1



__ADS_2