
“Maaf telah menyembunyikan hal ini kepadamu … apa kau kecewa dengan apa yang Ayah lakukan?”
“Tidak ada gunanya saya kecewa kepada, Ayahanda … sebab, semuanya telah terjadi berlalu dan sekarang saya ingin dia kembali ke negara asalnya berada, untuk menggantikan posisi yang telah berpuluhan tahun diduduki Ayahanda.” Devander memberi putusan yang mutlak dan tak bisa diganggu gugat.
Pada dasarnya singgasana yang diduduki oleh sang ayah seharusnya ada adiknya yang menggantikan, tapi takdir berkata lain raga sang adik telah bersemayam dalam damai dan sekarang, sang putri mahkota tak lain Araela Ayudia Gayatri Smith telah digariskan menjadi seorang ratu di masa depan.
“Hei, Nak … mengapa kau memutuskan hal ini secara sepihak? Apa tidak terpikirkan olehmu jika sang putri mahkota belum tentu mau berada di singgasana yang ku' duduki.”
“Nanti bisa dibicarakan kembali, Ayahanda dan kau lanjutkan lagi laporan yang akan kami dengar.” Devander kembali Menitah penjaga bayangan karena dia sendiri belum menerima apa pun darinya.
Mendapat titah dari sang putra mahkota, penjaga bayangan itu kembali melanjutkan laporannya. Seperti perjodohan yang sejak lama dilakukan oleh putri mahkota sendiri. “Mohon maaf atas kekurangan laporan dari saya, Raja dan juga Pangeran.”
“Langsung saja katakan jangan membuat Ayahandaku menunggu!” desak Devander dengan tak sabaran.
“Tuan putri sudah lama dijodohkan oleh mendiang ibundanya dan saya rasa beliau, belum bisa menerimanya karena sedikit trauma atas pengkhianatan dilakukan oleh mantan kekasih cucu Anda raja.”
__ADS_1
“Apa kau tak bercanda?” Devander sang paman dari Araela begitu terkejut mendengar kabar tentang keponakannya itu. “Lalu darimana kau mengetahui dia mempunyai mantan kekasih?”
“Apa Anda lupa Pangeran … saya sudah lama diutus oleh Raja sebagai penjaga bayangan dan untuk itulah saya mengetahui banyak hal tentang keponakan Anda.”
Pria baya yang tak lain sang putra mahkota itu pun mendengkus kesal dengan penuturan, dari penjaga bayangan ini dan entah mengapa dirinya sedikit terkejut dengan kenyataan yang ada.
“Saya juga mendengar sedikit dari Tuan Besar Gunawan jika perjodohan ini, diinginkan oleh wanita licik yang sebenarnya telah direncanakan sejak lama.”
“Ayah ….” Pangeran Devander menggeram marah saat mendengar laporan jika wanita licik itu, tak pernah berhenti merebut semua yang dipunyai oleh cucu kesayangan sang ayah.
“Tapi, menurut saya Tuan Besar Gunawan tak mungkin melepaskan perjodohan ini, Raja … dari yang saya dengar keputusan ini sudah lama dinantikan mendiang tuan putri.”
Ketiga pria yang sedang berbicara itu terdiam membisu sampai akhirnya sang raja menyuruhnya kembali ke negara tempat, asal cucu kesayangannya dan meminta mengawasi pergerakan dari seorang wanita yang membuat dirinya kehilangan sang putri tercinta.
“Salam, Raja dan juga untuk Pangeran … saya sudah siap untuk melakukan tugas yang Anda bebankan di pundak saya.”
__ADS_1
“Pastikan wanita licik itu tak menyentuhnya dan jika itu kau tahu bukan hukuman siap-siap menantimu.”
Setelah tak melihat keberadaan penjaga bayangan sang putri mahkota. Saat ini sang pangeran dan juga raja kembali, membahas tentang perjodohan yang dilakukan oleh mendiang tuan putri.
“Aku tidak mengerti jalan pikirannya dan juga mengapa dia melakukan hal ini untuk putrinya, Ayahanda?”
“Ada banyak hal yang tidak kau ketahui … mungkin saja mendiang adikmu ingin melakukan terbaik untuknya … nanti Ayahmu akan menemui dan membicarakan tentang perjodohan ini.”
Pangeran Devander mengangguk yang juga saat ini dirinya pun, meminta izin kepada sang ayah untuk memberi peringatan kepada seseorang. “Ayahanda bolehkah saya menemui seseorang?”
“Apa yang akan kau lakukan, Nak?”
Enggan menjawab pertanyaan dari sang Ayah. Devander memilih bungkam karena orang yang akan ditemuinya itu berhubungan, dengan wanita licik yang telah membuat kehidupan mendiang adiknya sengsara.
“Baik-baik, Ayah tidak akan melarangmu. Jika memang kau ingin mengunjungi dan menemuinya pergilah. Sampaikan salam rindu Ayah untuk mendiang adikmu.”
__ADS_1
Setelah mendapat izin dari sang raja. Pangeran Devander sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang itu, serta kedatangannya ke tempat itu juga akan menemui sang keponakan tercinta.