Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

“Lalu apa kau mau membiarkan kejahatan itu merajalela di tempatmu bekerja?” Satria memancing rasa penasaran di dalam diri Araela.


“Aku enggak tahu, Bang!”


“Ya sudah kalau begitu biar Abang yang menyelidiki motifnya. Kau fokus bekerja, dan juga jangan lupa untuk tetap semangat belajar. Membuktikan bahwa kamu mampu menjadi seorang yang berguna. Oke!” Satria tak pernah lupa memberi semangat untuk pembuktian diri.


“Terima kasih, Bang! Tanpamu aku tak akan bisa mencapai di titik ini.”


Setelah itu Araela pun memutuskan panggilannya dengan terburu-buru ia merapikan laptop yang sedang berselancar menggunakan akun lain untuk segera berangkat ke kantor.


Duduk di dalam angkutan umum tak membuatnya risih. Ia benar-benar menikmati perannya sebagai seorang gadis yang sangat sederhana.


Meskipun tak ada yang menyadari bahwa ia adalah seorang Cucu dari pebisnis yang terkenal pada masanya Gunawan Gayatri Smith. Sebuah nama tak akan pernah dilupakan oleh siapa pun yang mengenalnya.


***


Sonya yang baru saja tiba di sebuah kantor yang megah menatap kagum pada bangunan tersebut. Bahkan kantor itu pun mengalahkan bangunan kantor milik sang Papa.


Akan tetapi karena tujuan ia adalah pria yang sedang menjadi target incarannya dengan berjalan melenggak-lenggok Sonya melangkahkan kaki jenjang memasuki gedung perkantoran milik Rewindra.


Begitu sampai di depan lobi ia mendapat sebuah pertanyaan dari karyawan kantor tersebut. “Permisi, Nona ingin bertemu dengan siapa?”

__ADS_1


Menutupi jati dirinya dengan terpaksa Sonya menjawab pertanyaan itu selembut mungkin untuk membuat karyawan kantor itu memercayainya. “Aku ingin bertemu dengan pemilik kantor ini. Apa ada orangnya?”


Bermanggut-manggut dengan sedikit kurang memercayai seorang wanita yang penampilannya tak biasa.


“Sudah membuat janji dengan Pak Rewindra, Nona?”


Tak ingin terlalu lama menunggu Sonya memutuskan untuk menyudahi pertanyaan dari karyawan tersebut yang seakan-akan menghalanginya.


“Tunjukkan tempatnya biar aku sendiri yang ke sana!”


Setelah mendapat izin Sonya bergegas naik ke lantai atas. Tempat ruangan milik Rewindra yang tak di sadari beberapa karyawan mulai berbisik-bisik pelan. Tentang kedatangan wanita tersebut.


“Rasanya aku ingin mencekik wajah sok cantiknya,” sahut Riska yang setuju dengan perkataan dari Luri.


“Apa mungkin dia itu ....” Luri pun bisa menebak bahwa wanita yang datang ke kantor pasti diminta pemilik kantornya bekerja untuk memuaskan napsu. Seperti rumor yang menyematkan julukan si duda casanova tersebut.


“Sudah-sudah lebih baik kita bekerja kembali, jangan sampai Tuan mengetahui obrolan kita.”


Kedua karyawan tersebut memutuskan melanjutkan pekerjaannya kembali.


Sonya yang baru saja sampai di lantai paling atas semakin terpesona dengan interior bangunan tersebut sangatlah berbeda dengan milik papanya tercinta.

__ADS_1


Melangkah kakinya sampai di depan meja sekretaris Rewindra yang sedang bekerja tanpa berbasa-basi ia menanyakan langsung padanya.


“Apa Tuanmu ada di dalam?” Suara lembut Sonya menghentikan kegiatan sekretaris yang terbengang kaget dengan seorang wanita cantik berdiri tak jauh dari mejanya.


“Nona, sudah membuat janji?”


Tanpa membalas pertanyaan Sonya justru malah balik bertanya. “Katakan saja apa ada Tuanmu tidak?”


Tak ingin gegabah sekretaris tersebut menghubungi Louser melalui telepon yang ada di atas meja kerjanya, dan begitu mendengar penjelasan dari asisten Rewindra yang tak lama kemudian Sonya di persilakan masuk ke dalam ruangan dengan di antar oleh sekretaris tersebut


“Mari silakan ikut saya untuk menemui Tuan, Nona.”


Kemudian sampai di depan pintu ruangan itu pun di ketuk yang mendapat sahutan dari dalam, dan menyuruh masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Permisi, Tuan, saya mengantarkan Nona ini untuk menemui Anda.” Sambil membungkuk sekretaris itu pun mengatakan hal langsung pada Tuannya.


“Kau handle berkas-berkas itu, dan juga sampaikan pada Louser untuk tak mengganggu kesenanganku. Begitu halnya denganmu. Apa kau mengerti?”


“Baik, Tuan,” ucapnya tanpa ragu.


Tak ingin berlama-lama sekretaris Rewindra pun berpamitan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat terhenti, meninggalkan kedua sejoli yang sedang menahan ha5rat napsu.

__ADS_1


__ADS_2