Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Mengambil Alih Dan Membuatnya Mengerti Arti Menghargai


__ADS_3

Setelah urusan dengan David selesai, gadis itu mempercepat pelajaran yang akan diserap ilmunya. Mengingat dia juga benar-benar berjanji pada putra-nya untuk menemaninya bermain di rumah. Bukan itu saja dirinya benar-benar akan memberi dan mencurahkan segala rasa kasih sayang untuk Rolando Wiratama.


*


*


*


Sementara itu, di tempat lain terdapat seorang wanita baya tidak berhenti memberontak sambil mengumpat yang ditujukan untuk seorang pria baya di hadapannya. Bahkan pria itu menulikan umpatan yang terucap dari, bibir wanita yang telah memberinya seorang putri.


Sesampainya di mansion para pelayan itu berjejer rapi untuk menyambut kedatangannya, dengan mengucap kata secara bersamaan. "Selamat datang kembali, Tuan Bastian."

__ADS_1


"Ada di mana anak nakal itu?" Enggan membalas sapaan, sebaliknya pria itu menanyakan kabar tentang sang putri tercinta.


Hal tersebut membuat sang ibu kandung menggeram marah karena putrinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan di mansion milik pria iblis itu. "Mengapa kau memperlakukannya seperti ini, sialan! Selama ini putriku terbiasa diperlakukan seperti ratu, dan kehadiranmu justru menghancurkan semua mimpinya!"


"Itu tidak berlaku di mansionku Mayang, Sayang! Dia di sini harus terbiasa dengan semua aturan yang berlaku dariku, dan itu tidak bisa diganggu gugat meskipun kau ibu kandungnya sekalipun. Tidak semudah itu untuk hidup mewah di mansionku karena apa? Selama ini kau tidak pernah mengajari putrimu menghargai orang lain, dan jika di kehidupan mewah dia sebelumnya kau selalu memanjakan anak nakal itu. Namun, untuk hidup di mansionku dia harus benar-benar memulai arti menghargai orang lain, dan untuk kau jangan sesekali membawa kabur anak nakal itu atau bersiaplah tertangkap oleh seseorang yang selama ini ingin memenjarakanmu!"


"Kau pikir aku takut, hah!" tantang Mayang tanpa ada rasa takut sedikit pun.


"Tidak ada kata takut dikamusku!"


Seringai dingin yang diciptakan oleh Bastian membuat wanita baya itu merinding dibuatnya. Bahkan lidahnya mendadak kelu ketika pria di hadapannya itu membuka kembali tabir rahasia, tentang rencana pembunuhan terhadap sahabat sendiri bahkan membuat sebuah fitnahan yang menggemparkan publik.

__ADS_1


"Bagaimana apa masih mau menantangnya? Bahkan dia tidak main-main denganmu! Sekali tepuk dia bisa langsung mendatangkan para pengawal dari kerajaan untuk menangkap dan membawamu ke sana agar nantinya, kau sendiri yang merasakan semua yang dirasakan oleh mendiang sahabatmu atau lebih tepat wanita iblis sepertimu tidak pantas menjadi sahabatnya."


Tanpa perasaan Bastian semakin memojokkan wanita itu, sehingga mau tidak mau dengan terpaksa dia berdiam diri, sambil menyusun rencana untuk membawa kabur sang putri tercinta.


Demi apa pun Mayang tidak akan pernah sudi tinggal di mansion milik pria yang sama sekali tidak pernah bisa dihasut dengan air mata buaya-nya, tidak seperti pria yang memberi cinta-nya untuk Sonya justru dirinya lebih gampang dihasut bahkan ditipu selama puluhan tahun pun masih bisa.


Sabar ya sayang! Mama akan mengeluarkanmu dari mansion dan tidak akan pernah kubiarkan kamu tinggal di sini bersamanya! Tidak akan pernah terjadi karena sampai kapan pun papamu hanya Prasetya seorang bukan dia! batin wanita itu dengan kedua tangan mengepal erat, sampai akhirnya dia membuka suara setelah perdebatannya mereda.


"Biarkan aku melihat keadaan Sonya!"


Setelah menyuruh salah satu pelayan mengantarkan sang istri ke kamar pribadi putrinya, dia kembali memberi ultimatum pada penghuni mansion untuk tidak membiarkan keduanya kabur. Bahkan para pelayan yang lain tidak diizinkan melayani, kedua wanita licik karena semua itu telah menjadi aturan dari Bastian sendiri.

__ADS_1



__ADS_2