Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
241


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit sepasang suami — istri yang tak lain Pramana serta Dahlia bergegas menemui sang ayah tercinta, dengan pikiran masing-masing menanyakan perihal kondisinya yang terlalu terkejut mendengar kebenaran itu.


“Mas ....” Sembari berjalan menyusuri lorong koridor rumah sakit Dahlia bersuara, dengan lontaran tanya meluncur dari bibir wanita itu. “Apakah ayah baik-baik saja? Aku sungguh tak menyangka kejadian ini terlalu mendadak untuk kita.”


Merangkul pundak sang istri dan memberikan kekuatan untuk menerima segala kemungkinan, yang terjadi pada William Wiratama tanpa enggan membalas lontaran tanyaan itu.


Tak lama kemudian dua insan paruh baya itu tiba di depan ICU bersamaan, dengan Rolando melesak masuk ke dalam pelukan Dahlia.


“Kakek uyut, Oma ....” Mencicit pelan sembari menangis sesenggukan, dalam dekapan omanya tercinta dengan ungkapan hati yang merasa, dikecewakan atas kekacauan menimpa pesta ulang tahun anak lelaki tersebut. “Kenapa daddy jahat pada Oland? Apa salah Oland? Mengapa harus seperti ini.”


Enggan menjawab tanyaan yang meluncur dari bibir sang cucu tercinta, Dahlia menempelkan jari telunjuk dengan memberi penghiburan.


Hal tersebut tak membuat Rolando puas dengan penghiburan yang dilakukan oleh sang oma tercinta, hingga pria kecil itu menyimpan kebencian mendalam dengan kedua tangan terkepal erat.

__ADS_1


'Aku benar-benar membencimu, Dad!' Dalam batinnya Rolando melampiaskan rasa kecewa untuk sang daddy tercinta.


Tak lama kemudian, pintu ICU terbuka dari dalam bersamaan dengan sepupu Rewindra memberitahukan, tentang keadaan William yang membuat semua orang panik.


“Kalian jangan khawatir kondisi kakek hanya terkejut saja, tapi bagaimana hal ini bisa terjadi pada beliau?” Dari balik masker dokter muda itu pun bertanya.


Sebaliknya Pramana enggan menjawab, tapi pria baya itu balik bertanya. “Kita bahas masalah ini di ruanganmu, apa kau sendiri ada waktu?”


Dokter muda bernama Alvaro mengangguk sembari, mengajak mereka ke tempat William di pindahkan. “Sebelum itu, kita bawa kakek ke kamar yang sudah dipersiapkan untuk beliau!” Kemudian pria muda itu menanyakan keberadaan, sang sepupu yang tak terlihat di sekitaran rumah sakit. “Apa putramu tak ikut menemani kakek di sini?”


“Apakah ada masalah lain yang tak aku ketahui?” Alvaro bertanya kembali.


“Kita bahas nanti saja!” putus Pramana yang tak mau melibatkan, sang cucu dalam pembahasan mereka. “Kau pasti akan terkejut mendengar semua penjelasanku nanti!”

__ADS_1


Arah pembahasan mereka pun terpotong oleh nada teguran Gunawan, yang sedari tadi diam menyimak obrolan itu. “Silakan bahas masalah tadi di tempat lain, tak baik kalian membahasnya di hadapan dia!” Sembari mengangkat dagu sedang, menunjuk ke arah anak lelaki yang diam menyimak. “Tak ingin dia mengetahui sesuatu bukan?”


“Apa itu tak akan merepotkanmu, Om?” Pramana balik bertanya.


Gunawan menggeleng tegas. “Pergilah! Bahas juga tentang kondisi William, sedangkan dia aman bersamaku! Sembari menunggu kedatangan cucuku, dan putramu menyusul ke rumah sakit ini.”


Pramana menurut tanpa mengatakan apa pun ia mengajak sang istri ke tempat ruang pribadi keponakannya, hingga tak lama kemudian terdengar lontaran tanya yang terucap dari bibir Alvaro.


“Sekarang apa yang ingin kau bahas tentang tadi, Om Pram? Mengapa beliau sampai terserang jantung mendadak, apa ada hubungannya dengan putramu itu?”


Pramana mengangguk pelan sembari menunduk tanpa berani berhadapan, dengan tatapan tak biasa dari keponakannya, hingga sepatah 'maaf' mewakili rasa bersalah membelenggu pria baya itu.


“Semuanya terjadi begitu cepat bahkan Ommu sendiri sangat syok, dengan kekacauan yang dibuat oleh Rewindra.” Sembari mengembuskan napas kasar, Pramana memulai membagi kisah. “Bagaimana kami semua tak terkejut akan kedatangan seorang wanita dan, menyodorkan seorang anak lelaki yang tak jauh dari Rolando, sebagai orang tua kami tak bisa mengambil tindakan gegabah tentang wanita itu.”

__ADS_1



__ADS_2