
“Kalau begitu kita harus berangkat, Boy!” Pramana enggan berkomentar banyak tentang keadaan Cucunya tercinta.
Setelah berpamitan dengan Dahlia, keduanya pun meninggalkannya seorang diri yang mana pikiran ia masih dipenuhi tanda tanya besar.
***
Sementara itu Rewindra yang kesal dengan sang Putra meminta Louser untuk segera berangkat ke kantor dengan wajah dingin yang saat ini sedang menutup luka karena tingkah laku Rolando.
“Jalankan mobil ke arah kantor!” Mendudukkan bokong di jok belakang yang tak lupa memerintahkan Louser untuk melajukan mobil yang di tumpanginya.
Di dalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang Rewindra saat ini sedang memikirkan perlakuan Rolando yang begitu acuh pada dirinya.
Seketika ia teringat dengan wanita tersebut, dan memastikan pekerjaan Louser tak akan pernah membuatnya kecewa. “Apa kau sudah melakukan apa yang ku minta, Ser?”
“Sudah, Tuan!” melirik ke belakang melalui spion membuat Louser menggeleng kepala dengan tingkah laku Tuannya.
“Jangan lupa kirim ke emailku, Ser!” titahnya dingin. “Apa kau bisa memanggilkan wanita itu kembali? Aku butuh penyegaran dari otakku!”
“Nanti saya akan menghubungi wanita yang Anda minta.”
Memijit keningnya yang begitu terasa pusing. Tak membuat Rewindra puas. Sebab, pikirannya saat ini dipenuhi tanda besar untuk Rolando tercinta.
Mungkin kata maaf tak akan bisa membuatmu tersenyum, Boy! Meskipun begitu Dady akan tetap terus menyayangimu. Maaf!
Sampai ia tak menyahut panggilan dari Louser yang mengatakan jika mobil tersebut telah tiba di parkiran kantor.
“Mengapa tak bilang kalau kita sudah sampai, Ser!” Mendengkus kesal tak lupa dengan pergerakan yang begitu cepat. Rewindra meninggalkan Louser sebelum mengatakan maaf.
Tak melihat keberadaan Tuannya. Louser menghubungi salah satu anak buahnya untuk melaporkan penyelidikan tentang wanita yang menjadi teman ranjang Rewindra.
__ADS_1
Ekor mata Louser memicing tajam ke arah data-data yang di terima oleh dirinya. Dugaannya mengarah ke arah seseorang yang sangat begitu ia kenal.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dia adalah anak kedua dari pernikahan Tuan Prasetya? Apa yang harus ku lakukan?
Teringat dengan permintaan Tuannya, secepat kilat Louser kembali menghubungi anak buahnya untuk melacakkan sebuah nomor ponsel milik wanita tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan nomor itu. Gerakan cepat ia pun menekan nomor ponsel milik Sonya. Namun, Louser sedikit mengumpat karena wanita tersebut mengangkat panggilannya dengan nada suara yang dilembutkan.
“Ya, selamat pagi dengan siapa aku mengobrol?”
Terdengar begitu jijik di telinga Louser. Sesuai yang dia dapatkan dari anak buahnya ternyata wanita tersebut adalah ....
“Maaf mengganggu waktu Anda, Nona!”
“Siapa, ya?”
Berdehem lalu berucap dingin. Tanpa berbasa-basi Louser langsung mengatakan tujuannya menghubungi wanita tersebut.
“Oke, katakan pada Tuanmu, aku akan datang setengah jam lagi!”
“Baik, Nona, akan saya sampaikan! Kalau begitu saya tutup panggilan ini. Tak masalah-kan, Nona?”
Tak ada jawaban dari arah seberang. Membuat Louser semakin yakin panggilannya itu pun telah di matikan secara sepihak.
“Tak ku sangka dia adalah bagian dari ... Lalu untuk apa melakukan hal ini? Aku harus segera mencari tahu tentangnya, dan tak akan ku biarkan wanita itu mengincar apa yang Tuan punya.” Bergumam sambil bertekad bahwa ia akan selalu menjaga dan melindungi Rewindra.
Setelah selesai menghubungi ....
.
__ADS_1
.
.
.
.
JODOHKU DI DEPAN MATA
Blurb :
Eldren dan Aldrich adalah saudara kandung yang dibuang oleh keluarganya di suatu tempat.
Kemudian mereka ditemukan oleh sepasang suami istri yang rela menolong nya lalu menjadikan mereka sebagai anak adopsi yang sah.
Al dan El memiliki kisah cinta yang sangat berbeda, walaupun sikap Al terbilang lebih dingin.
Tetapi mereka tetap saling menyayangin satu sama lain, meskipun caranya memang terlihat sangat unik.
Bagaimana kehidupan El dan Al selanjutnya ?
Apakah mereka bisa menemukan cintanya dengan benar ? ataukah mereka salah orang.
Lalu balas budi apa yang mereka berikan pada keluarga adopsinya ?
Akankah El dan Al adalah tipe pria seperti kacang yang lupa pada kulitnya.
Mari kita simak cerita selengkapnya di bab berikutnya.
__ADS_1