
“Mama,” panggil Sonya yang mana ia terlihat berjalan menuruni tangga untuk menghampiri Morgan yang tengah berbisik.
Hal tersebut membuatnya mengumpat kesal dengan kedatangan seseorang yang sangat Morgan benci itu. Namun, ternyata ia mendapat makian dari putri sahabatnya tersebut.
“Apa yang kau bisikkan pada, Mamaku?” sambil melipat tangan di dada. Sonya pun juga menatap penuh kebencian di depan pria yang selalu berusaha menggagalkan rencananya.
Waktu yang di nantikan oleh Morgan telah tiba, secara kebetulan ada putri sahabatnya yang tanpa berbasa-basi dengan lantang ia mengatakan pada putri Bastian, bahwa Sonya sebenarnya bukan putri kandung dari Prasetya Gayatri Smith. “Tentunya aku membisikkan pada Mamamu ini, tentang kemunculan seseorang yang tak terduga, dan tentunya orang itu sangat mengenali Mamamu karena–”
Belum juga Morgan menjelaskan. Mayang wanita itu terlebih dulu menyela perkataannya. “Sayang, kau jangan dengarkan perkataan dari orang gila ini.”
Secara tak terduga Mayang sendiri terlihat ketakutan dengan perkataan yang dilontarkan oleh Morgan bisa saja menjadikannya sebagai bomerang untuk dirinya.
Itu-lah mengapa Mayang menyela perkataan yang dilontarkan oleh Morgan, agar ia hanya ingin Sonya mengenali Prasetya sebagai Papa kandungnya, dan bukan pria yang pernah memberinya benih. Benar-benar seorang Ibu kandung yang kejam dengan memisahkan Ayah kandung tak lain ialah Bastian itu sendiri.
“Apa kau takut, Mayang?” ejek Morgan sinis, dan nada yang dingin.
__ADS_1
Membuat Mayang meradang dengan ejekan yang dilontarkan oleh Adik kandung dari suaminya tercinta, dan ia tak terima begitu saja karena sejatinya Mayang sendiri juga mempunyai kartu as yang selama ini hanya beberapa orang mengetahuinya, termasuk wanita ular juga mengetahui perasaan cintanya pada mendiang Kakak ipar yang tak lain Mama kandung Araela Ayudia Gayatri Smith.
“Kau jangan lupa satu hal tentang perasaanmu pada mendiang Iparmu itu,” hardik Mayang sambil mengepalkan tangannya. Karena ia tengah menahan amarah yang diubun-ubun.
“Kalaupun kau mengancamku karena itu. Silakan lakukan apa yang ingin kau katakan pada pria bodoh itu karena aku tak pernah takut.”
Morgan justru terlihat senang karena ia bisa menantang seorang Mayang yang begitu bahagia di atas penderitaan sang keponakan tercinta.
“Ka–” belum sempat menyahut dari arah lain terdengar suara Prasetya yang baru saja tiba di mansion, terkejut dengan kedatangan Morgan Gayatri Smith.
“Apa yang terjadi? Dan juga kau sendiri mengapa datang ke mansionku, hah!” ucap Prasetya sambil berjalan menghampiri sang istri dan Adiknya.
“Sayang, dia datang untuk mengadu-domba dengan mengatakan bahwa Sonya bukanlah putri kandungmu.” tak lupa Mayang mengeluarkan air mata buayanya.
Akan tetapi tidak berlaku bagi Morgan sendiri benar-benar muak dengan drama yang selalu dimainkan oleh wanita ular tersebut.
__ADS_1
Tanpa disangka-sangka Morgan mendapat pukulan keras, dan menyebabkan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, tapi hal tersebut tak membuat ia takut dengan kemarahan dari Prasetya.
“Apa maumu, hah!” hardiknya dengan nada satu oktaf. “Tak bisakah kau menganggap dia istriku sebagai, Iparmu.”
“Sudah pernah ‘ku katakan padamu, kan. Aku tak sudi menganggap dia sebagai Iparku karena hanya mendiang istrimu yang tak pernah kau anggap itu-lah yang pantas ku anggap sebagai Iparku.” Morgan menegaskan pada sang Kakak. Hanya mendiang istri pertama sekaligus cintanya yang ia anggap sebagai keluarga.
Mayang yang terlihat bahagia dengan pertengkaran antara Prasetya dan Morgan sedikit menambahkan api di dalamnya dengan mengungkapkan jati diri Adik kandung suaminya yang ternyata mencintai mendiang Iparnya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1
.