Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
Serangan Cinta


__ADS_3

'To : Kesayanganku.'


'From : Mama.'


'Selamat ulang tahun Oland. Mama menebak kamu pasti baca isi surat dari mommymu bukan? Kebetulan yang menemukannya adalah Mama surat itu, dari laptop milikmu yang rusak dan baru diperbaiki oleh Mama, surat itu mungkin sudah tertuang sebelum kelahiranmu. Terpenting satu hal yang Mama pinta darimu, jangan pernah membenci daddymu. Bisa? Satu hal lagi, jika nanti di antara kamu ada masalah yang tak bisa diceritakan padamu, tolong jangan marah pada kami karena masalah ini tak ada hubungan denganmu, biarkan Mama dan dia yang menyelesaikan sendiri tanpa perlu ada campur tangan darimu. Sebisa mungkin untuk tak menghakimi kami juga, Mama terlalu mencintaimu sejak kamu menjadi bayi merah itu. Mama teringat saat pertama kali bertemu denganmu, dan saat itulah Mama sudah jatuh cinta pada bayi merah itu yang tak lain dirimu sendiri. Bukankah kita sudah berjodoh kembali, sekarang Mama bisa memelukmu dengan puas. Tak lama lagi usiamu akan bertambah dengan untaian doa, yang tak hentinya Mama kumandangkan di hadapan Tuhan. Tetaplah menjadi apa yang dipinta oleh Mommymu dan juga Mama, jangan pernah membenci apa pun pada takdir ini. Lebih baik menerima keadaan daripada membencinya tanpa jelas.'


Air mata Rolando tak berhenti mengalir membaca isi surat dari dua wanita yang mencintainya. Sakit menyesak di dada sudah pasti, tapi secepat mungkin ia menepis karena berjanji pada mereka.


Mereka dua wanita yang menyadarkan pria kecil itu banyak hal, termasuk Mama tercinta yang sudah lama mencintainya.


“Aku mencintai kalian.” Berbisik pelan sembari tak lupa memberi kecupan jauh untuk Mommy tercinta, hingga tak lama kemudian pria kecil itu memutuskan untuk beristirahat sejenak.


*

__ADS_1


*


*


Di kamar sebelah yang di tempati oleh Rolando, dengan Araela sibuk melakukan penyelidikan atas kejadian menimpa sang raja, hingga bukti kecocokan pelaku pun telah didapatkan oleh gadis tersebut.


“Jadi, dia yang melakukan ini pada kakek? Pasti karena terlalu obsesi pada posisi yang akan ku’ tempati nanti, membuatnya melakukan hal menjijikan seperti ini dan aku sangat membencinya. Aku baru bertemu dengan kakekku, tapi kau sudah ingin mengirimkannya ke makam. Kalau begitu aku tak akan menahan diri untuk, melawan sosokmu yang tak akan bisa menyentuhku dengan mudah.”


Bertekad kuat untuk menaklukan negara yang akan dipimpin oleh gadis itu, ia pun kembali menelusuri sesuatu yang bisa dijadikan bukti lain.


“Kamu serius sekali duduk di hadapan laptop ini, Honey?” Lontaran tanya itu terucap bersamaan, dengan Rewindra yang tak hentinya mencium aroma wangi di tubuh mungil sang istri, hingga ia pun mendadak ikut mengarahkan pandangan mata di hadapan, layar laptop yang tiba-tiba berganti isi dokumen tentang skripsi kampus. “Butuh bantuan tidak untuk masalah kampusmu, Hon?”


“Tak perlu, aku bisa melakukannya sendiri.” Gadis itu menolak halus, bukan karena tak ingin dibantu. Hanya saja pria yang sedang memeluk dirinya, tak mengetahui seberapa tinggi IQ dalam menghadapi masalah kampus. Ia pun sengaja mengganti layar yang berisi dokumen skripsi, agar pria itu tak mengetahui perihal tentang kerajaan yang sedang diselidiki. “Kamu sudah membahas masalah ulang tahun Oland, Bee?” Ara mengganti topik lain, sembari menikmati pelukan dari sang suami.

__ADS_1


“Kamu sendiri sudah membahasnya dengan dia, Hon?” Rewindra membalik pertanyaan. “Aku berencana untuk merayakan hari lahir Oland, seperti yang biasa kulakukan pada tahun sebelumnya. Kamu tak keberatan?”


Araela menggeleng. “Aku berencana akan mengajak dia, mengunjungi makam mommynya dan juga mamaku.” Tanpa berbasa-basi, gadis itu langsung mengutarakan niatnya. “Apa David datang menagihmu, karena aku yang membuatnya bangkrut?”


“Untuk masalah pergi ke makam, aku akan mengantarkan kalian!” Meskipun berat Rewindra tetap mengupayakan niat sang istri, sembari membahas perihal yang membuat pikiran pria itu terganggu. “Ya, dia datang menagihku di kantor, Hon. Jujur, aku sangat cemburu kamu keasyikan mengobrol dengannya.”


Araela berdecak kesal dengan tingkah laku sang suami, hingga gadis itu menyikut perut untuk melepaskan diri dari pelukan, sembari membalikkan tubuh mungil untuk berhadapan dengan pria itu.


Menarik kasar dasi yang melekat pada kemeja dikenakan oleh Rewindra untuk, mendekatkan diri dengan kedua tangan menarik tengkuk sang suami.


Memberinya serangan dadakan dengan mengecup bibir ranum itu menyalurkan, perasaannya secara menggebu-gebu yang disambut oleh pria itu.


“Honey, kamu ....” Rewindra terperanjat kaget mendapat serangan dadakan dari istrinya.

__ADS_1



__ADS_2