Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Alex pun hanya bisa membatin dalam diam tanpa berperasaan. Mengingat ia sendiri begitu sangat membenci Sonya yang terlalu serakah memanfaatkan keadaan sahabatnya tersebut.


Mengingat Alex juga tak mengerti mengapa Samuel masih betah berpacaran dengan wanita ular itu, dibandingkan memutuskan hubungannya yang mana membuat ia selalu kesal ketika bertemu dengannya.


“Sam, kau harus ingat dan camkan dengan baik. Karena aku tak yakin wanita ular itu berhenti mengganggu masa lalumu. Kau tentunya ingat sendiri ‘kan, dia selalu iri dengan apa yang dimiliki oleh Araela.” Alex menegaskan bahwa ia ingin Samuel berhati-hati bila ingin bertindak lebih dalam hal melindungi Araela Ayudia Gayatri Smith.


“Jangan terlalu mencampuri urusan pribadiku, Lex. Aku sangat tahu apa yang harus ku lakukan untuk melindunginya dari jauh,” sahut Samuel acuh.


Tak lama kemudian keduanya pun berdiam membisu yang mana setelah itu Alex meninggalkan ruangan pribadi milik Samuel untuk menyelesaikan tugasnya sebelum ia serahkan kembali pada Samuel.


***


Setelah bertemu dengan Bastian. Di dalam mansion ini pertama kalinya Morgan menginjakkan kaki setelah sekian lama tak berkunjung. Hal tersebut ia lakukan untuk membuat perhitungan pada putri Bastian yang terang-terangan mengusik keponakan tercinta.

__ADS_1


Bahkan ia sendiri tak bergeming jika nanti sang Kakak mengetahui perasaan cintanya pada mendiang Mama kandung Araela. Semua itu dilakukan murni karena cinta kasihnya yang tak lekang oleh waktu meskipun kenyataannya cinta Morgan bertepuk sebelah tangan. Ia akan tetap melakukan perlindungan dan juga menjaga sang keponakan dari kejahatan busuk yang dilakukan oleh Sonya, putri kandung Bastian.


Langkah kakinya terhenti ketika ia melihat kepala pelayan di mansion tersebut yang tak lain ialah Nun yang bekerja di bawah pengawasannya.


“Selamat siang, Tuan Muda,” sapa Nun tak lupa ia juga membungkukkan tubuhnya.


Akan tetapi Morgan enggan membalas sapaan dari kepala pelayan tersebut. Mengingat tujuan ia datang ke mansion itu untuk memberi kejutan yang sedang dilakukan olehnya. “Bagaimana keadaan di sini? Apa semua aman, Nun?”


Lalu kemudian Nun pun memberi laporan untuk Tuan Muda, bahwa mansion tersebut aman terkendali, meskipun pada kenyataannya Sonya selalu berusaha mencuri berkas-berkas yang tersimpan rapat di suatu tempat.


“Aku datang ke mansion ini atau tidak bukan urusanmu, Mayang! Dan sebaiknya kau urusi putrimu yang tak tahu malu itu.” menghardiknya dengan setengah membentak tak membuat Mayang takut dengan Morgan yang selalu berhasil menggagalkan usahanya. Ketika ingin menguasai semua yang di miliki oleh mendiang istri pertama Prasetya sang suami tercinta.


“Apa yang kau inginkan?” Mayang terlihat waspada ketika ia tak sengaja menatap sorot mata yang dingin itu.

__ADS_1


“Bukankah aku sudah pernah memberimu peringatan keras, untuk mendidik putrimu itu yang ternyata masih mengusik sesuatu yang membuatku muak dengan tingkah lakunya. Kau tahu sendiri ‘kan? Apa yang ku maksud, Mayang?”


Bola mata Mayang membulat sempurna ketika ia mendengar pernyataan tentang dirinya yang tak bisa mendidik Sonya dengan baik, yang ternyata sang putri tercinta justru terlalu bodoh membuat rencana, dan hasilnya di depannya ini sedang berhadapan dengan Morgan Gayatri Smith.


S!alan! Kenapa kamu bisa kecolongan seperti ini, Sayang? Aku tak yakin dia tak melakukan sesuatu, dan aku merasakan firasat buruk kali ini. Tapi apa?


Morgan yang melihat Mayang tak bereaksi karena wanita sedang melamun, dengan ia perlahan berjalan menghampiri sambil membisikkan sebuah kata yang membuat tubuhnya menegang. “Dikarena-kan putrimu telah menguji batas kesabaranku. Kali ini kau bakalan terkejut dengan kemunculan–”


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2