Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

“Kenapa Mama menyindirku seperti itu?” Rewindra tak berkutik jika sang Mama membuka suara.


“Mama-kan hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Apa itu masalah buatmu penjahat anu?” Dahlia tak mau kalah dengan Rewindra. Sebab, apa yang ia katakan itu memanglah kenyataan yang ada.


Putranya itu memanglah seorang pria yang gemar bermain-main dengan wanita, sampai ia mendapat julukan duda casanova dari orang-orang suruhannya itu.


“Terserah apa kata, Mama.” tak mengidahkan teriakkan dari Mamanya. Ia pun melangkahkan kakinya berjalan menuju ke arah kamar untuk menghubungi Louser dan meminta datang ke mansion.


Tiba di dalam kamarnya ia melepas jas dengan kemeja yang di pakai dan melemparnya ke sembarang, sambil mengusap kasar wajahnya karena sampai saat ini terus terbayang oleh wajah gadis tersebut.


Bertelanjang dada sembari mengambil ponsel di saku celana yang ia pakai itu, dengan menekan nomor ponsel milik Louser yang langsung mendapat sapaan dari arah seberang ponsel.


“Selamat sore, Tuan Muda Rewindra. Ada gerangan apa menghubungi saya?” sambil tergelak lucu Louser tertawa terbahak-bahak ketika menyapa sang atasan seperti itu.


“Kau sudah bosa hidup ya, Ser!” sahut Rewindra dingin.


“Maaf! Kalau begitu aku tutup du–”


“Jangan di tutup karena aku ada tugas untukmu.” Rewindra meminta Louser untuk tak menutup panggilannya itu.


“Tugas apa yang akan kau perintahkan padaku?” tak jadi menutupnya Louser menahan diri untuk tak mencandai Rewindra.

__ADS_1


Oleh karena itu ia begitu yakin, jika atasan sekaligus sahabatnya itu sedang memerintahkan tugas untuk dirinya.


“Jemput aku ke mansion dalam setengah jam, aku akan menunggu di depan ruang tamu.”


“Kau ingin ku antar pergi ke mana?” Louser dibuat bingung dengan perintah yang didapatkan dari atasannya itu.


“Kau jemput aku dulu, dan jangan bertanya apa pun tentangku.”


Tanpa menghiraukan umpatan dari arah seberang yang mana sambungan itu pun dimatikan oleh dirinya.


Oleh karena itu ia ingin segera memeriksa kondisi belalai gajah, dengan seluruh tubuhnya karena selama ini ia selalu menjajankan diri, tetapi sedikit pun tak pernah bermain dengan tak memakai sarung yang dipakai belalai gajahnya.


Mendadak kepalanya sedikit pening karena sang belalai gajah berdiri dengan gagah, dan tak mau tertidur meskipun masih ada rasa perih karena tendangan maut tersebut.


Membuatnya mengumpat geram, bagaimana mungkin ia yang biasa dijuluki duda casanova bisa terjerat pesona dari gadis bar-bar itu.


Mengapa juga sang belalai gajah mendadak loyo ketika ia akan meluapkan hasrat yang bergejolak di tubuhnya.


Hampir satu jam ia mengurung diri di dalam kamar, sampai tak menyadari ada Louser yang sedari tadi menunggunya.


Louser yang berada di kantor dan mendapat perintah dari tuannya, mau tak mau ia pun melakukan perintah tersebut, yang mana kini di dalam ruang tamu itu sedang mendapat introgasi dari Nyonya Dahlia.

__ADS_1


Menanyakan tentang tingkah laku yang selama ini dilakukan oleh tuannya itu.


“Apa tuanmu masih melakukan hal itu?” Dahlia tanpa berbasa-basi pun dengan gamblang menanyakan langsung pada asisten pribadi Rewindra.


“Untuk sekarang saya tidak tahu, Nyonya.” Louser bukan tak ingin menjawab, tetapi atasannya itu pasti akan memberi ancaman mematikan.


.


.


.


.


Mohon maaf readers aku cuman up 1 bab karena si bayik rewel gegara gusi giginya enggak bisa di senggol 🤕🤧


Minta doanya untuk si bayik


Kalian ingin berkenalan masuk ke grub chat othor atau bisa dm di ig ku ya


See you next time

__ADS_1


Love you all


__ADS_2