Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar

Duda Casanova Terjerat Cinta Gadis Bar-bar
DCTCGB


__ADS_3

Sampai membuat Samuel membatin sambil membayangkan ia sedang berjalan dengan seseorang yang pernah mengisi hatinya. Tempat ini memang sedikit berbeda dengan dulu yang saat itu bersamamu Ela. Andaikan waktu bisa diputar ulang aku tak akan terlarut dalam penyesalan ini tak ada artinya dibandingkan kata maaf yang tak akan pernah bisa menyembuhkan luka yang telah ku torehkan untukmu. Selamanya di lubuk hatiku terdalam hanya namamu yang masih tersimpan sampai saat ini.


Di taman bermain ini-lah Samuel mengenang kembali masa lalunya ketika bersama Ela ia akan menjadi dirinya sendiri. Namun, semua itu hancur lebur ketika seseorang merusak kebahagiaan hati mereka sampai saat ini rasa bersalah itu terus menggerogoti hatinya.


Menelurusi sepanjang perjalanan di sekitar taman bermain sampai manik matanya memicing ke arah seseorang yang sangat ia kenal.


Ketika di amati dengan teliti Samuel terkejut bukan main saat mengetahui bahwa di taman ini ia bertemu seseorang yang pernah mengisi hatinya, dan ternyata orang itu adalah wanitanya Araela Ayudia Gayatri Smith.


Jika Samuel begitu semringah bertemu dengan Araela, lain halnya dengan Sonya bertemu anak pembawa si@l merupakan petaka baginya.


“Sayang ...,” panggil Samuel tanpa menolehkan ke arah Sonya.


Sonya yang mengikuti arah pandangan mata Samuel, mengumpat geram dengan menyayangkan tindakan sang kekasih semakin membuat ia membenci anak pembawa si@l yang tak lain sebutan untuk Araela.


“Jangan bilang kamu akan menemuinya?” hardiknya dengan geram.

__ADS_1


“Aku ingin menyapanya. Apa kamu keberatan, Sayang?” Karena Samuel yakin Sonya tak akan mau bertemu dengan Araela gadisnya di masa lalu itu.


“Aku menolak!” ketus Sonya sembari berpura-pura mengerucut kesal.


“Ya sudah kalau kamu tidak mau bertemu. Tunggu disini aku hanya menyapanya sebentar.” Tanpa memedulikan Sonya, Samuel pun tetap bertekad untuk menyapanya.


Menggeram kesal dengan gigi menggeretak bergemuruh terpaksa Sonya menurunkan egonya untuk mengikuti langkah kaki Samuel. Namun, bola membelalak lebar ketika melihat orang yang ia benci itu sedang bersama dengan anak lelaki yang menabraknya di kantor sebelum Sonya berada di tempat sekarang.


Ketika sampai di depan tepat ketiga orang tersebut. Samuel tanpa berbasa-basi menyapa seseorang yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya.


“Long time no see, El,” sapa Samuel dengan nada sendu.


“Jangan memanggilku dengan sebutan yang membuatku ji’jik,” sarkas Araela dingin.


Samuel hanya bisa menatap gadisnya di masa lalu dengan raut wajah yang terlihat sendu. “Apa aku tak bisa mendapatkan maaf darimu, El?”

__ADS_1


Sonya yang mendengar permintaan maaf Samuel menjadi geram. Tentu saja ia tak terima jika kekasihnya itu meminta maaf pada anak pembawa si@l itu.


“Maafmu sudah tak ada artinya di mataku, semenjak kau lebih memercayai bualannya dibandingkan denganku yang selalu menaruh kepercayaan itu, tapi apa? Kau mematahkannya hanya sekejap mata. Sampai sini paham?” Araela menegaskan bahwa di matanya Samuel tak lebih dari seonggok sampah.


Akan tetapi siapa menyangka Sonya pun turut andil dalam pembicaraan keduanya dengan memanfaatkan keadaan. Namun, ia sendiri tak menyadari bahwa Samuel sudah tidak lagi memercayai bualannya. Karena Samuel hanya mengikuti arus permainan yang sedang dimainkan rapi oleh Sonya itu sendiri.


Yang tanpa diduga Sonya berusaha mengangkat tangan untuk menampar Araela, dan ditangkis sampai membuat salah satu tangannya kembali sakit karena memelintirnya dengan keras.


“Lepaskan br3ngs3k!” teriak Sonya sembari meringis pelan dengan menatap ke arah Samuel untuk meminta pertolongan. “Sayang ....”


“Lepaskan dia, El,” pinta Samuel dengan nada sendu.


Menulikan permintaan dari pria yang pernah mengisi hatinya. Tanpa diduga Araela melampiaskan rasa sakit itu dengan menendang keras tubuh ramping Sonya.


“Katakan pada ulat busuk itu untuk tak mengikuti dan mengganggu kehidupanku! Karena aku terluka maka dia akan berhadapan dengan seseorang yang lebih mencintaiku. Ingat dan camkan itu!” tanpa menolehkan ke belakang ....

__ADS_1


__ADS_2