
Aora mulai berlari menuju ke arah dimana kekuatan Mirai berada, gelapnya hutan tidak menyurutkan langkahnya mencari keberadaan Mirai
Di bawah sinar bulan ia melihat sosok kecil, yang ia cari dengan sisa tenaganya.
"Ah! Ketemu! Mirai untunglah kau bisa selamat.... " gumamnya.
Aora menghetikan langkahnya sejenak. Alisnya berkernyit heran mendapati sosok misterius berdiri di hadapan Mirai. Dari postur tubuhnya, sangat jelas bahwa orang itu seorang pria.
Cahaya bulan tidak begitu terang hingga bisa menunjukkan siapa pria berjubah hitam tersebut. Aora hampir bisa mendekati Mirai dan melihat siapa pria yang bersamanya, namun pria yang bersama Mirai tiba-tiba lenyap begitu saja. Aora tidak bisa berpikir apa-apa sekarang, fokusnya hanya kepada Mirai.
"Mirai! " panggil Aora
Mirai menoleh ke asal suara yang memanggil namanya. Wajahnya tersenyum sayu, namun gadis itu tidak bisa menyembunyikan raut penant dimatanya
" Aora? maafkan aku. Apak kau ba-"
Belum selesai Mirai berbicara, tubuh pria yang berlari ke arahnya langsung memeluknya erat. Tanpa mengatakkan sepatah kata pun Aora memeluk tubuh Mirai. Ia membenamkan kepalanya di bahu Mirai, tangannya dengan lembut megelus rambut hitam panjang Mirai.
"Syukurlah kau selamat! Jika sampai terjadi sesuatu denganmu. Aku- " Aora tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Dari pada mengkhawatirkanku, lebih baik kau khawatirkan saja kondisi tubuhmu ini, dasar bodoh!" tanpa sadar air mata Mirai mulai menetes membanjiri pipinya
.................... ...
Di dalam Markas Tengu, muncul gerombolan gagak hitam, gagak-gagak itu mulai melebur dan menjadi sosok pria tinggi berjubah hitam.
Brak!
Tubuh Xio tersungkur kelantai. Xio pun mencoba bangkit berdiri dan duduk di atas ranjangnnya. Xio lantas membuka jubah hitam khas Tengu asal dan melemparkannya ke samping.
Punggung Xio yang bidang serta tubuh bagian atasnya yang cukup Atletis terpangpang jelas. Perut sixpack yang penuh bekas luka lama serta luka terbakar di dadanya yang cukup parah
Xio membuka laci di samping tempat tidurnya dan mengambil perban dari sana. Ia melilit dadanya yang terluka akibat ledakan saat menyelamatkan Mirai.
Ia juga melihat tangan kanannya yang terluka parah, akibat menyegel kekuatan batu 3 Pilar itu. Xio sedikit berkenyit, ketika membalut tangan kananya dengan perban
Pola gyoku milik Xio. Pola yang terdapat bulan sabit di tengah, dengan lambang air di empat sudut dengan garis melingkar menghubungkan keempat lambang air melingkari simbol bulan sabit itu.
Tok.... Tok.... Tok
"Leader! Ini aku, Nee! " suara Nee terdengar dari balik pintu
"Masuklah! "
Nee mulai membuka pintu dan masuk ke kamar Xio, tentunya dengan partnernya yang cerewet. Nee tertegun sejenak ketika melihat tubuh Ledernya yang penuh dengan luka bakar
"Heh! Tidak biasanya leader mendapat luka sebanyak itu dari sebuah petarungan. Apa kau sedang melawan musuh yang amat kuat? " tanya Zou
" Apa yang terjadi Leader? " Nee pun turut bertanya. Sangat jarang Xio mendapat luka parah seperti itu
" Ini hanyalah luka kecil, tidak perlu kalian hiraukan! "
"Apakah mungkin kau berteleportasi menggunakan jurus ilusi gagakmu?"
Meski itu terjadi, tidak mungkin kau kehilangan banyak kekuatanmu hingga level ini. Sampai kau tidak bisa menjaga tubuhmu dari serangan fisik" pungkas Nee
"Aku pergi mengambil Batu Pilar di desa besi! " pungkas Xio
" Bukankah misi di desa besi, berada di tangan Mirai? "
" Aku tidak mungkin menyerahkan pekerjaan berbahaya seperti itu kepada Mirai sendirian"
"Jadi kau diam-diam ikut menyusup ke desa besi dan mengawasi Mirai, begitu? " tanya Zou tak percaya
__ADS_1
" Zou diamlah! " ucap Nee membentak Zou
" Jadi, untuk menyusup ke desa Besi tanpa satu orang pun mengetahuinya, kau menggunakan kekuatanmu? "
Salah satu kekuatan Xio adalah dapat memanipulasi waktu serta jarak. Berbeda dnegan sihir teleportasi biasa, teknik Xio bahkan tidak bisa dideteksi sensor sihir sedikitpun. Hal itu karena Xio menggabungkan ilusi dan memanipulasi kekuatannya, sehingga ia mampu menembus pelindung terkuat tanpa seorangpun yang menyadari. Seperti pelindung Desa besi dan pelindung petir yang di buat Aora, tanpa di ketahui siapa pun.
Namun, hal itu juga dapat dengan mudah menguras kekuatan tubuh Xio. Ditambah ia harus menyegel batu tiga pilar itu. Sehingga tidak ada kekuatan yang cukup yang bisa melindunginya dari efek ledakan itu.
Xio mulai terbatuk, itu menandakan tubuhnya lemah kehabisan tenaga.
"Apa perlu aku membawa Mirai kesini untuk Mengobatimu? " ucap Nee
" Tidak perlu, ia dalam misi menyamar sekarang. Hal itu dapat mempengaruhi misi. Kau dan Nee keluarlah!
Aku hanya perlu istirahat. Besok kita bahas lagi" ucap Xio
Nee dan Zou keluar dari ruangan sang leader. Xio berdiri, berjalan menuju balkon dengan pemandangan bulan dihadapannya ia langsung bergumam.
"Sepertinya,Kau juga tumbuh menjadi pria yang hebat. Seperti biasa Aora! "
...........
Aora mengetuk puntu ruangan ketua Zen, ia langsung masuk dan memberikan salam ke pria paruh baya itu.
"Selamat pagi, ketua" ucapnnya sembari membungkuk.
"Selamat pagi Aora, tidak perlu terlalu formal denganku, hanya ada kita berdua di ruangan ini" ucap Zen yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Baiklah guru. Sepertinya banyak yang harus dikerjakan oleh seorang Pemimpin desa, itu tidak seperti dirimu saja! " ucap Aora kepada pria tua yang duduk di depannya.
"Ya.... Tanggung jawab sebagai ketua, membuat sifat diriku kian hilang. Aku di tuntut lebih bijaksanan lagi, banyak orang yang bergantung padaku sekarang" ucapnya sambil tersenyum dan menggaruk kepala yang tidak gatal
"Ya memang benar. Guruku ini bukan tipe orang yang tahan berdiam diri di balik meja kan? " sambung Aora sambil tersenyum di balik maskernya.
"Akhir-akhir ini aku melihatmu sering tersenyum Aora, terlebih ketika bersama dengan Mirai. Entah kenapa, saat aku perhatikan kau dengan Mirai, sikapmu malah mirip denganku, ceroboh dan hangat. Itu tidak seperti dirimu sendiri" pungkas Ketua zen
"Atau jangan jangan selama ini terjadi 'sesuatu' dalam misi bulan madu itu, heh? " jawab ketua yang mulai kambuh sikap keponya
" Terserah apa yang paman pikirkan, aku tidak peduli" balas Aora ketus
Zen hanya bisa terawa jengah mendapati jawaban Aora. Bocah didepannya sudah kembali ke sifat cueknya
"Daripada membahas hal yang tidak berguna, ini rincian laporan penyelidikan di desa Besi " jawab Aora sambil menyerahkan Amplop Coklat.
" Sudah aku duga, mantan ketua cops Awan putih tidak pernah mengecewakan" ungkap Ketua
" Sejauh yang kami dapatkan informasinya, desa besi di bawah pemimpinan Mifuu mengembangkan sebuah boneka sihir yang terbuat dari besi dengan ukuran raksasa. Ia berencana menyerang Desa Sora dengan memanfaatkan Boneka itu
Ia memanfaatkan sebuah batu misterius, guna menguasai kekuatan batu tersebut. Mifu mengestrak kekuatan besar batu tersebut ke dalam tubuhnya untuk menggerakkan boneka raksasa itu"
"Batu misterius? Lalu kenapa pemimpin desa besi ingin berperang melawan kita, bukankah itu perang saudara? "
" Pemimpin mereka, Mifuu mengatakan kecewa dengan sistem Negeri dan desa Sora. Ia kecewa akan desanya yang hancur karna sering dibuat sebagai medan perang.
Dan mengenai batu berkekuatan aneh yang dapat mengirimkan sejumlah besar kekuatan itu aku masih belum mengetahuinya, tapi yang jelas akibat kekuatan dasyat itu, Mifuu sendiri tewas meledak. "
" Dimana batu itu sekarang? "
" Entah ikut lenyap dalam ledakan, aku belum bisa menemukannya"
Ketua Zen pun berdiri, dan menatap pemandangan desa dari kaca jendela di belakang mejanya.
" Kekecewaan sistem dunia ini, ya? " ucapnya sambil memejamkan mata.
Karena Aora menyinggung tentang batu tiga pilar, ia pun mulai teringat legenda Nue.
"Aora, Mungkin kau pernah mendengar legenda tentang Makluk mistis bernama Nue? "Tanya ketua Zen
__ADS_1
" Tentu saja, itu adalah cikal bakal kekuatan yang saat ini dimiliki manusia untuk mengendalikan semua elemen inti dan memanipulasinya. Tapi itu hanya berdasarkan cerita para pendahulu aku tidak yakin makhluk itu benar-benar ada didunia ini"
"Ya kau memang benar, bagi kita itu hanyalah sebuah dongeng pengantar tidur. Tapi semua itu berdasarkan sesuatu yang nyata. Nue, makhluk itu bebra-benar ada dan disegel disuatu tempat. Jauh sebelum itu terjadi, sesaat Nue berhasil di segel oleh 3 Pilar Penjaga Langit.
Segel kekuatan Nue yang berupa Batu Pilar Penjaga tersebar di 4 penjuru Negeri Sora.
Konon katanya, batu itu memiliki kekuatan tak terbatas.Jjika ke empat batu itu sebagai kunci segel digabungkan, maka Nue akan kembali bangkit. Selain itu, Nue yang di segel oleh ketiga Pahlawan turut menurunkan kekuatan hebatnya sebagai kutukan terhadap ke Tiga Pilar.
Kau pernah bertanya padaku, kenapa kau memiliki Gyoku dengan simbol langka?
Aku beritahukan sekarang alasannya, karna kau sudah cukup dewasa sekarang. Gyoku di tanganmu adalah salah satu kekuatan murni yang diturunkan oleh Nue, dengan kata lain kau salah satu reinkarnasi dari 3 Pilar Penjaga Langit.
Kekuatan di matamu sendiri berasal dari Mata Nue, yaitu kekuatan spesial dengan simbol 'Matahari' yang saat ini kau miliki.
Selain itu, kekuatan yang diturunkan ke dua orang lainnya adalah kekuatan untuk memanipulasi pikiran yang memiliki simbol Bulan, serta kekuatan penghisap jiwa yang memiliki simbol Salju" Ucap ketua Zen
"Jadi selama ini, Kekuatan aneh di mataku berasal dari keturunan salah satu Pilar?
Tapi, seingatku aku tak pernah melihat kekuatan seperti ini, tidak terkecuali pada ayahku" tanya Aora
"Menurut legenda, segel Nue akan melemah ketika Ketiga Pilar Penjaga Langit terlahir kembali dalam sebuah siklus reinkarnasi.
Sehingga untuk menghindari lepasnya segel Nue. Ketiga clan Keturunan Tiga Pilar Penjaga Langit, turun temurun menjaga segel itu, guna menghindari orang serakah untuk memanfaatkan kebangkitan Nue
Namun, tidak semua kekuatan itu diturunkan secara penuh kegenerasi keluarga penjaga segel. Sampai saat ini belum ada yang pernah melihat kekuatan nyata yang diturunkan Nue.
Bahkan ayahmu dan ibumu tidak menujukkannya, Namun aku melihat kekuatan spesial itu lewat dirimu Aora. Aku tidak tahu apa 2 orang yang aku curigai sebagai reinkarnasi 3 pilar memilikinya juga"
"Apa maksud paman dengan ibuku? Dan siapa dua orang yang paman curigai? "
" Perlu kau ke tahui ayah dan ibumu masing masing adalah Clan keturunan Pilar Penjaga. Matahari dan Bulan. Kamu mengetahui pasti, salah satu orang yang kucurigai bukan? "
"Jangan bilang, orang 'itu'?" jawab Aora tak percaya.
" Ya benar, selain orang' itu' tidak ada lagi yang bisa dicurigai.
Tapi aku masih tidak mengetagui dimana anak anak itu, baik yang memiliki simbol bulan ataupun simbol salju di gyoku mereka saat ini.
Jika benar mereka telah bereinkarnasi, salah satu dari mereka memiliki kekuatan kehidupan yang luar biasa.
Konon bahkan darahnya pun dapat mengobati luka, bisa di katakan ia adalah dewi pengobatan. Sama seperti yang tertulis di legenda, ia adalah penghubung sekaligus yang menjadi pilar tertinggi, ia adalah orang yang memiliki simbol salju di tangannya! " pungkasnya
"Bagaimana mungkin salah satu keturunan yang ditakdirkan menjadi salah satu 3 Pilar Penjaga Langit tega membunuh ayahnya sendiri, maksudku orang 'itu'.
Hingga kini aku tidak pernah mendengar kabarnya. Jika dia masih hidup, aku ingin sekali bertarung dan membunuhnya dengan tanganku sendiri" ucap Aora mengepalkan tangannya.
"Saudaramu?
Bahkan aku sendiri tidak tahu dimana ia sekarang. Aku masih tidak yakin, di malam naas itu, ia sendiri yang menusukkan pedang ke tubuh ayahnya"
"Tidak ada lagi yang perlu diyakinkan, aku sendiri yang melihatnya menusuk tubuh ayah kami hingga tewas. Selama aku madih bernafas tidak pernah aku maafkan orang itu! " ucap Aora dengan emosi yang memenuhi dirinya.
Ketua Zen hanya berdiri termenung, menatap kosong pemandangan desa didepannya
"Padahal ia adalah anak yang penuh kehangatan, sebagai saudaramu. Ia berkepribadian cerah dan optimis ketika kecil" guman Ketua Zen sembari terus melihat keluar jendela
Note Author :
Selama tersegel, Nue juga menyebarkan kekuatan sihirnya ke jiwa manusia yang pernah dihisapnya. Ini adalah alasan kenapa manusia di dunia ini memiliki kekuatan yang dapat di keluarkan oleh segel tangan berbentuk kristal (pada orang umum) yang di sebut gyoku berupa 5 inti kekuatan. Api, air, tanah, petir dan angin
Mereka menyerap energi alam dan menggabungkan kekuatan itu dengan energi sihir, sehingga dapat mengeluarkan kekuatan, setidaknya satu jenis energi inti (Masih banyak manipulasi dari kekuatan sihir itu, salah satunya yang diperlihatkan Nee dan Zou) lewat gyoku mereka
Dan tidak semua orang bisa menggunakan sihir itu, hanya keturunan orang teryentu memiliki sihir disini disebut sebagai Orang militer, sedangkan orang yang tidak memiliki garis keturunan kekuatan itu disebut rakyat biasa.
Itu saja penjelasan Aothor tentang dunia Mirai~~~happy reading😘😘😘
^^^Ttd^^^
__ADS_1
^^^YUKI MIRAI😘^^^