
Mirai masih menatap hamparan langit berbintang, matanya masih menyipit tatkala sebuah berkas cahaya putih tiba-tiba muncul dilangit.
"Mereka datang! " ucap Mirai antusias. Ia bisa menebak, kabut putih itu membawa Nee dan Zou kembali dari dunia antah berantah.
Dua siluet pria terlihat, tubuh keduanya masih dipenuhi sihir Tora yang menyilaukan. Zou dan Nee akhirnya menapakkan kaki mereka di tanah. Mirai lantas menghampiri Zou, namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok asing yang berdiri tepat di samping Zou. Mirai mengerutkan alisnya, siapa laki-laki tinggi berambut biru pucat di samping Zou itu?
Zou dan Nee mulai membuka matanya. Hal yang pertama mereka lihat adalah wajah kebingugan Mirai.
"Hey! Ada apa dengan wajahmu itu Mirai? Apa kau tidak senang kami kembali, heh?! " gerutu Zou sambil berkacak pinggang.
Siapapun yang melihat sikapnya, tidak ada yang menyangka ia adalah sosok mantan penguasa. Cerewet dan terkesan kekanak-kanakan, itulah sikap yang melekat pada pria yang hampir tidak pernah mengalami masalah penuaan itu
"Bukan itu. Tapi, siapa pria asing disampingmu itu, Zou. Lalu dimana Nee?" ucap Mirai dengan wajah kebingungan
"Dia Nee! " ucap Zou asal sambil berlalu dari sana.
Sedetik.... Dua detik.... Mirai masih belum mencerna apa yang Zou ucapkan.
" APA KATAMU?! "
Mirai bahkan lebih terkejut melihat sosok asli Nee yang selalu membuatnya penasaran. Di banding melihat sisi gelapnya beberapa saat lalu, Mirai merasa melihat wajah asli Nee yang jauh dari kata buruk rupa lebih mengejutkan.
" Ini aku, Yuki. " ucap Nee pelan. Dari suara serta cara bicaranya, Mirai menyadari bahwa pria didepannya itu benar-benar Nee. Mirai segera menghampiri Nee, melihat kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka ia segera mengaktifkan Kenkou penyembuhnya.
" Kau tidak usah repot-repot menyembuhkanku. Luka di wajahku, memang seharusnya aku terima. " ucap Nee sambil berusaha mengelak.
" Diam! Jika dibiarkan seperti ini, wajahmu akan lebih jelek lagi! " canda Mirai. Sinar berwarna merah jambu memenuhi telapak tanagn Mirai. Gadis berambut hitam panjang itu mulai mengalirkan sihir penyambuh, luka lebam di wajah Nee mulai berangsur mengilang.
Mata Mirai membulat sempurna, wajah didepanya sepertinya ia pernah melihat Nee di suatu tempat. Rambut biru pucat, mata sekelam lautan. Apa mungkin kecurigaan tanpa dasarnya selama ini benar. Kalau sosok didepannya adalah kakak Hotaru?
" Nee, apa jangan-jangan nama aslimu adalah Hikari? " ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Mirai. Nee sedikit terkejut, bagaimana Mirai bisa mengenalnya?
" B-bagaimana kau bisa mengetahui nama asliku? "
Mirai hanya tersenyum pelan. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Nee. Baginya reaksi pria dihadapannya sudah cukup sebagai jawaban. Setidaknya dengan begini, harapannya untuk Hotaru terkabul. Bahwa sannya Hikari hidup dengan baik.
"Aku harap kalian berdua (Hotaru dan Hikari) segera. Secepatnya! " ucap Mirai penuh arti. Nee hanya mengerutkan alis bingung
" Sekarang, kalian bertiga sudah kembali dari misi penyucian jiwa. Sudah waktunya bagiku untuk menunjukkan dimana letak batu pilar ke-3 yang selama ini kalian cari. "
Tora mulai beranjak dari tempatnya. Ia pun berjalan menghampiri tepian kolam teratai. Mata yang menunjukan iris dengan warna berbeda miliknya mulai terpejam. Sebuah sihir putih menyelimuti tubuhnya. Semilir angin bertiup entah darimana. Gupalan kelopak bunga sakura mulai menari, mengikuti kemana hempasan angin membawanya. Mengitari kolam teratai hingga membuat air perputar lembut. Hanya dengan satu hentakan kaki Tora, kolam teratai didepannya terbelah.
Mirai, Nee dan Zou begitu terpukau dengan pemandangan didepannya. Kolam teratai cantik, kini terbelah menjadi dua bagian. Menampakan sebuah benih kuncup bunga Teratai yang belum sepenuhnya mekar. Harum semerbak memenuhi udara, membuat siapapun yang menciumnya seakan tersihir untuk mendekati bunga teratai itu. Harum yang menunjukkan begitu mulianya pengetahuan serta kekuatan yang tertanam dalam batu pilar ke-3
" Kalian mendekatlah ke arah kuncup bunga teratai itu. Tapi sebelum itu, ada satu hal yang harus kalian penuhi sebelum mengambil batu pilar ke-3 " ucap Tora dengan suara tenangnya
__ADS_1
Semua orang di tempat itu kembali tegang. Syarat lagi? Kali ini hal aneh apa lagi yang harus mereka lewati?
" Hah! Kenapa banyak sekali syarat untuk mengambil satu batu? Kami sudah terjebak di negeri antah berantah berhari-hari! Apa tidak bisa kami langsung mengambilnya dan segera pergi dari sini! Cih! Bisa-bisa aku lebih dulu mati diterkam rubah dibelakangku! " gerutu Zou. Ia seklilas melirik jendral Kitsune yang masih diam mematung didepannya. Jika berlama-lama ditempat ini, siluman rubah itu mungkin saja akan mencoba membunuhnya
" Ini bukanlah syarat yang sulit. Disana, ditempat itu! Orang-orang yang ingin pergi kesana mereka harus semurni mungkin.
Energi Yin atau Yang di tubuh mereka tidak boleh tercampur dengan energi orang lain. " ucap Tora sambil menujuk kuncup bunga didepannya. Mirai dan Zou yang mengerti maksud Tora hanya bisa menatap satu sama lain. Sementara Nee, hanya bisa mengerutkan alisnya heran
" Apa maksud petapa?"
"Psttt Nee! Kau tidak tahu maksud pertapa agung? Energi Yin dan Yang merujuk pada energi pria dan wanita. Itu artinya jika kau sudah pernah menjalin hubungan serius hingga bertukar energi satu sama lain (Skin Ship) . Kau tidak boleh masuk ke tempat itu! " bisik Zou pelan. Nee melirik Mirai, namun gadis itu langsung mengalihkan perhatiannya ke tempat lain.
" Itu tidak masalah untukku. Zou mungkin tidak bisa pergi. Kalau begitu, Mirai! Ayo! " Nee mulai melangkah maju, tapi Mirai sama sekali tidak beranjak dari tempat itu
" Mirai! Apa yang kau lakukan! Ayo cepat! " desak Nee. Tapi Mirai hanya bisa memalingkan wajahnya, semburat merah muda tampak jelas di pipinya.
" A-aku juga tidak memenuhi syarat masuk ke tempat itu. Sebenarnya- " Mirai ragu melanjutkan ucapannya.
" Kenapa? " ucap Nee penasaran. Semenatara Zou hanya menyipitkan mata, seolah tengah menghakimi Mirai
" Mirai. Jangan bilang kau! Selama misi di Sora kau berkencan dengan seorang pria! Mengingat sikap bar-barmu itu, apa kau sudah pernah mencium seorang pria sebelumnya! Karena itu energi Yin ditubuhmu sudah tercampur? " Zou menunjuk Mirai dengan nada suara yang tinggi. Tentu saja ia tidak akan tinggal diam ketika anggota perempuan satu-satunya Tengu kedapatan berkencan dengan pria tidak jelas
" Katakan siapa pria itu! Aku akan membunuhnya! Berani sekali dia mendekati member perempuan satu-satunya Tengu! Aku akan membuat perhitungan pada pria berengsek itu! " Sikap kebapakan Zou mulai memuncah. Ia tentu tidak ingin Mirai dekat dengan pria yang buruk. Sebisanya ia sendiri harus melihat siapa pria yang berani berkencan dengan Mirai
" Zou! Hentikan! Memangnya kau ini ayahku? Kenapa kau sangat protektive sekali sih! " ucap Mirai dengan tatapan Horor. Ia tidak tahu usia pria didepannya mungkin sebaya dengan ayahnya.
Tora yang melihat pertunjukan gratis didepannya hanya bisa terkekeh pelan. Sementara Karura hanya menghela nafas pelan sambil melirik ke arah Harimau putih didepannya
" Hah! Tora-sama, dia memulai lelucon kunonya lagi. Dan bodohnya, para manusia itu percaya begitu saja dengan hal konyol yang dia ucapkan. Ckckck! "
" Oi! Hentikan pertengkaran kalian. Aku hanya ingin mengetes, siapa jomblo abadi diantara kalian! Syarat itu hanya ucapan isengku! Tau! " ucap Tora sambil terkikik. Ia begitu puas mengerjai Mirai dan yang lain. Baginya kapan lagi bisa bersenang-senang seperti ini. Semua warga Yokai telah mengetahui sikapnya yang suka mengeluarkan lelucon dengan tampang serius.
" Jadi semua itu hanya leluconmu? " ucap Zou tidak percaya.
" Bagaimana kau bisa mengeluarkan lelucon. Bukankah kau seorang pertapa agung yang bijaksana? " Mirai tidak habis pikir. Dengan wibawa serta pengetahuan yang luar biasa. Bagaiamna bisa Tora memiliki sikap jail?
" Hahahahaha! Kau pikir, kau bisa berumur panjang dengan pikiran yang kaku! Kau perlu menikmati hidup anak muda! Meski kematian menunggumu besok, setidaknya hari ini kau harus habiskan dengan bersenang-senang. Bukan begitu? "
Mirai, Zou dan Nee hanya bisa diam mematung. Mereka tidak habis pikir akan dikerjai kakek-kakek iseng berwujud harimau. Tapi kesempatan itu tidak dibiarkan begitu saja oleh Zou. Bukan Zou namanya jika ia tidak meledek Nee
" Nee! Jadi kau jomblo sejak lahir heh! Kau tidak pernah menyentuh seorang wanita?! Bahkan si dingin Yuki sudah pernah berkencan. Tapi pria gagah sepertimu bahkan tidak pernah berkencan sama sekali?! Solo dari lahir! Menyedihkan! "
" Zou kau tidak boleh begitu. " ucap Mirai dengan nada serius. Namun sedetik kemudian, senyum mengejek terukir di wajahnya. " Menjadi Zomlo bukanlah dosa. Bukan begitu, hahahahhaha! " tawa menglegar Mirai terdengar nyaring
" Benar! Hahaha! Diusianya dia bahkan sudah pantas memiliki anak. Tapi Nee malah jadi bujang lapuk! "
__ADS_1
" Aku bukan Jomblo . Tapi pria single! Tau! " Nee mulai kehilangan kesabaran
" Kau keliru Nee. Single itu prinsip, sedangkan kau Jomblo karena nasip! Hahahah"
" Diam kau Zou! Yuki! " ucap Nee mulai geram. Seketika rasa hormat pada Zou lenyap. Hampir saja Nee menjitak kepala Zou, tapi urung dilakukannya karena perkataan Tora
" Ehem! Kalian berhentilah bercanda! Sudah cukup bersenang-senangnya! Kalian lupa tujuan kalian datang kesini? " suara Tora mulai serius kembali. Ia lega, hubungan ketiga orang didepannya tidak rusak sama sekali. Terlebih untuk Nee dan Zou
" Sekarang, kalian maju dan dekati kuncup bunga teratai didepan kalian. Sihir dengan jiwa yang murni akan mampu membuat kuncup bunga Teratai itu bermekaran. Tepat ditengah kuncup, aku menyimpan batu pilar ke 3. Dengan kekuatan batu itu kalian akan menemukan jawaban mengenai sesuatu yang terjadi di muka bumi ini! "
Mirai, Zou dan Nee kompak maju ke tengah kolam dan mendekati kuncup teratai besar didepannya. Perlahan mereka mulai mengulurkan tangannya, sinar sihir putih mulai terbentuk di gyoku mereka. Dengannkejuatan sihir itu, satu per satu kelopak Teratai mulai bermekaran. Cahaya menyilaukan tercipta, kekuatan batu pilar menyebar ke atasa dan memecah gelapnya langit malam.
Jauh di desa Yokai para penghuni desa mulai melihat cahaya terang dari atas bukit. Seolah tersihir, mereka berbondong-bondong datang ke naik ke atas bukit.
Kuncup bunga sudah mekar sepenuhnya, didalam kelopak terdapat sebuah batu berkilau bak berlian berwarna putih. Mirai melirik ke arah Zou dan Nee. Kedua pria itu kompak menganggukan kepala, dan membiarkan Mirai mengambil batu itu.
Kedua tangan Mirai mulai menyentuh batu bersinar didepannya. Aliran energi kuat sekan mengalir di tubuhnya. Mata Mirai membulat tatkala energi sihir batu pilar mulai mengangkat tubuhnya ke atas.
Kenapa tubuhku serasa ringan?
Semilir angin mulai terbentuk, dengan kelopak bunga sakura yang menari mengitari tubuh Mirai. Semua Yokai berkumpul ditempat itu, mereka mulai terpukau dengan energi sihir kuat yang mengangkat tubuh seorang gadis manusia
"Bukankah ini seperti legenda yang sering kita dengar? Seseorang dengan kekuatan sihir kuat seperti itu. Hanya satu orang yang dapat melakukan itu di Dunia Yokai. Seseorang yang menciptakam negeri ini- " Gumam salah satu Yokai sambil menatap takjub ke arah Mirai yang masih melayang di udara
" Benar dan orang itu adalah Dewi Salju. Dewi dengan energi kehidupan yang kuat. Energi yang sama persis yang aku rasakan saat ini. " ucap Yokai yang lain
Simbol di dahi Mirai mulai berisnar, samar sebuah wujud dewi salju tercermim didalam dirinya. Wujud yang begitu mirip dengan Mirai, hanya saja wanita itu mengenakan kimono terkesan kuno beraksen putih dan ungu pucat. Dengan sebuah simbol salju menghiasi kimononya.
Sebenarnya kekuatan apa yang mengalir di tubuhku? Dengan kekuatan ini, aku seolah merasakan semua suka cita di dunia. Kelahiran, kehidupan dan semua kebahagian makluk di dunia ini dapat aku rasakan! Kekuatan yang aneh!
Bommmm!
Sebuah ledakan sihir tercipta. Ledakan yang menciptakan hujan salju cantik yang langsung di sambut meriah penduduk negeri Yokai
"Dengar semua! Sosok berkekuatan murni yang kalian lihat saat ini, adalah wujud dari reinkarnasi Dewi Salju.
Puluhan ribu tahun yang lalu, demi menciptakan sebuah keseimbangan atara Yokai dan umat manusia. Dewi kehidupan memisahkan para Yokai dan membuat sebuah Negeri untuk bangsa kita bisa tinggali. Kebaikan itu, sebaikanya tidak pernah kita lupakan. Dewi yang telah melindungi kita dan Dunia Yokai tempat kita berlindung saat ini!
Untuk itu, dikehidupannya saat ini mari kita berjanji untuk melindunginya! Kegelapan paling jahat sebentar lagi akan bangkit untuk itu mari kita kumlulkan kekuatan dan melawan semua kegelapan yang ingin menelan dunia ini! " seru Tora lantang.
Harimau itu langsung berlutut ke arah Mirai. Seolah berjanji, akan turut melindungi dunia di bawah perintah Mirai. Semua Yokai mengikuti semua arahan Tora tanpa terkecuali.
" Salam kami! Dewi Salju! " ucap mereka kompak
...----------------...
__ADS_1
Nee : eleh Author pun sama!
Author : Tidak ada yang namanya Jomblo Nee. Yang ada hanya, sendirian dengan gaya!