
"Aura sihir ini?" Sosok pria berparas dingin sempat menghentikan aktivitasnya. Samar ia merasakan aura sihir yang kuat memenuhi langit malam yang kelam. Pria itu tersenyum penuh arti, sambil menenggadahkan kepalanya dengan mata terpejam. Seolah menyambut tetesan hujan yang mulai membasahi tubuhnya. Rambut putihnya tersapu angin badai, sedikit-demi sedikit noda darah yang mengotori paras tampannya mulai tersapu air.
"Tampaknya kau sudah menemukan batu pilar ke-3, Mirai. " Kurasu mulai beranjak dari tempatnya berdiri.
Tumpukan mayat ia lewati begitu saja. Sebuah desa yang hancur, lengkap dengan puing bagunan yang hangus terbakar seakan menjadi saksi, perburuan Kurasu yang tidak pernah berakhir. Perburuan yang bahkan menghancurkan sebuah desa, dan membunuh ratusan orang tidak bersalah
Dengan memanfaatkan jiwa manusia yang ia serap, hari demi hari tubuh Aoryu yang Kurasu gunakan sebagai wadah sedikit sudah mulai menyatu dengan jiwanya.
"Memakan kegelapan jiwa manusia, tidak bisa membuat cangkang ini mampu bertahan lama.
Sebelum mengambil alih wadah sebenarnya (Aora), aku harus sedikit kerepotan dalam mempertahankan kebangkitan tubuhku. Tubuh kering ini harus aku diberi banyak energi dengan menghisap habis jiwa manusia sebanyak-banyaknya! "
Kurasu sadar ia tidak bisa bertahan lama hanya dengan mengandalkan tubuh tanpa jiwa (mayat) Aoryu. Untuk itu, ia harus memburu jiwa manusia lain untuk mempertahankan kebangkitannya.
Namun, sesuatu yang baru saja ia rasakan, sedikit membuatnya terhibur. Mata semerah darahnya berkilap senang. Kurasu tahu, ia tidak bertambah kuat sendirian. Sesuai dugaannya, Mirai juga mulai mengumpulkan kekuatan sejatinya
"Melawan sesuatu yang lemah memang menjengkelkan! Kau tentu juga harus bertambah kuat! Aku tidak sabar untuk segera bertemu denganmu, Mirai "
Kurasu mengaktifkan gyoku ditangannya. Tidak seperti pola yang dimiliki Mirai atau orang militer pada umumnya. Pola di tangan kanan Kurasu tampak khas. Sebuah simbol gyoku berbentuk riak air, dikelilingi simbol api berwarna hitam terlihat di telapak tangannya. Sebuah sihir hitam tercipta di tangannya. Sihir yang membentuk gumpalan kabut kecil yang menampakan sepasang mata merah darah yang menyeramkan.
" Aku harus mengucapkan selamat pada Mirai. Kita lihat, seberapa berkembang kemampuannya sekarang. " pandangan Kurasu kini beralih pada kabut hitam di tangannya.
"Pergilah! Sampaikan salamku padanya! " ucap Kurasu pada kabut hitam itu.
" Baik, Tuanku! "
......................
Kabut hitam ciptaan Kurasu melesat menembus angkasa. Bergerak cepat dalam waktu singkat, sekan tahu dimana targetnya berada. Kabut itu bahkan bisa menembus dua dimensi yang berbeda. Hanya dalam hitungan menit, kabut itu berhasil menembus ruang dan waktu dan mencapai tempat dimana Negeri Yokai berada. Aura batu pilar terasa lebih kuat di Negeri Yokai, membuatnya dengan mudah menemukan keberadaan Mirai.
Tidak memerlukan waktu lama, kabut Hitam itu langsung melesat menuju bukit Yokai tempat dimana kediaman Tora berada. Mata merah menyala menyapu ribuan Yokai yang masih terpaku dibawahnya. Kabut itu tengah mencari celah untuk merasuki salah satu Yokai dan membuat masalah. Hingga akhirnya ia menemukan target yang tepat, seorang Yokai serigala yang terlihat cocok untuk menjadi wadahnya
Brassss....
Kabut Hitam langsung merasuki tubuh Yokai Serigala. Kilapan mata merah terlihat, tubuh Yokai Serigala tampaknya sudah benar-benar dikuasai sepenuhnya. Sorot matanya berubah buas, kuku-kuku jarinya yang mulai meruncing. Tubuhnya bergetar hebat, aura sihir hitam tampak memenuhi dirinya.
Sambil menggerang pelan, ia hendak menerkam salah satu Yokai yang lengah. Tapi urung ia lakukan ketika seseorang menggapai bahunya
" Tuan Ame, apa kau baik-baik saja? " ucap Karura pelan. Ia merasakan salah satu Yokai disampingnya terus saja bersikap aneh.
" Suamiku, ada apa dengan tanganmu? Kenapa kuku-kuku tumbuh menyeramkan seperti ini? " istri dari Yokai itu mulai sadar akan perubahan suaminya. Namun, suaminya itu justru tidak menanggapinya. Ia seolah berubah menjadi hewan buas, tanpa akal sehat sedikitpun.
Aku merasakan sihir kegelapan yang pekat. Tidak salah lagi, Tuan Ame telah dirasuki sesuatu yang jahat!
Karura merasakan aura aneh keluar dari tubuh Ame, ia segera menyuruh istri dan anak Ame menyingkir.
"Nyonya bahaya! Segera menyingkir dari sini! " teriak Karura.
Ame hendak menerkam istrinya, namun Karura langsung menghadangnya dan mengorbankan tubuhnya untuk menjadi prisai. Ame menerkam bahu Karura, merobek kulitnya hingga darah segar keluar membasahi kimononya
" Jendral! "
" Menjauhlah dari sini! Cepat! " Karura berusaha mengeluarkan diri dari cengkraman Ame. Namun, luka ditubuhnya membuat pergerakannya semakin sulit. Ame menghempas tubuh Karura jauh ke tengah hutan
" Tuan Ame! Sadarlah! Kuasai dirimu! "
__ADS_1
Grrhhhh!
Ame hanya menggerang buas sambil berlari ke arah Karura. Ia mencoba menerkam leher Karura. Karura yang mulai terpojok hanya bisa mempertahankan diri sebisanya. Ia menatap ke sekelilingnya. Semua warga Yokai masih terpukau dengan kekuatan yang dikeluarkan Mirai. Seolah menjadi bius, tidak seorang pun yang sadar akan kekacauan yang terjadi di barisan belakang.
"Sial! " geram Karura. Ia mencengkram pedangnya kuat, berusaha menahan agar Ame tidak menerkam tubuhnya. Namun tetap saja, pertahanan Karura hamopr bisa ditembus. Sedikit lagi, gigi-gigi tajam menerkam leher Karura. Kekuatan Ame yang brutal bukan lagi tandingannya.
Di tengah situasi menegangkan itu, sebuah sinar putih melesat dari arah langit. Menghantam tubuh Ame hingga membuatnya terpental jauh menabrak beberapa pohon dibelakangnya
"Siapa yang mengirimu? " Mirai mulai menapakkan kakinya di tanah. Ia menatap Ame tajam. Gyoku ditangannya sudah aktif dan bersiap menyerang Ame kapan pun.
" Bagaimana kau mengetahui keberadanku? " ucap suara berat Ame. Ia menggeram marah, menggertakkan gigi-gigi tajamnya seolah bersiap menerkam Mirai
" Tidak terlalu sulit untukku merasakan kebencian dalam dirimu! Katakan siapa yang mengirimmu ke tempat ini! "
Ketika memegang batu pilar, Mirai merasakan energi positif yang kuat mengalir ke dalam dirinya. Suka cita di dunia, sekan memenuhi perasaan Mirai ketika energi tubuhnya bersatu dengan kekuatan Batu Pilar yang murni.
Namun, perasaan senang itu seketika berubah, ketika Mirai menangkap kekuatan aneh mulai menerobos masuk ke Negeri Yokai. Kebencian serta kegelapan yang pekat ia rasakan berada disekitarnya.
Tidak sulit untuk Mirai mengetahui asal kekuatan kegelapan itu. Hanya satu orang yang mampu mengirimkan kekuatan mengerikan seperti itu. Dia adalah pria yang menbawa tubuh Mirai ke dalam sebuah ilusi. Pria yang sama yang telah menikam perutnya dan memeras darahnya keluar.
"Jangan bilang, kau datang kesini karena perintah pria bernama Kurasu?! " Mirai mengepalkan tangannya kuat. Ame hanya tersenyum puas menanggapi pertanyaan Mirai
" Kau rupanya gadis yang pintar! " ucap Ame dengan senyuman mengejek. Mirai tidak bisa tinggal diam lagi, dengan sihir biru memenuhi telapak tangannya, ia berusaha menebas tubuh Ame dengan pedang es miliknya. Mirai mulai berlari ke arah Ame, namun Karura segera menghentikan langkah Mirai
"Tunggu, Mirai! "
" Minggir Jendral! Aku pastikan akan menghabisi makhluk itu dan membuat perhitungan pada Kurasu! "
Mirai hendak melangkah maju. Lagi-lagi Karura menghalangi dengan membentangkan kedua tangannya
" Kau tidak bisa membunuh Tuan Ame! Bagaimanapun tubuhnya dirasuki makhluk itu. Jika kau menebasnya dengan pedangmu, Tuan Ame juga akan ikut mati! Aku mohon, Mirai! " ucap Karura penuh harap. Ia menoleh ke arah barisan para Yokai. Istri dan anak Ame menyaksikan dengan penuh kecemasan. Mirai juga melihat keluarga Ame, ia tentu tidak tega membunuh Yokai itu?
Di saat keraguan Mirai, Ame memanfaatkan waktu untuk menyandra salah satu Yokai. Diam-diam ia mulai bergerak mendekati Yokai yang berada tidak jauh darinya. Mirai yang melihat hal itu tidak bisa diam begitu saja, tanpa menghiraukan Karura ia langsung berlari ke arah Ame dan mencekik leher Yokai Serigala itu
"Sial! Kau memanfaatkan tubuh tidak bersalah Yokai untuk menjadi perisaimu!" geram Mirai
"Hahaha.... Kau ingin menghentikanku untuk membunuh Yokai disini? Kalau begitu bunuh aku! Dan kita lihat, bagaimana kau juga akan membunuh ayah dari seorang anak! Persis seperti nasibmu dimasa lalu! " Ame mencoba membuat Mirai tersulut emosi. Benar saja, cengkraman di lehernya semakin mengerat. Mirai benar-benar berniat membunuhnya.
" Mirai! Hentikan! " Karura memcoba mengingatkan Mirai.
Tidak seperti yang lain, Tora tampak begitu tenang sambil memperhatikan kegaduhan dari kejauhan. Ekor harimaunya bahkan masih menari anggun. Nee dan Zou juga tampak cemas, hanya saja mereka sama sekali tidak berhak ikut campur dalam urusan itu. Pertarungan didepannya, sepenuhnya harus diselesaikan oleh Mirai
"Putri Yuki mampu merasakan energi jahat yang menyusup ke Negeri Yokai dengan cepat. Aku akui, kemampuannya sungguh luar biasa. Tapi, ia masih belum menyadari kekuatan apa yang sudah ia terima dari Batu Pilar ke-3."
"Apa maksud pertapa agung? Kekuatan? " ucap Zou tidak kalah penasaran
"Kita lihat saja, apa yang akan dilakukan Putri untuk menyingkirkan makhluk itu. Ia harus menyadari terlebih dahulu kekuatan yang ia dapat. Dengan begitu, putri akan tahu cara yang cocok menyingkirkan makhluk itu, tanpa harus melukai Tubuh Ame. "
......................
Mirai masih mencengkram leher Ame erat. Melihat wajah Mirai yang tersulut emosi, membuat Ame semakin antusias
" Benar! Kebencian itu! Tatapan itu, aku menyukainya! Cepat! Tebas tubuh ini dengan kebencian didalam jiwamu! Hahahaha..... "
" Cih! Dasar bodoh! Kau pikir aku akan mengikuti semua kemauanmu! Kau hanya parasit yang merasuki tubuh seseorang.
__ADS_1
Aku melakukan ini hanya untuk mengulur waktu dan mencari kelemahanmu! Dan sepertinya aku tahu cara mengeluarkanmu dari tubuh ini! " ucap Mirai dengan seringai penuh arti.
" Cih! Hentikan omong kosongmu itu! Aku ini hampir tidak memiliki kelemahan sama sekali! Ketika menjerat tubuh seseorang dalam kendaliku. Siapapun tidak akan mampu mengeluarkanku dari tubuh inangku! "
" Kau salah. Mulai hari ini, aku akan menjadi kelemahanmu! Dasar Parasit tidak tahu malu!"
Sinar putih memenuhi tangan Mirai. Mata Ame membulat, ia merasakan kekuatan Mirai memenuhi tubuhnya. Mirai tidak menggunakan eleman saljunya untuk melukai Ame. Melainkan mentransfer enegi positif dari batu Pilar ke tubuh Ame. Energi kegelapan begitu membenci energi yang memiliki sifat berlawanan dengan mereka. Sinar putih batu pilar memenuhi Tubuh Ame dan menelan semua kegelapan ditubuhnya
"Arghhhhh! " tubuh Ame menggeliat kesakitan.
Mau tidak mau, kabut Hitam yang merasuki tubuh Ame keluar. Mirai tidak melewatkan kesempatan. Ia segera membekukan kabut hitam itu. Membuatnya terbelenggu dalam kristal es ciptaan Mirai dan terjebak tanpa bisa lari kemanapun. Ame yang sudah tidak dirasuki akhirnya jatuh pingsan.
"B-bagaimana bisa kau melakukan hal itu! Aku diciptakan hampir tidak memiliki kelemahan sama sekali! "
Mirai menghampiri bongkahan es didepannya " Berisik! Hentikan omong kososngmu! Dan lenyaplah! "
Bughhhhh...
Mirai menghancurkan bongkahan es itu hingga hancur berkeping-keping dengan tangan kosong. Energi yang dikeluarkan Mirai bahkan mampun membuat tanah yang ia pijak terangkat ke atas. Semua orang ditempat itu hanya bisa diam membeku. Melihat kekuatan penghancur Mirai, yang bahkan menbuat tanah disekelilingnya retak tak berbentuk
"Tidak hanya kekuatan sihir. Mirai juga mendapat kekuatan fisik manusia super. Aku berjanji, mulai hari ini tidak akan membuatnya kesal! " ucap Zou sambil menelan ludahnya kasar
......................
Setelah kekacauan itu, Mirai dan yang lain memutuskan untuk segera meninggalkan Negeri Yokai. Batu pilar ke- 3 sudah aman bersamanya, tidak ada lagi alasan untuk Mirai berlama-lama tinggal di Negeri itu. Tora me gantarkan Mirai hingga kedepan pohon yang menjadi pintu penghubung antara dunia Yokai dan dunia manusia
"Sepertinya, hanya sampai disini aku bisa mengantarmu, Putri. " ucap Tora sambil memperhatikan pohon besar didepannya
Mirai, Zou dan Nee kompak membungkuk ke arah Tora. Sebuah penghormatan singkat sebagai bagian dari tanda perpisahan sekaligus rasa terima kasih terhadap pertapa agung
" Terima kasih atas bantuan Pertapa selama ini. " ucap Mirai pelan. Tora hanya tersenyum pelan, sambil melemparkan pandangannya ke arah tiga anak didepannya.
"Mulai sekarang, perjalanan kalian akan sangat panjang dan dipenuhi banyak rintangan. Dan juga- " ucapan Tora terhenti. Ia berbalik cepat, dan menatap langit malam yang kelam dengan penuh kecemasan. Helan nafas Tora bahkan terdengar berat, seolah sesuatu yang buruk akan segera terjadi
" Ada apa pertapa agung? Apa terjadi sesuatu yang- " ucapan Mirai terhenti sejenak. Sekilas, Ia juga dapat merasakan apa yang dirasakan Tora
" I-ini? Kekuatan mengerikan apa ini? "
" Kau juga merasakannya Mirai? Kekuatan batu pilar ke-3 akan sangat kuat jika masih berada di dunia Yokai. Tidak heran kau juga merasakan energi kegelapan yang begitu pekat diluar sana.
Kalian pasti penasaran, makhluk apa yang mengacau tadi. Makhluk itu bernama Yurei. Mereka adalah kehendak iblis yang tercipta dari jiwa Nue.
Kabut hitam yang kau lihat tadi hanya sebagian kecil dari kekuatan Yurei. Jika sampai makhluk itu menemukan tempat dimana tubuhnya disegel. Sudah bisa dipastikan, dunai akan hancur! "
" Mereka memiliki tubuh? Apa maksudmu? "
" Yurei adalah pasukan kegelapan milik Kurasu. Jumlahnya hampir puluhan ribu. Setelah pertarungan dan penyegelan Nue.
Aorasu memisahkan jiwa prajurit iblis dan menyegel tubuh abadi ke suatu tempat tersembunyu. Jika sampai mereka di bangkitkan kembali, dunia yang kita tinggali pasti hancur. Kekuatan yang baru saja kota rasakan, jika aku tidak salah itu berasal dari Kurasu yang sudah bangkit ke dunia ini! "
Tora kembali menghampiri Mirai, iris berbeda warna miliknya kini menatap Mirai lekat. Harapan, hanya itu yang tercermin dari sorot mata harimau putih itu. Namun disisi lain, sorot mata Tora juga menyampaikan rasa ibanya. Mirai hanya bisa mengerutkan alis. Kenapa Tora menatapnya penuh dengan kesedihan seperti itu?
" Takdir Dewi Salju selalu berakhir tragis. Dan sangat disesalkan, takdir itu mungkin mewarnai masa depanmu nanti. Aku tidak memiliki pilihan, selain menitipkan setengah kekuatanku padamu. Terimalah Putri! “
Mata Mirai membulat sempurna " A-apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
...----------------...
Like please^^