Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Segel yang Melemah


__ADS_3

" Maksudmu, kau mengetahui sesuatu tentang kejadian pemusnahan itu?" Yora menatap Aora tidak percaya


"Aku tidak mengatakan mengetahui semuanya. Hanya saja, selama aku tidak sadarkan diri setelah pertarungan kita. Aku merasakan sebuah energi aneh memenuhi tubuhku. Entah energi sihir seperti apa, yang jelas itu sesuatu yang mengerikan! "


Aora segera melepas perban yang melilit dadanya. Mata Yora membulat ketika melihat luka ditubuh Aora hilang sepenuhnya


" Bagaimana mungkin? " gumamnya tidak percaya.


Yora heran, bahkan luka ditubuhnya tidak bisa sembuh secepat itu. Baik ia dan Aora tidak penah memiliki sihir regenerasi dalam diri mereka. Itu artinya, luka separah itu tidak mungkin sembuh dengan cepat. Bahkan dengan pertolongan darah spesial Mirai, luka yang ditimbulkan pedang Bakuro serta Shiroi terkenal sulit di sembuhkan.


"Berbeda dengan segel pengikat kegelapan Nue yang dipasang Ibu ditubuhmu. Segel yang kau tanam ketika bertarung denganku, terlihat sedikit aneh. Aku merasa, kekuatan kegelapan didalam diriku mulai menumpuk dan bisa meledak kapanpun. Namun, aku tidak tahu dari mana asal kekuatan aneh itu. " ucap Aora dengan nada cemas.


Yora juga meperhatikan hal itu, segel di dada Aora berwarna ungu gelap. Ia bisa merasakan energi kegelapan berkumpul disana. Bahkan simbol matahari yang muncul tidak begitu tampak. Apa mungkin, segel sihir yang diwariskan oleh ibunya langsung untuk mengikat jiwa Nue yang bersemayam di tubuh Tiga Pilar di tubuh Aora melemah?


"Kau benar. Segel ditubuhmu jauh berbeda dari segel di tubuhku dan Mirai. Jadi apa maksudmu, energi aneh yang kau rasakan memenuhi tubuhmu ada kaitannya dengan kematian orang-orang desa itu? "


" Entahlah. Tapi aku yakin ini ada kaitannya. Kau bilang hanya Mirai yang mampu menggunakan sihir itu. Terlebih sihir itu merupakan kekuatan turunan Nue.“ Aora kembali teringat akan pria bernama Kurasu, yang entah kenapa muncul dalam mimpinya


" Tuan Aora dan Yora, maafkan aku ikut kedalam pembicaraan kalian. Tapi ijinkan aku menjelaskan rasa penasaran kalian. Mungkin sedikit pengetahuan dariku dapat membantu. " Oro-ryu muncul dari salah satu sisi ruangan. Ia pun merayap menuju meja yang terletak didepan Aora dan Yora


" Perkenalkan, nama saya Oro-ryu, tuan Aora. Saya adalah ular siluman yang menjaga batu pilar ke-2 " ucap Oro-ryu sambil menatap Aora. Lidah ularnya menjulur keluar, sambil mendesis pelan ia menatap segel berbentuk matahari hitam di dada kanan Aora


" Ini adalah segel pengikat milik Clan Bulan. Pola segel ini sangat rumit, hanya orang-orang berkemampuan khusus seperti pemimpin Clan Bulan yang mampu menanamnya. Tapi, ada yang aneh dengan warna pola segel ditubuhmu, Tuan.


Segel biasanya akan membentuk sebuah simbol berwarna putih. Tapi ini justru menunjukan kebalikannya! "


" Lalu apa kau tahu apa yang terjadi sebenarnya? " ucap Aora


" Hanya ada satu jawaban. Segel yang ditanam Tuan Yora sudah mencapai batasnya. Itu artinya, kekuatan kegelapan Nue didalam dirimu sudah hampir merusak segel.


Kemungkinan terburuknya, tubuhmu akan segera diambil alih dan dikuasai Nue! Jika itu terjadi kau bahkan mampu membunuh semua orang, bahkan orang-orang terkasihmu. "

__ADS_1


Mata Aora mulai berhetar. Ia teringat kejadian ketika ia melempar tubuh gurunya. Bukan hanya itu, bahkan ketika ia tersulut emosi, saat menuju kastil Tengu, ia juga hampir membunuh anak buahnya. Semakin lama amukan Aora tidak dapat ia kendalikan


" Lalu apa yang harus aku lakukan? Sebagai anggota Clan bulan. Apa aku harus menyegel kekuatan kegelapan Aora sekali lagi?! "


" Itu tidak mungkin kita lakukan Tuan. Berbeda dengannmu dan Nona Mirai. Tuan Aora memiliki lebih banyak kekuatan jiwa Nue yang masih melekat di dalam jiwanya. Kau lupa kejadian ketika tiga Clan bangsawan Sora dibantai 15 tahun lalu?


Ayah kalian menyegel jiwa Nue ke dalam tubuhnya. Namun, karena kekuatan itu masih sangat besar dari apa yang tubuh Tuan Aoryu bisa terima. Sisa kekuatan yang tertinggal itulah yang masih berada di tubuh Tuan Aora hingga saat ini. " jelas Oro-ryu


Tangan Yora mengepal kuat. Bahkan ketika semua usaha yang selama ini ia susun, ia msih tidak bisa menyelamatkan adiknya.


" Apa kita harus berdiam diri begitu saja. Apa tidak ada cara untuk menghentikan Jiwa Nue mengambil alih tubuh Aora? "


Oro-ryu terdiam sejenak. Ia kembali mengarahkan pandangannya ke Aora. Pria berambut abu-abu itu seolah tahu jawaban yang akan diberikan ular putih itu padanya


" Hanya ada satu cara. Dengan pedang Shiroi, seseorang- "


" Cukup. " Aora menghentikan ucapan Oro-ryu. Ia melirik Oro-ryu, sebuah gelengan kecil Aora perlihatkan. Gelengan yang menjadi isyarat agar Oro-ryu tidak menceritakan lebih jauh mengenai dirinya.


"Yora, sudah cukup kau melindungiku hingga sejauh ini. Kau rela menjadi buronan dan di cap sebagai pembantai keluargamu sendiri demi menyelamatkanku dari rasa bersalah. Kau juga rela menanggung semua kebencianku, yang saharusnya aku tujukan pada diriku sendiri.


Apa yang kau lakukan sudah cukup untukku. Kini akulah yang akan melindungi diriku sendiri. " ucap Aora dengan senyum tulusnya


Aora mulai beranjak, ia pun berjalan pelan menuju tempat pedang Shiroi dan Bakuro berada. Sambil menatap kedua Katakana warisan orang tuanya. Aora kembali teringat kata-kata gurunya, Zen


" Seseorang mengajariku, jika kau melakukan semua sendirian, sebaliknya kau hanya akan menemukan kegagalan. Namun, jika kau melakukan semua bersama teman-temanmu. Bahkan ketika kau memilih jalan yang salah dan akhirnya tersesat, temanmu akan menyadarkanmu dan menuntunmu kembali ke jalan seharunya! " Aora mengambil pedang Bakuro dan berjalan ke arah saudaranya


" Kau dan aku tidak boleh melakukan semua sendirian. Kau lupa, kita masih memiliki teman-teman yang mau menolong kita. Untuk itu, ayo kita lakukan bersama! " Aora menatap manik kelam dihadapanya, keyakinan memenuhi sorot matanya. Ia pun menyerahkan pedang peninggalan ibunya untuk Yora


" Untuk itu. Dari pada mengkhawatirkan hal yang belum terjadi. Lebih baik kita berusaha sebaik mungkin untuk memecahkan misteri ini. Kau bilang akan menyusup ke laboratorium Cops merah kan? Kalau begitu, aku akan ikut bersamamu. Mari sama-sama kita tangkap siapa dalang pembunuhan orang-orang desa tidak berdosa itu! "


Senyum Aora sedikit meredakan kecemasan didiri Yora. Dengan pelan, ia menggapai pedang miliknya. Setelah sekian lama, dua saudara akhirnya kembali besatu. Jalan berbeda yang mereka tempuh sebelumnya, akhirnya hanya akan menyisakaan satu jalan yang sama.

__ADS_1


Jalan yang menyisakan satu tujuan. Menyelamatkan dunia dari ancaman makhluk bernama Nue


"Oi! Dua laki-laki bodoh di depan sana! Kalian bisa saja bersemangat untuk segera mengungkap misteri aneh itu. Tapi, apa kalian yakin mampu menembus pertahanan Laboratorium milik Tanuki? Kalian lupa, gurun neraka yang melindungi markas rahasia itu! " Yur tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Sepertinya ia sudah menata kembali perasaanya


" Yuri kau- " ucap Yora tidak percaya. Bukanya tadi Yuri sangat marah?


" Hm... Aku tidak bisa menghentikan dua pria bodoh yang menentang apa kata dokternya. Untuk itu, aku berencana ikut dalam misi penyusupan kali ini. Dalam sebuah misi penyusupan, bukankah kalian memerlukan kemampuan sensorku sangat diperlukan? "


Aora tersenyum senang " Tentu saja, lebih banyak orang lebih baik! Nah, sekarang bagaimana kalau kita mulai menyusun rencana untuk menyusup ke markas Tanuki! " Aora mengulurkan tangan yang mengepal.


Yora hanya menatap ke arah saudaranya heran. Apa maksud Aora dengan uluran tangan itu?


" Tunggu apa lagi? Yora kau lupa salam ini? Kita selalu melakukan ini sebelum memulai sebuah misi dulu. Ayo cepat ulurkan kalian! "


" Cih! Aora, ternyata kau lebih menyenangkan dari saudara kembarmu itu. Yah! Setidaknya ada satu rekan yang bisa aku ajak berkomunikasi saat ini. " Yuri melirik tajam ke arah Yora


Yuri mengerti maksud Aora. Dengan senyum di wajahnya, ia pun turut mengulurkan tangannya dan menggabungkan dengan tangan Aora. Kini mereka berdua kompak menatap Yora yang masih diam membeku.


" Tunggu apa lagi Yora! Ulurkan tanganmu! " ucap Yuri. Semua kekesalanya pada Yora seolah hilang begitu saja. Yora mengulukan tangannya ragu, kepalan tangan pelan ia arahkan ke tangan Yuri dan Aora. Senyum tipis terukir di wajah dingin Yora.


" Ayo kita mulai misi ini! Dan tangkap penjahat yang berani menindas rakyat desa! " ucap Aora lantang. Akhirnya ketiganya melakukan H-fife dan resmi memulai misi penyusupan


......................


Aora masih sibuk memakai rompi militer Sora miliknya. Masker khas Aora bahkan sudah menutupi setengah paras tampannya. Semua peralatan termasuk Katakana Shiroi miliknya sudah siap. Tinggal menunggu kedatangan Yuri untuk mulai membahas rencana penyusupan. Aora tidak sengaja melirik ke arah balkon. Di sana, Yora masih berdiri mematung menatap hamparan laut didepannya. Aora sadar saudaranya itu masih mengkhawatirkan mengenai segel kegelapan yang hampir hancur dalam dirinya.


Dengan pandangan lembut, Aora mulai tersenyum ke arah Yora. Satu-satunya keluarga yang masih ia miliki di dunia ini.


"Kau tidak perlu melakukan apapun lagi untukku Yora. Selama ini, kau sudah cukup melindungiku.


Jika saatnya tiba dan jika kekuatan terkutuk ini menguasai tubuhku sepenuhnya. Ijinkan aku merepotkanmu sekali lagi. Ini akan menjadi permintaan pertama dan terakhirku.

__ADS_1


Jika ada orang yang harus menghentikanku (membunuh Aora). Aku harap, kau lah orangnya! "gumam Aora pelan


__ADS_2