
Mata secantik kristal ruby kini memandang sendu gerbang besar Kota Mizu, gadis berambut merah itu pun hanya terpaku.
Untuk pertama kalinya, selama lebih dari 20 tahun, ia menginjakkan kaki di kota kelahirannya. Kota dimana sang Ratu tinggal.
Xio hanya bisa memandangi gadis di depannya itu. Meski jarak kota itu tidak jauh dari Bukit Hebi. Namun bagi Yuri, ia sangat merindukan mengijakkan kakinya di kota tempat rumahnya berada
Yuri mulai melangkahkan kakinya, menuju jalan ke Kastil tempat Ratu Negeri Mizu. Layaknya seorang Putri, ia mengenakan setelan kimono lengkap dengan lambang Phonixs biru Mizu.
Xio dan Oro-ryu hanya mengikuti kemana langkah gadis itu pergi. Oro-ryu yang bersembunyi di balik jubah Xio, sengaja menyembunyikan dirinya dari warga sekitar.
Yuri berjalan pelan, melewati pusat kota tradisional Mizu. Pandangannya hanya tertuju pada kastil besar di ujung sana.
Orang-orang yang lalu lalang di pasar, tampak terkejut sekaligus takut melihat sosok yang mereka bicarakan selama ini tiba-tiba muncul di desa mereka.
Mereka secara otomatis, membuka jalan untuk Yuri. Tatapan tajam penuh curiga membututi setiap langkah Yuri. Orang-orang mulai riuh dengan segala tatapan tajam yang mereka layangkan ke arah Yuri
"Bagaimana, anak itu bisa menginjakkan kaki disini? Bukankah ratu sudah menyegelnya dengan siluman ular? " bisik salah satu orang
" Ssttt..... Kecilkan omonganmu, jika ia mendengar, kau bisa saja di bunuh..........."
"Kau pasti tahu rumor itu, bukan? Melihatnya muncul di sini saja, sudah membuatku jijik! "
Orang-orang mulai berbisik sambil menatap Yuri dengan tatapan dingin serta menghakimi. Yuri mendengar semua itu. Hanya saja ia berusaha agar terlihat setenang mungkin, dan terus berjalan ke depan
Brussssss..........
Seorang pria tua, pemilik kedai bunga yang di lewati Yuri melempari Yuri dengan seember garam sambil terus berucap kasar.
"Dasar! Kau siluman Ular! Setelah tumbal 200 budak, apa kau masih lapar, heh? Kau sampai menginjakkan kaki kesini dan membuat negeri Mizu mederita!
Dasar Gadis terkutuk! Apa kau juga mau memakan kami?!
Kenapa kau tidak tinggal saja di Gua bersama Moster itu! Kenapa kau harus membuat kita sial dengan datang ke sini!
Puih......
Kau hanya kutukan bagi Ratu kami, serta Negeri Mizu ini! "
Laki-laki itu, terus melontarkan makiannya. Segala kekesalannya seolah ia lampiaskan dihadapan Yuri. Gadis berambut merah yang mendengar itu pun akhirnya menghentikan langkahnya
Yuri mengepalkan tangannya keras, sambil menundukkan kepalanya. Mata mulai terpejam, menahan air mata sekaligus kemarahan dalam dirinya. Ia mulai menghembuskan nafasnya pelan, Yuri mencoba menahan amarahnya
__ADS_1
Pria yang dari tadi dengan lantang meneriaki Yuri seketika menghentikan umpatannya. Ia hanya menunjukan wajah ketakutan di sertai tubuh yang mulai gemetar akibat Yuri tiba-tiba menghentikan langkahnya
Xio yang sedari tadi memperhatikan gadis di depannya tampak mengepalkan tangannya sejenak. Melihat reaksi Xio, Oro-ryu memahami apa yang di rasakan Xio
"Tuan, Kau tahu kenapa para ular dijuluki makhluk yang licik?
Kami selalu digambarkan sebagai Makhluk yang menyerang tanpa memberi musuh kami kesempatan untuk mengelak.
Sebenarnya Kami hanya membentengi diri dengan memanfaatkan ketakutan musuh. Semua itu kami lakukan agar kami tetap bisa bertahan hidup.
Menggertak musuh dengan taring kami, sekaligus mencoba menyembunyikan ketakutan kami. Jika kami tidak di ganggu, kami pun tidak pernah mengusik manusia
Jika kami dapat memilih, lebih baik kami menghindari musuh dari pada melawan. "
Xio pun megerti apa maksud Oro-ryu. Hal itu juga yang dilakukan Yuri sekarang. Bahkan tanpa berusahapun, Yuri sudah menyebar ketakutan akan dirinya oada orang-orang yang membencinya
"Aku memiliki pertanyaan untukmu. Kenapa kau memilih menyelamatkan manusia dan terlibat dalam kejadian 26 tahun lalu? " tanya Xio
" Dulu..... Ketika Nue di segel. Dewi salju menitipkan Batu 3 Pilar berkekuatan 'penyembuh' dan memerintahkanku menjaganya. Ia berpesan, agar menggunakan kekuatan besar itu, untuk menolong Makhluk hidup lain
Aku pun mencoba melindungi dan menyembunyikan kekuatan besar itu bersamaku, alih-alih memanfaatnkannya untuk menolong manusia. Karena setiap manusia yang aku temui selama berabad-abad, selalu memburuku demi mendapatkan batu itu.
Hingga waktu itu.....
Ratu Negeri Mizu yang dengan putus asa menghadapku, memohon kepadaku untuk menolong Rakyat Negerinya yang sekarat akibat wabah.
Untuk pertama kalinya, aku meninggalkan prinsip ularku. Dari pada menghindar, aku mencoba memberi manusia kesempatan.
Dan ternyata, tidak semua orang sebaik Ibumu, bahkan untuk sorang Ratu dari sebuah negeri, ia mengkhianatiku.
Kekuatan yang seharunya untuk menyembuhkan, dugunakan untuk melawanku. Hingga kekuatan itu berpindah ke anak sang Ratu
Karena kekuatan yang besar itu, Yuri kecil ditakuti Rakyat, dan justru di bawa kembali kepadaku! " ucap Oro-ryu
"Jadi orang-orang yang seharusnya berterimakasih kepada kekuatan Yuri, justru meneriakinya kasar, layaknya gadis yang membawa kutukan buruk?
Manusi memang mempercayai apa yang mereka anggap benar, tanpa mengetahui kebenaran sesungguhnya. Aku ingin tahu, apa yang akan Yuri lakukan ke orang-orang itu? " Xio mulai penasaran dengan apa yang akan dilakukan Yuri. Jika perinsip ular ada padanya, bukannya sudah waktunya memberi pelajaran orang-orang kasar itu? Tebar ketakutan, ketika mangsamu takut segera serang ia dengan bisa beracunnu
" Kau akan melihat, bagaimana sebenarnya Yuri itu, Tuanku. Anak yang berhasil membuatku, kembali percaya kepada Manusia! "
......................
Yuri berhenti tepat di depan kedai laki-laki itu, ia pun melirik serta menatap kosong Pria itu. Tidak ada ekpresi berarti di wajah cantiknya, hal itu justru membuat semua orang mulai bergidik. Yuri berjalan mendekati pria kurang ajar itu
__ADS_1
Istri pria itu sadar, suaminya dalam masalah besar akibat perkataanya. Ia pun segera berlutut memohon pengampunan sang Putri
"Maafkan suami saya, Putri Yuri. Tolong jangan bunuh kami! " ucap wanita itu sambil mencakupkan tangannya
Yuri hanya bisa menatap lurus kedua orang di depannya, tidak ada satu pun Warga lain yang berkutik. Mereka hanya bisa melihat apa yang akan di lakukan Yuri, kepada kedua orang lancang itu
"Kenapa? Orang-orang yang bertemu denganku, selalu memohon atas nyawa mereka.
Apa kalian pernah melihatku membunuh seseorang dengan mata kepala kalian? " Yuri bergumam kecil
Ia mulai mengulurkan tangannya ke arah suami-istri tersebut. Mereka hanya bisa menutup mata mereka, ketakutan.
Yuri melemparkan dua koin uang dan mengambil seikat bunga Lili Putih yang di pajang dikedai bunga milik laki-laki tersebut. Semua orang terperanjat kaget. Mereka pikir Yur akan membunuh kedua orang itu. Tapi mereka salah besar. Yuri bahkan tidak membalas sedikitpun. Yang ia lakukan justru membeli bunga di toko ke dua orang itu. Dan uang yang ia bayarkan bajkan lebih dari cukup untuk membeli seisi toko itu
Ia beranjak dari sana, meninggalkan kedua orang yang masih setia membeku dengan apa yang di lakukan gadis yang sangat mereka takuti itu. Gadis yang konon berhati iblis, justru memberi mereka bayaran.
"Apa yang dia lakukan? Aku kira dia akan memberikan pelajaran kepada orang itu! " ucap Xio tidak habis pikir. Xio hanya memperhatikan gadis yang mulai menjauh itu
"Dengan hati lembut Yuri, ia tidak mungkin menyakiti orang lain. Terkadang, sikap lembutnya itu membuat ia memendam rasa sakitnya sendiri"
......................
Tok! ..... Tok! .... Tok! ......
" Ibu...... Ini aku Hiko! " Hito mengetuk pintu ruangan sang ratu dengan pelan. Sebuah suara lembut menyuruhnya segera masuk
"Masuklah Putraku! "
Hiko memsakuki sebuah ruangan megah, yang menjadi kamar Sang Ratu negeri Mizu.
Di depannya, seorang wanita tengah duduk lemas di atas ranjang yang megah. Rambut Merahnya terurai panjang, dengan wajah pucat dan tubuh yang lemah.
Wanita itu adalah Sang Ratu. Seseorang yang sangat mirip dengan Yuri, tapi dengan tampilan yang lebih matang
"Kau datang Putraku, kesinilah...... Biarkan ibumu melihat wajah putra ke sanyanganku. " ucapnya kepada Hiko dengan senyum lembut
"Maaf ibu, tapi seseorang ingin bertemu denganmu" ucap Hiko sopan
"Siapa itu? Apakah ia tabib terkenal yang bisa menyembuhkanku? Kalau begitu cepat suruh dia kesini, aku mulai lelah dengan rasa sakit ini, anakku! " ucap Sang Ratu antusias sambil menampakkan senyuman ke arah sang Putra
Hito hanya membungkuk, ia pun berjalan menuju pintu masuk dan membukakan pintu itu
Seorang wanita berambut merah, memasuki ruangan tersebut. Dengan seikat bunga Lili putih ditangannya. Seketika Raut muka Sang Ratu berubah
__ADS_1
"Sudah lama sekali ya...., Ibu! " ucap Yuri sambil membungkuk, memberi salam dihadapan sang Ratu.
"K- Kau? "