Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Kebahagiaan yang membenciku!


__ADS_3

......................


Kebahagiaan? Apa itu sesuatu yang sangat membenci kehadiranku? Kenapa di saat aku baru menemukan kebahagian, hal itu dirrenggut tepat di hadapanku. Ayahku, Ibuku, Namaku (Yuki Mirai) dan bahkan sekarang, kekasihku.


Hanya ada satu pertanyaan dalam hidupku. Sampai kapan aku harus bersama kutukan yang mengalir di darahku? Kutukan yang merenggut kebahagian kecil yang aku impikan selama ini.....


Seperti salju yang jatuh di tanah musim dingin. Aku harap hidupku juga dipenuhi hal yang bisa membiatku tersenyum.....


......................


Tubuh Mirai masih gemetar membeku. Mata lafendernya tidak hentinya menenteskan bulir-bulir bening yang membasahi pipi pucatnya. Bibir ranumnya seakan kelu, ia bahkan sulit mengucap nama pria berparas dingin didepannya. Pedang Shiroi dengan darah segar menetes di gaganya, masih pria itu pegang erat.


"A- aora? " ucapan Mirai tercekat. Meski begitu, Aora bahkan tidak bergeming sedikitpun ketika namanya diucap. Mata merah kehitaman Aora berkilat tajam, menatap ke arah Mirai seolah ia siap membunuhnya.


Sementara itu, Kurasu yang bediri tepat di belakang Aora memamerkan seringai dinginnya. Ia seakan puas melihat ekpresi yang ditujukan reinkarnasi Dewi Salju. Balas dendam? Mungkin itulah yang Kurasu pikirkan. Ia ingin melihat, bagaimana pria yang dicintai dewi salju di kehidupan ini justru tega mengincar nyawanya. Rasa kecewa yang pernah ia rasakan, ia ingin Mirai turut merasakannya


Namun, sedetik kemudian. Senyum Kuarsu tiba-tiba menghilang. Tepat setelah Yurei dibebaskan dari tubuhnya, ia merasakan wadah (tubuh Aoryu) mulai melemah. Darah hitam keluar dari mulit Kurasu, dengan tangan yang masih berlumuran darah Tora, ia mulai memggapai bagian perutnya yang mulai merapuh.


Sedikit demi sedikit, bagian tubuhnya mulai memghitam dan luruh bagaikan retas yang dibakar. Kurasu sadar, ia tidak bisa bertahan lebih dari 2 jam menggunakan tubuh Aoryu.


"Sial! Gara-gara pertarungan melawan kucing Tua itu, kekuatan kegelapan jiwa-jiwa manusia yang membantuku hidup di wadah ini mulai melemah! Tubuhku hampir saja lenyap menjadi abu! " pikir Kuarsu


Ia kembali melirik ke arah tugu yang di bekukan Mirai. Jiwa Yurei sama sekali tidak bisa menembus pelindung itu.


" Rencanakau hampir saja berjalan sukses! Aku harus segera merebut tubuh Aora. Dengan begitu, kekuatan sejatiku akan bangkit dengan sempurna "


Kurasu kembali melirik ke arah Mirai. Raut wajah kesal begitu kental menghiasi wajahnya. Cara Mirai menatap Aora, seharusnya tatapan itu hanya untuknya. Tangan Kuarsu mengepal kuat.


“Aora! Tunggu apa lagi! Cepat bunuh gadis didepanmu!" gumam Kurasu dingin.


Aora merespon kata-kata Kuarsu. Seolah pikiran dan tubuhnya di kendalikan, ia mulai menghunuskan pedang ke arah Mirai.


Trass!


Aora mulai berlari ke arah Mirai. Gyoku mataharinya aktif dan mengeluarkan petir hitam. Pedang Shiroi berkilap garang, dengan sihir kegelapan yang melapisi bilahnya, kekuatan pedang itu bahkan mampu menghancurkan bebatuan yang di lewati Aora.


Mirai masih diam membeku, meski kematian mulai berlari ke arahnya.


"Mirai! Kuasai dirimu! Saat ini, Aora bukanlah sosok yang kau kenal! Jika kau terus begini, ia jutru tidak segan untuk membunuhmu!


Mirai! Mirai! Sadarlah! " ucap Kupu-kupu biru itu sambil terus terbang melingkari tubuh Mirai. Teriakan Kupu-kupu biru itu akhirnya berhasil menyadarkan Mirai. Gadis berambut panjang itu langsung mengaktifkan Gyoku saljunya dan menciptakan pedang khsus lewat sihirnya.

__ADS_1


Mirai tidak lagi menggunakan pedang es seperti biasanya. Lewat kekuatan besar yang ia terima sebelumnya, kemampuan sihirnya pun meningkat pesat. Sebuah pedang kristal berwarna ungu pucat tercipta. Pedang cantik dengan lambang salju yang dipenuhi energi kehidupan yang pekat. Sambil mengusap air mata di pipinya, Mirai mulai menghunuskan pedang untuk melindungi diri dari serangan mematikan Aora


Trangggg!


Booom!


Ladakan kekuatan tercipta, gesekan antara dua pedang dengan kekuatan yang kontras membuat seisi alam semesta bergetar. Aora tanpa ampun berusaha menyudutkan Mirai. Menargetkan tubuh gadis didepannya untuk di tembus pedang Shiroi yang mulai lepas kendali.


Mirai memcoba bertahan. Di tengah perjuangannya, ia mulai berbisik. Wajah Aora begitu dekat dengannya. Mirai sadar pria itu menunjukan tatapan menakutkan.


"Aora! Aku mohon, kembalilah pada dirimu! "


Mirai kembali teringat ketika ia dan Aora latihan bertarung di desa Sora. Masih segar diingatannya apa yang diucapkan Aora wakty itu.


" Bukankah kau sendiri yang bilang. Sampai kapanpun, kau tidak ingin berdiri sebagai musuhku di medan pertempuran.


Jadi aku mohon...


AORA! SADARLAH! " teriak Mirai putus asa. Air matanya bahkan jatuh tepat di lengan Aora.


Perasaan Mirai seolah menjadi dorongan. Kekuatan kehidupan dalam dirinya pun mulai menekan sihir kegelapan Aora. Aora mulai melemahkan serangannya.


"Maafkan aku, Mirai... " ucap Aora dengan suara samar.


" Sial! Tidak akan aku biarkan! Meskipun ini jalan terakhir, aku harus mengendalikan Aora sepenuhnya! "


Di sisi lain, Kurasu kembali mengaktifkan Gyokunya. Dengan sihir kegelapan, ia mulai menarik beberapa jiwa Yurei yang masih terbang bebas di atasnya.


" Kurasu! Kau memerlukan bantuan kami?! Hahahaha! " lengkingan suara Yurei begitu memekik telinga.


" Tentu saja! Karena itu aku bersedia bekerja sama dengan iblis seperti kalian! " Kuarsu kembali mengarahkan tangannya ke Aora. Dengan kehendaknya, ia memerintahkan Yurei untuk memasuki tubuh Aora


......................


Tes! Tes! Tes!


Tetesan air menggema memenuhi sebuah ruang hampa yang dipenuhi genangan air dangkal. Di sebuah dimensi berbeda, jiwa Aora terjerat oleh sebuah sihir hitam yang hampir membelenggu seluruh tubuhnya. Aora tidak bisa berbuat banyak. Sihir kegelapan menjerat jiwa dan kesadaraanya. Bahkan untuk menegakkan kepalanya, Aora tidak mampu.


Keringat tipis memenuhi pelipisnya, jatuh mengikuti lekuk wajahnya dan berakhir menetes ke genangan air yang hampir menutupi kakinya. Tempat aneh itu, merupakan dimensi lain yang diciptakan Kurasu untuk me gurung jiwa Aora. Jika sampai Kurasu mengambil alih tubuh Aora, maka bisa dipastikan jiwa Aora yang terjerat saat ini akan lenyap.


Aora melihat bayangan wajah ayah dan ibunya yang terpantul di bawahnya. Penyesalan, amarah serta semua emosi memenuhi dirinya saat ini.

__ADS_1


"Karena kesalahanku, ayah dan ibu meninggal. Maafkan aku. Ayah. Ibu!" gumam Aora ririh.


"Aora! " suara samar Mirai tiba-tiba memenuhi rua gan itu. Aora segera mengangkat wajahnya, dengan tertatih ia mencoba mencari asal suara gadis itu.


" AORA! SADARLAH! " suara Mirai kembali terdengar. Kali ini begitu jelas Aora dengar.


" Mirai? "


Sebuah cahaya putih memenuhi ruangan gelap itu. Aora sempat menyipitkan matanya, di saat bersamaan ia juga merasakan buliran air hangat memenuhi bahunya.


Aora mencoba membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Mirai. Gadis mermata lavender itu tampak pucat, menatap ke arahnya dengan sorot mata memilukan.


"Maafkan aku, Mirai.... " hanya itu kata yang bisa Aora usahakan.


Aora kembali merasakan tubuhnya di jerat sihir hitam yang kuat.


Trasssss!


" Argh! Apa ini! " kesadaran Aora kembali terlempar ke dimensi semula. Di sana, ia telah ditunggu oleh gumpalan kabut hitam dengan mata merah menyala yang menatapnya tajam.


" Mata istimewamu itu! Benar-benar kami para iblis sukai! Hahahaha! "


Kabut itu mulai merasukinya. Aora mencoba melawan. Tubuhnya megggeliat menahan sakit. Makhluk itu mulai menguasai kaki, tubuh, jantung dan menjalar menuju mata merah kecoklatan milik Aora.


Mata kiri Aora mulai berubah menghitam. Yang artinya jiwanya hampir dikuasai Yurei. Jika sampai Yurei melahap jiwanya, maka ritual pengambil alihan tubuhnya akan sukses di kuasai Kurasu


"Tidak akan aku biarkan! Kalian mengambil alih tubuhku! " gerang Aora. Tepat saat itu, jepit rambut kupu-kupu milik Mirai terjatuh. Aora segera menggapainya, tanpa ragu ia segera melukai mata kirinya menggunakan jepit rambut Mirai


Trassss!


Sebuah luka vertikal tercipta di mata kirinya. Samoil menutup mata dengan salah satu tangannya. Aora kembali menatap tajam Yurei yang berada di depannya.


"Jika kalian menyukai mata ini! Dengan senang hati aku akan menghancurkannya! "


...----------------...


Hallo Minna... Maaf Author jarang update... Kesibukan di dunia nyata mrmbuat dunia sihir terbengkalai...... Oh ya..... Jika kalian masih bingung dimana sih Aora.... Author jelasin ya....


Kurasu membuat jiwa dan tubuh kasar aora perpisah. Jiwa Aora di segel di sebuah dimensi, sementara tubuhnya Full control oleh Kurasu. Seperti cerita di atas, tidak hanya Mirai yang berjuang. Aora pun berjuang di dalam alam bawah sadarnya. Yurei yang sebelumnya merasuki tubuh Aora hendak mengontrol kembali jiwa Aora. Nah Aora kan jadinya berontak....


Nantikam cerita selanjutnya ya..... ~Yuki Mirai.

__ADS_1


__ADS_2