Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Jendral Kitsune


__ADS_3

Mirai menatap takjub pohon raksasa didepannya. Kakinya bahkan masih terasa bergetar, akibat efek pertumbuhan pohon yang cepat hingga bisa mengguncang dataran. Sebuah pohon mistis, dengan energi kehidupan yang kuat tumbuh di depannya. Mirai bahkan harus mendongakkan kepalanya keras, untuk melihat ujung pohon diatas sana


"Ini adalah gerbang menuju dunia para Yokai, Miong! "


Nekonin lalu menghentakkan kakinya pelan. Batang besar pohon raksasa itu tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian. Semakin melebar, hingga membentuk sebuah pintu dengan kabut hitam yang menyelimutinya. Sebuah portal dimensi lain tercipta tepat dihadapan Mirai


"Jangan bilang, kita akan masuk kesana?! " tunjuk Zou takut. Pandangannya kini beralih ke arah Nekonin yang mengangguk pelan


" Ini satu-satunya jalan yang bisa dilewati manusia untuk sampai ke Dunia Yokai. Dan juga, aku ingin memberikan kalian sesuatu! Meong! " Nekonin mengeluarkan tiga pil seukuran kelereng berwarna coklat


" Kalian harus menelan pil khusus ini. Selama berada di dunia Yokai, kalian harus menjadi Yokai. Pil ini akan membantu kalian merubah wujud kalian! Meong"


Mirai dengan ragu mengambil pil yang diberikan Nekonin. Apa maksudnya ia harus berubah menjadi siluman untuk masuk ke dunia Yokai?!


"Apa maksudmu? Apa kau menyuruh kami berubah menjadi seperti kalian? "


" Itu salah satu syarat yang harus kalian turuti. Di dunia Yokai, ada seorang Jendral Kitsune (siluman rubah) yang sangat membenci kehadiran Manusia. Ia tidak segan memenggal kepala manusia jika ia tahu seseorang mencoba menyusup kedunianya.


Dan juga, ini semua untuk melindungi kalian dari para prajurit Yokai. Sebab, selama kalian didunia Yokai, sihir yang kalian miliki akan melemah. Bahkan untuk melakukan beberapa teknik manipulasi, aku pikir akan sulit! Meong! "


Semua orang tampak ragu. Jika benar yang dikatakan Nekonin, dalam misi ini mereka harus mempertaruhkan nyawa jika ingin menjangkau tempat Batu Pilar ketiga berada


" Jadi kami akan kehilangan sihir kami?! " gumam Nee


" Bukan semua, tapi kekuatan sihir kalian akan sangat terbatas. Teknik kecil tentu tidak masalah. Yang jadi masalahnya, adalah ketika kalian tertangkap oleh Jendral Kitsune.


Ia pasti tidak akan membiarkan kalian lolos begitu saja. Hal yang terpenting dari misi ini, adalah melewati gerbang wilayah Yokai tanpa seorang pun sadar bahwa kalian adalah manusia. Mengerti! Meong! "


Mirai mengepalkan tangannya erat, ia tidak bisa menyerah begitu saja. Nue dan segala energi jahat yang monster itu timbulkan sudah cukup memakan korban. Tanpa ragu, Mirai menelan pil yang diberikan Nekonin.


" Mirai! Kau- " Zou begitu terkejut dengan tidakan Mirai. Ia bahkan tidak tahu kandungan apa yang ada didalam pil itu. Terlebih yang memberikannya hanya seekor kucing narsis yang takut kehilangan kumis berharganya.


Berbeda dengan Zou yang parno, Nee mengikuti Mirai menelan pil itu


"Hei! Apa yang kau lakukan Nee?! Kita bahkan tidak tahu kandungan-" belum sempat Zou menyelesaikan ucapannya. Nee mengambil pil di tangan Zou dan menjejalkan obat itu ke pria cerewet didepannya


"Telanlah! Jika itu beracun, setidaknya kita akan mati sama-sama! " ucap Nee datar.


Tidak ada efek, Mirai belum menenukan tanda-tanda yang aneh dari tubuhnya. Hingga teriakan Zou memecah konsentrasinya


" Aaaaa! A-apa i- ini? " ucap Zou sambil menunjuk ekor yang tumbuh di belakang tubuhnya. Ekor yang kecil tapi panjang.


Tidak hanya itu, dua buah telinga bulat juga tumbuh dikepalanya. Zou mulai merasa gatal dikepalanya, tanpa ia sadari ia menggaruk kepalanya dengan gaya yang khas.


Mata Mirai membulat ketika melihat Zou. Pandangannya menjadi kosong. Hingga beberapa detik setelahnya, senyum mengejek terukir di wajah canyiknya


"Zou! Kau- " ucap Mirai sambil menatah tawa." Ptfff..... Kau mirip Moyet! Hahahaha! Itu cocok untukmu! " Mirai tidak bisa lagi membendung tawa. Melihat ekpresi kosong Zou dengan tampilan barunya membuat perutnya sakit karena terus tertawa ngakkak!


" Mirai kau! " tangan Zou mengepal kuat. Ia segera berlari ke tepi telaga. Melihat tampilannya saat ini, ekpresi Zou seperti menagis dalam diam. Ia masih berwujud manusia namun ekor serta telinga monyet tumbuh dibadannya


" Ada begitu banyak jenis binatang. Tapi kenapa harus monyet?! " sesal Zou. Ia langsung menatap Nekonin tajam. Kucing itu langsung mengalihkan pandangannya. Berusaha menghindari tatapan membunuh Zou. Tentu saja, ini bagian pembalasan Nekonin atas perbuatan Zou menggelitik tubuhnya


" Awas saja kau kucing narsis! "


Sementara Mirai dan Nee mulai merasakan efek ditubuhnya. Kuping kucing tumbuh di kepala Mirai, sementara ekor cantik juga menghiasi belakang tubuhnya. Meski begitu penampilan Mirai justru semakin terkesan imut.


Nee beubah menjadi sosok siluman srigala gagah. Tatapan menyeramkannya masih terlihat sama. Mereka bertiga akhirnya berubah menjadi manusia setengah siluman dan bersiap pergi ke dunia Yokai


"Waktu kalian dalam wujud itu hanya 24 jam. Selama itu kalian harus berhasil mencari batu pilar dan kembali tepat waktu. Jika para Yokai tahu kalian manusia, kalian tidak akan pernah keluar dari dunia itu! Meong! "


Mirai, Zou dan Nee saling bertukar pandang. Mereka pun mengangguk paham. Dengan tekat yang bulat, mereka melangkah maju dan mulai memasuki portal sihir yang diciptakan Nekonin.

__ADS_1


" Ayo masuk! "


Nekonin hanya memandang kosong ke arah portal yang sudah menelan Mirai dan yang lain. Sesekali ia melihat langit yang mulai menggelap akibat senja. Bintang-bintang paling terang mulai menapakkan wujudnya


"Apa benar, mereka manusia yang ditakdirkan bertemu Tora-sama?! Seperti ramalan 'bintang- bintang yang paling bercahaya menyinari bumi, akan berkunjung menemui takdir mereka' " gumamnya


......................


Mirai dan yang lain berjalan menyusuri ruang hampa yang gelap gulita. Samar mereka melihat secerca cahaya di ujung jalan. Sambil menyipitkan matanya, silau. Mirai berjalan pelan menuju sumber cahaya itu. Merekapun keluar dari dalam batang pohon yang sama persis dengan pohon raksasa sebelumnya. Hingga tubuhnya merasakan tiupan angin sejuk menyambut kehadirannya


Mirai mengerjapkan matanya sejenak, sinar terang itu begitu menyilaukan. Perlahan, ia mulai membuka matanya, mendapati sebuah pemandangan memukau yang terekam iris lavendernya. Tubub Mirai tertegun sejenak.


Sebuah hutan cantik menyambut kehadirannya. Cahaya matahari menembus lurus kedalam dahan lebat pepohonan. Ribuan kupu-kupu sera burung-burung berkicau bergantian. Sementara dataran hijau didepannya dipenuhi berbagai jenis bunga cantik. Sebuah hutan impian yang menyimpan kekuatan besar sera misteri didalamnya.


Mirai, Zou dan Nee masih terpukau dengan pemandangan didepannya. Negeri antah berantah, namun terlihat sama persisi dengan dunia mereka.


"Apa benar, ini negeri para Yokai? " gumam Nee tidak percaya. Tanpa mereka sadari, sebuah busur dengan anak panah tajam membidik tepat ke arah tubuh mereka


Kretttttt... Dasssss....


Anak panah melesat, Zou yang merasakan kehadiran seseorang berhasil melihat lesatan anak panah yang menuju ke arah mereka. Ia pun segera mendorong tubuh Mirai menjauh


"Semua! Mengindar! "


Brasss....


Tubuh mereka bertiga terpental jatuh ke jurang. Sosok yang membidik mereka hanya berdiri mengawasi. Sosok itu berubah menjadi rubah putih lalu menghilang dari sana.


"Arkh! Siapa yang berani menyerang kita?! " Mirai mulai bangkit dari tempatnya jatuh. Seluruh persendiannya terasa sakit dan kaku akibat terjatuh dari tempat yang tinggi.


" Kalian tidak apa-apa? " Mirai menatap dua rekannya yang lain.


" Mungkin saja itu prajurit Yokai yang berjaga di sekitar gerbang! Kita harus cepat, waktu terus berjalan hingga efek obat habis" ucap Nee sambil mengawasi keadaan sekitar


Mereka pun segera beranjak pergi. Menyusuri kedalaman hutan hingga berakhir di sebuah gerbang aneh yang dijaga beberapa siluman berwujud manusia anjing. Dari cara berbakaian mereka, Mirai yakin merekalah penjaga gerbang yang di katakan Nekonin


Mirai dan yang lain bersembunyi di dalam semak belukar, mengawasi keadaan hingga waktu yang tepat untuk mulai menyamar masuk. Merekapun memasang tudung di kepala mereka, sebisa mungkin menyenbunyikan wajah di balik jubah hitam yang mereka kenakan


"Kalian siap? " ucap Mirai sambil menatap dua rekannya. Nee dan Zou mengangguk. Mereka pun mulai keluar dari persembunyian dan berjalan tenang ke arah penjaga.


" Siapa di sana? " tanya seorang penjaga. Ia berwujud seekor anjing, berdiri dengan kedua kaki sambil membawa sebuah tombak tajam. Dengan indra penciuman yang tajam, prajurit anjing itu mencoba mengendus bau Mirai dan yang lain


" Kalian bukan Yokai disini? Ada perlu apa kalian kemari! " tegas para prajuit sambil bersiaga


Mirai dan yang lain terdiam sejenak. " K- kami Yokai penjaga baru. K- ami dikirim oleh Nekonin yang berada di dunia manusia untuk alasan tertentu. M- Meong! " ucap Mirai sambil menirukan dialeg Nekonin


Nekonin berpesan, untuk melewati penjagaan mereka harus memberi alasan yang kuat. Yokai yang tinggal di dunia manusia tidaklah sedikit. Beberapa dari mereka masih bisa bertahan dan berbaur dengan manusia. Entah tinggal dipedalaman hutan atau menyepi di sebuah pegunungan berbahaya yang jauh dari jangkauan manusia


Para penjaga menghampiri Mirai dan yang lain. Mereka tidak sepenuhnya bisa percaya begitu saja pada pendatang baru. Sambil melirik penampilan Mirai dan yang lain tajam, mereka mengelilingi Mirai penuh curiga. Tidak ada yang aneh. Para penjaga mulai menurunkan kewaspadaan mereka


"Coba lepas tudung kepala kalian! " perintah mereka. Mirai, Nee dan Zou sedikit terperanjat. Mereka tidak punya pilihan lain selain melepas tudung mereka.


" Jadi kalian Yokai monyet, kucing dan srigala! " ucap Para prajurit setelah melihat penampilan mereka bertiga. Para penjaga putuskan untuk mempersilahkan mereka masuk


" Tidak ada yang mencurigakan! Semua! Masuklah! Selamat datang di Desa Yokai! "


Mirai dan yang lain akhirnya bisa bernafas lega. Mereka pun hendak melangkahkan kakinya masuk. Namun sebuah anak panah lagi-lagi menghujam ke arah mereka


Brassss...


Dak....

__ADS_1


Kali ini bidikannya sengaja dibuat meleset. Anak panah itu hanya mengenai tanah tepat disamping Mirai berdiri. Serangan itu, membuat tubuh Mirai membeku seketika.


"Kalian! Berhenti disana! " ucap suara yang berasal entah dari mana. Mirai yang masih berdiri mematung berusaha menengok ke asal suara.


Sekor rubah putih menghampiri mereka. Sosok rubah yang elegan dengan warna bulu sehalus sutra dan seputih salju. Seekor Kitsune (Siluman Rubah) biasanya memiliki 3-9 ekor tergantung usia mereka. Namun anehnya, rubah itu hanya memiliki satu ekor yang tersisa.


Sosok Kitsune itu kini berubah menjadi seorang prajurit dengan Kimono putih yang menjuntai indah. Terkesan kuno tapi tidak memungkiri keangguna penggunanya. Sementara wajahnya, ia sembunyikan didalam topeng rubah berwarna emas.


"Jendral kau datang! " ucap para prajurit Hormat. Mirai dan yang lain akhirnya paham, siapa sosok yang baru saja hadir ke hadapan mereka. Sosok yang seharusnya mereka hindari. Jendral Penjaga Gerbang Kitsune.


" Manusia. Sehebat apapun tidak akan pernah bisa menutupi bau busuk yang keluar dari tubuhnya. Keserakahan, kekejaman, bau amis darah serta kesombongan. Bau itu selalu melekat ditubuh mereka. Dan aku sangat membenci bau itu! "


Mendengar hal itu, Zou langsung mengendus bau jubahnya. Apa benar sebau itu mereka?


" Aku yakin tubuh kita tidak sebau itu! " gumamnya santai


" Zou! " gertak Mirai dan Nee berbarengan. Bahkan dalam kondisi seperti itu, bocah berkepala tomat. Tidak, bocah berkepala monyet masih saja menganggap suatu ancaman dengan santai


Sang Jendral Kitsune mulai mendekati sosok paling cerewet diantara ketiganya itu. Ia mulai memperhatikan penampilan Zou dari atas sampai bawah


"Aku tahu penciuman rubah lebih tajam dari anjing. Tapi kau tidak bisa mengendus seseorang tanpa ijin, Tuan Jendral. Itu tidak sopan namanya! "


" Aku yakin! Kalian dari alam manusia! Sekarang cepat katakan alasan kalian datang kesini! " ucap Jendral Kitsune tegas


" Sudah kami bilang, Kami itu-"


Bras....


Jendral Kitsune tiba-tiba memukul dada Zou kencang. Membuat pil yang mengubah tubuh mereka keluar secara paksa dari dalam mulut Zou


"Uhuk! Uhuk! Apa yang kau lakuakan?! " gerutu Zou. Sesaat setelah itu, ia sadar wujud manusianya kembali seperti sedia kala.


" Sudah aku duga! Kalian manusia yang mencoba menyusup masuk ke dunia kami! Semua! Tangkap manusia-manusia itu! " perintah Jendra Kitsune. Semua prajurit berisiap mengepung Mirai dan yang lain


" Sial! " Zou melihat semua orang terkepung. Situasi menjadi diluar kendali, salah sedikit mereka akan tewas ditangan prajurit Yokai. Jika ingin berhasil, seseorang harus menjadi umpan dalam situasi seperti ini


" Nee! Mirai! Cepat lari dari sini! Aku akan menghentikan kalian semua! " ucap Zou.


" Bagiamana denganmu?! " teriak Nee


" Aku bisa melindungi diriku sendiri! Tidak ada waktu! Larilah! "


Karena sihir di tubuhnya sudah kembali pulih. Zou mengaktifkan Gyokunya. Ia pun membuat para prajurit lumpuh dengan kekuatan jarum-jarum kecil sihirnya


" Sial! Tempat ini dikelilingi sebuah sihir pelindung. Kekuatan sihirku tidak bekerja dengan baik ditempat ini! Meski aku sudah mengeluarkan pil khusus itu dari tubuhku! "


Sang Jendral Kitsune tidak mau tinggal diam. Ia pun meniup pluit dan mengirim sinyal kepada penjaga yang lain. Ia hendak mengejar Mirai dan yang lain. Namun, Zou langsung menghadangnya


" Urusanmu denganku! Tuan Jendra! " ucap Zou sambil membentangkan kedua tangannya


" Menyingkir! Atau akau akan membunuhmu tepat disini! " ancam sang Jendral Kitsune. Ia segera menghempas tubuh Zou. Namun Zou tidak akan biarkan Kitsune itu pergi begitu saja


Ia pun menarik tangan Kitsune. Menghempas kan tubuhnya jatuh ketanah. Reflek, Kitsune tidak mau jatuh sendiri. Ia pun menarik tubuh Zou untuk jatuh bersamanya


Brukkkkk....


Mereka akhirnya jatuh ketanah. Dengan posisi Zou yang menindih sang jendral. Mata Zou membulat sempurna. Tatkala tangannya menapak di dua buah benda kenyal milik sang Jendral. Zou menelan ludah kasar. Sepertinya tangannya mendarat di tempat terlarang.


"A-aku tidak tahu K-kau seorang gadis! " gumam Zou gagap sambil menatap lurus ke dalam topeng sang Jendral. Siluet mata aquamarine terlihat cantik didalam sana


" Menyingkir dariku! Dasar Manusia Bodoh! "

__ADS_1


__ADS_2