
Tiga pria berbadan sangar, mulai mendekati Mirai. Sementara Mirai hanya berdecih melihat orang-orang yang berani menantangnya, ia pun berbalik menatap Xio
"Leader, Ijinkan aku bersenang-senang dengan mereka, sudah lama aku tidak melemaskan ototku. Menjadi baik nampaknya tidak cocok untukku" Xio hanya mengangguk, ia lalu beranjak dari sisi Mirai dan duduk di salah satu kursi dengan tenang. Suasana Bar Judi cukup ramai, semua orang yang bertampang sangar seperti bandit memperhatikan pertarungan itu. Mirai mulai melemaskan jari jemarinya, melakukan sedikit peregangan sebalum bermain dengan ketiga pria besar didepannya
"Kau akan menyesal, gadis sombong" ucap pria Sangar bernama Goryu "Teman-teman, beri gadis ini pelajaran! "
"Tentu Goryu"
Mirai di kepung oleh 3 sosok pria berbadan kekar. Dengan senjata pemenggal besar di tangan mereka, mereka dikenal sebagai Si Merah, Si kuning, dan Si Coklat, sesuai warna rambut mereka. Entah siapa nama mereka, tidak ada satupun yang tau. Namun julukan iblis melekat di nama mereka, bahkan beberapa bandit segan melawan tiga bersaudara itu
"Kau jangan menyesal, kami akan menggores wajah cantikmu itu" kata Si merah sambil tersenyum jahat
Mereka pun menyerang Mirai bersamaan, menggunakan pedang pemenggal sepanjang 1,5 Meter. Mirai mengeluarkan pedang miliknya, ia dengan sekuat tenaga menangkis ke 3 Pedang besar yang menuju ke arahnya.
Srtttttttt.......
Kaki Mirai terseret ke belakang akibat menahan serangan lawan. Ia lalu melapisi kakinya dengan elemen es miliknya, membuat tubuhnya lebih mudah menahan serangan lawan yang mulai menyudutkannya. Tanoa me unggu lama, Mirai langsung mengalirkan energi Gyokunya ke pedang Miliknya. Pedang Mirai dilapisi es tebal, hal itu membuatnya dengan mudah menangkis pedang raksasa milik ketiga bandit
Tranggggh........
Mirai berhasil menagkis ke 3 pedang besar itu, dengan cepat ia melonpat dan menendang Muka Si Kuning dan Si Coklat
Brakk.....
Mereka terlempar ke meja bar di sambingnya, semua isi meja itu pecah dan mejapun hancur akibat tubuh Dua orang itu.
"Sial! Jangan pernah remehkan kami! " ucap Si Merah. Ia pun melapisi pedangnya dengan elemen api, sehingga menapkkan pedang besi yang membara.
"Rasakan ini, gadis kecil! " Si Merah berlari kearah Mirai, namun belum sempat ia menyerang Mirai, Mirai melonpat ke atas dan berbalik menyerangnya
"Kau mungkin bangga dengan tubuh dan pedang besarmu, justru itulah membuat pergerakanmu lamban! "
Mirai langsung melompat ke belakang Si Mera dan mengunci lehernya dengan kedua lengannya. Mirai langsung melumpuhkan titik Vital di lehernya, dan lansung menendang Punggung Si Merah hingga tersungkur ditanah
Merasa temannya akan dikalahkan Mirai, diam-diam Goryu mengeluarkan pisau kecil. Ia mengalirkan Gyoku Listriknya dan membidik punggung Mirai yang masih sibuk bertarung
"Mati kau! "
Stesssss......
Dengan Cepat Xio mencekik Leher Goryu, ia mencekik tubuh besarnya hingga kakinya tidak menyentuh tanah lagi. Pisau yang kini dipegangnya pun jatuh ketanah. Xio menatap Goryu dengan tajam, ia pun mengeratkan cekikannya dileher pria itu
__ADS_1
"Laki-laki sejati tidak akan menyerang lawannya ketika dia sibuk bertarung, kau memang pecundang" Ucap Xio sambil mencekik Goryu lebih kuat, tangan Goryu mencoba melepaskan jeratan Xio tapi semua sia-sia. Xio mengendalikan tanah lewat dingding di belakangnya, ia pun membungkus tubuh Goryu hingga menampakkan Hidungnya daja
Sementara itu Mirai masih melawan Ke 3 Pria besar si depannya, dengan keahlian dan kelincahannya, ia memukul dan menendang pria itu
Si kuning memanfaatkan keadaan Mirai yang sibuk bertarung, tanpa Mirai sadari pria berambut kuning itu memukul wajah Mirai hingga ia terpental jauh dan menabrak dingding hingga retak
Wajah Mirai terluka. Namun luka yang cukup oarah itu tidak mengeluarkan darah setetespun, perlahan luka itu mengeluarkan asap dan dengan cepat menutup dan sembuh seperti semula.
"Cih! Beraninya kalian! " Mirai menyeringai. Mengetahui lawannya berani memukul wajahnya, membuat gadis berparas dingin itu kesal. Dengan Cepat ia melompat, dan meninju muka Si kuning, hingga terpental dan tidak sadarkan diri. Tangan Mirai yang dilapisi beton es, membuat Si kuning kalah dalam sekali pukulan
"Kalian tidak tau? Tadi aku hanya bermain dengan kalian, tapi kalian mulai membuatku marah! " geram Mirai
Si Coklat dan Si Merah mulai membeku, melihat saudaranya kini pingsan dengan darah di wajahnya. Mereka tidak menyangka, lawan yang mereka hadapi memiliki kemamouan yang mematikan. Mirai mendekati kedua orang itu, dengan santai ia berjalan hendak melampiaskan serangan pada mereka.
"Tunggu Nn. Yuki dan Tuan Xio, aku di sini! " Ucap Seorang dari balik kegelapan Bar, dia
terlihat seperti Monster di banding manusia.
"Akhirnya kau datang Zuryu" ucap Xio. Pria yang dipanggil Zuryu itu mulai melirik anak buahnya yang sekarat dihajar Mirai dan Xio
"Hey kalian hentikan! Kalian tidak tau mereka siapa? Mereka dari Tim Tengu"
"Mohon maafkan anak buahku Nn. Yuki dan Tuan Xio, aku akan mengantarkan kalian ke ruanganku"
......................
Di dalam ruangan Zuryu, Xio mulai memberitahu maksud kedatangannya.
"Zuryu tolong kau beri informasi kepadaku jika kau tahu sesuatu tentang ini" Ucap Xio sambil menunjukkan Kitab Nue dengan teka-teki batu ke dua
Sang Leader Tengu mungkin terlihat dingin, tapi dia selalu sopan pada siapapun. Hal itu membuat Zuryu begitu hormat padanya
"Hem.... Sejauh ini tidak ada informasi mengenai Batu 3 Pilar yang aku ketahui"
"Jadi kau tidak mengetahui apa-apa? "ucap Mirai
" Aku tidak bilang sepenuhnya aku tidak tau, tapi ada sesuatu di kalimat ini" tunjuk Zuryu
"Apa itu? "
__ADS_1
" Batu ke dua, melindungi kekuatan besar. Kekuatan yang dikelilingi oleh simbol kelicikan serta racun penuh makna, tidak ada yang berani menatapnya, namum memiliki jiwa lembut layaknya lili putih
Kalimat ini menegaskan 'simbol sesuatu yang licik dan beracun' dan menurut legenda kekuatan satu batu Pilar saja sudah amat dasyat. Jadi aku mencurigai sesuatu leeat kalimat ini.....
Menurut Informasi kami, jauh di barat Negeri Sora ada sebuah gunung yang ditinggali seekor Ular Putih Raksasa. Konon, Waktu Nue tersegel, kekuatan ekornya yang menyerupai wujud ular terlepas. Membentuk sebuah kekuatan baru Berwujud Ular putih Raksasa.
Aku berpendapat ular itu telah melindungi Batu Pilar itu, Tuan" ucapnya
"Apa kau yakin?"
"Aku hanya memberitahukan informasi yang aku ketahui saja, soal kebenarannya aku tidak yakin. Tapi yang pasti, kekuatan Batu Pilar amat dasyat sehingga tidak mungkin bersembunyi di tempat biasa kan? " Xio sedikit menimbang ucapan Zuryu. Mengenai batu Pilar pe jaga, tentu kekuatan sehebat itu akan tersimoan ditempat yang sulit dijangkau
" Baiklah, terimakasih atas Informasinya"
Xio mulai berdiri
"Tentu saja, dengan senang hati aku bisa membantumu Leader Xio"
Mirai dan Xio pun keluar dari tempat itu. Di tengah perjalanan, Mirai sedikit oenasaran mengenai apa yang akan dilakukan Xio. Bukankah informasi Zuryu belum sepenuhnya terbukti benar adanya. Bisa saja itu hanya gosip tidak berdasar
"Kau akan mengecek tempat itu sendiri, Leader? “
"Tentu, apapun yang menyangkut Nue, akan aku selidiki kebenarannya, meskipun itu hanya sebatas rumor"
"Aku harap kau juga berhati-hati, aku tahu kemampuanmu, tapi..... " Mirai nampak mulai mencemaskan Xio. Meski ia tahu kemamouan sang leader, tetap saja mereka tidak pernah tahu makhluk apa yang akan mereka hadapi. Xio sedikit melirik ke arah Mirai, ia tahu gadis disampingnya itu begitu mencemaskannya
" Percayalah padaku..... " Ucap Xio
Mereka berjalan keluar kota menakutkan itu, tidak ada percakapan berarti dari kedua orang itu.
Langit Mulai menampakkan warna jingga, Mirai dan Xio memutuskan berhenti di kedai Makan yang mereka lewati. Xio melihat seorang anak berlari di depannya, lalu anak itu tersandung tepat di kaki Xio. Mirai memperhatikan, apa yang akan di lakukan sang leader. Apakah ia akan membantu anak itu bangun
Namun sang Leader hanya melewatinya saja, bajkan ia tidak melirik anak itu sedikitpun. Mirai nampak berpikir bahwa Leader memang berhati dingin kepada orang lain. Namun, Mirai melihat sekilas Anak itu, tubuhnya berdiri di bantu oleh tanah yang di kendalikan Xio
Meski dengan wajah ketakutan, si anak mulai berdiri dan meneruskan larinya. Mirai mulai terkekeh, sambil melirik pria yang berjalan di sampingnya. Pria tinggi yang di balut sikap sedingin es, ternyata memiliki setitik kehangatan yang ia sembunyikan
Mereka memasuki kedai makanan kecil ditengah kota, terlihat orang-orang mulai memperhatikan mereka karena penampilan misterius khas Tengu.
Sementara Xio hanya memasang wajah datar.
__ADS_1
"Makanlah sepuasnya Yuki, jangan biarkan tenagamu kosong akibat pertarungan tadi" ucap Xio