
Yuri bahkan tidak bisa berkedip, melihat pemandangan di depannya. Ratusan meja berbaris di aula yang begitu megah, bahkan dekorasi ruangan itu tampak begitu mewah dan berkelas dengan nuansa merah dan emas
Puluhan.... Tidak.... Ratusan orang berkumpul untuk sekedar mempertaruhkan uang atau emas mereka di meja judi. Berbagai jenis judi ada di sana, baik yang berbasis judi tradisional berupa permainan kartu sederhana. Hingga judi poker, monopoli dan masih banyak lagi. Yuri bahkan tidak begitu tahu apa yang orang-orang itu mainkan sekarang, atau jenis judi apa itu semua
"Apa-apaan ini? "gumam Yuri masih membeku
" Lihatlah tumpukan emas itu! " ucap Yuri sambil menatap meja judi dengan taruhan 5 tingkat emas batangan. Ia berpikir apa tidak sayang emas sebanyak itu dipertaruhkan?
Sementara Zou dan Nee hanya berdiri menatap pemandangan di depannya biasa saja, mereka seakan sudah biasa dengan tempat itu
Zou hanya menoleh ke sana-kemari, mencari sesuatu yang tidak kunjung ditangkap oleh indra penglihatanya
"Dimana si bocah Zuryu itu? "gumamnya sambil terus mencari
" Kita tidak usah hiraukan Zuryu, lebih baik kau langsung menuju ruangan itu. " ucap Nee ke Zou
Yuri hanya kebingungan, bukankah misinya mencari informasi tentang Cops Merah? Kenapa justru ia berakhir di tempat seperti itu?
"Bukankah kita akan mengumpulkan informasi? Kita bukan datang untuk berjudi bukan? " tanya Yuri yang masih bingung dengan misi Tengu
" Misi Tengu bukan hanya mencari informasi dengan hanya mengancam seseorang atau menakutinya. Tengu lebih memilih menggunakan cara elegan jika berkaitan dengan pengumpulan informasi. Setidaknya informasi yang kita dapat lebih berkualitas
Yah... Meski terkadang harus menumpahkan darah.... " ucap Zou sambil mengangkat bahunya
Zou lantas pergi meninggalkan Yuri, sementara Nee menghilang entah kemana. Bagi Nee penampilannya kini sama sekali tidak cocok untuk misi seperti ini, ia lebih memilih duduk dipojokan sambil melihat situasi
"Apa maksudmu? " ucap Yuri sambil berlari menyusul mereka, namun pandangannya tetap tidak bisa teralihkan dari meja-meja disekelilingnya
Yuri masih saja tertegun melihat arena judi yang luas, beberapa orang bahkan mempertaruhkan sertifikat rumah mereka, atau sekedaar uang koin yang mereka punya.
Mereka tidak peduli, selama kesenangan dalam berjudi mereka penuhi meski harta mereka terkuras dalam hitungan jam di meja judi
Glekk.....
Yuri meneguk ludahnya, ia begitu terkejut seseorang bahkan mempertaruhkan tangannya di arena judi itu. Ia melihat seorang pria menaruh tangan kananya sebagai jaminan, dengan sebuah pisau besar di sampingnya
"Gila! Orang seperti itu memang bodoh! " gumam Yuri heran dengan orang-orang disana
Zou hanya berjalan tenang menyusuri ruangan riuh itu. Beberapa pengawal, Host dan hostes di sana tampak menunduk hormat ke pria berambut merah itu. Itu artinya hampir seluruh orang di sana mengenalnya
"Pengumpulan informasi di tempat seperti ini adalah yang paling efektif. Karena apa? Semua orang dari seluruh penjuru negeri berkumpul di sini, terlebih orang-orang yang mungkin turut andil di Negeri Sora
Misi ini, bertujuan untuk mendekati orang-orang yang mungkin terlibat dan memiliki hubungan dengan petinggi militer Sora, dengan target penyelidikan kita, Cops Merah.
Dan lebih mudah bagi kita mengorek informasi di tempat seperti ini, kita tidak akan dicurigai oleh prajurit militer Negeri Sora. Karena apa? " tanya Zou ke Yuri, ia ingin mengetahui sampai mana kecerdasan gadis yang sering ia ejek itu
" Cih... Jadi seperti itu..... Kita akan membuat orang-orang pemegang informasi rahasia itu, melawan kita di meja judi. Bertaruh hingga titik darah penghabisan
Jika mereka kalah, mereka akan membuka mulutnya untuk membayar kita dengan sebuah informasi
Tapi, mereka tidak akan melaporkan kita pada siapapun, karena apapun alasannya merekalah yang bersalah karena masuk ke perangkap kita? " ucap Yuri sambil membenarkan kaca matanya
" Binggo! Wuah... Bagaimana kau bisa mengerti hanya dengan sekali penjelasan? Yuri... Kau... " ucap Zou kagum, ia tidak menyangka gadis yang hanya hidup dengan ular di sebuah gua bisa begitu tanggap
" Jadi... Siapa target pendekatan kita? " tanya Yuri
__ADS_1
Mereka pun tiba di sebuah kamar jauh di dalam sudut gedung, Zou pun masuk dengan diikuti Yuri. Sebuah kamar mirip penginapan, dengan berbagai macam pakaian di dalamnya, kamar yang cukup luas dengan aksen khas jepang yang kental
Dag.....
Pintu tiba-tiba tertutup begitu saja. Mengurung Zou dan Yuri di ruangan luas itu
Yuri hanya bisa menyipitkan matanya, keadaan seperti itu membuat pikirannya dituntun agar tetap waspada, terutama pada pria berambut merah di depannya.
Bagaimanapun laki-laki seperti Zou mestinya ia jauhi, tampang Zou yang kelewat polos dan imut justru membuat Yuri semakin bergidik
"- Kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini? " tanya Yuri sedikit gagap
Zou yang berdiri di depan Yuri, hanya menengok dengan ekor matanya. Ia lantas berbalik dan menatap gadis itu dengan tampang malasnya. Kemudian dengan pelan melepas kancing jubah Tengunya begitu saja
" A- Apa yang kau lakukan? TOMAT BODOH! " ucap Yuri terkejut dengan tindakan Zou, sontak menyilangkan kedua tangannya di dada
Pria berambut merah itu hanya bisa menghela nafas panjang mendengar Yuri yang parno, ia pun memilih duduk dan menjelaskan alur rencananya itu
" Dengar Yuri, apapun isi kepala tomatmu itu, aku mohon buang jauh-jauh. Aku sama sekali tidak tertarik dengan gadis barbar sepertimu" ucap Zou malas
Yuri pun mulai menurunkan tangannya, dan mengubah mimik wajah yang tadinya terkejut, dengan mimik wajah santai yang terkesan di paksakan itu
"Ha... Hah... Hah... Tentu...... Jika pun dunia hancur, dan hanya menyisakan kita berdua. Kita tidak akan pernah berdamai satu sama lain! Ha.. Ha.. Ha! " ucap Yuri dengan tawa garing, sambil berjalan menjauhi Zou
Zou hanya bisa memutar matanya, bahkan baru beberapa menit lalu ia memuji penilaian wanita itu, rasanya ia ingin menarik perkataanya kembali..
Zou pun mengeluarkan foto dari balik jubahnya, menampakkan potret seorang pria muda dengan kulit wajah pucat, serta senyum yang dipaksakan dan terkesan palsu
"Siapa itu? "Tanya Yuri sambil menyipitkan matanya, bagaimanapun pandangannya masih kabur dengan jarak seperti itu, kini jarak antara keduanya mencapai 5 meter
Senjata yang di hasilkan di bawah kendalinya adalah salah satu senjata dengan kualitas terbaik, serta sangat digemari pemerintah Sora
Kita akan membuatnya mempertaruhkan seluruh uangnya, dan jika kita berhasil mengalahkannya kita akan bisa mendapat informasi mengenai Cops Merah Sora. Menurut Zuryu Itasuke lah yang memasok senjata kedua Cops Sora. " ucap Zou sambil membawa lebih dekat foto di tangannya, agar Yuri bisa melihat dengan jelas
Yuri kini melihat dengan jelas, ia pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti
"Baiklah.... Kalau begitu... Ayo kita lakukan! Kenapa malah datang ke tempat seperti ini? " ucap Yuri mulai bersemangat di misi Tengu pertamanya
" Ck... Kau ini.... Untuk maju ke medan perang, kita memerlukan senjata.
Lihatlah baju dekilmu itu, bahkan jika kau mendekati arena VIP saja kau sudah akan diusir! " ucap Zou
Yuri hanya memiringkan kepalanya, bingung. Bukankah tadi ia dengan leluasa melenggang di tengah hamparan meja judi? Kenapa harus di usir? Yuri kira meja-meja dengan taruhan fantastis tadi adalah meja VIP nya
"Bukankah Kita akan kembali kesana? Ruang VIP. Bukankah aren judi yang tadi? " ucap Yuri
" Hah..... Kalau kita berpakaian seperti ini, kita tidak bisa masuk ke ruang VIP di lantai atas.
Kau tahu, di lantai dasar tadi adalah Arena judi kelas rendah di sini. Di lantai 2 adalah kelas standar, minimal kau harus memiliki 100 keping emas untuk masuk ke sana
Sedangkan di lantai 3, minimal kau memiliki 1000 keping emas.... Dan apa ya? Sedangkan di lantai 4 gedung..... " ucapan Zou terhenti, ia sibuh menghitung dengan jarinya
" Kau memerlukan setidaknya 5000 keping emas sebagai asetmu, kalau tidak kau akan ditendang bahkan sebelum bayanganmu menyentuh lantai 2 gedung" ucap Zou enteng
__ADS_1
Sontak Yuri hanya bisa membeku, dengan mulut mengenga. Bagaimana gadis miskin sepertinya bisa masuk, bahkan ia masih berhutang dengan Xio atas sepaket pakaiannya kini
"Aku.... Aku tidak jadi ikut... Misi ini terlalu berat! " ucap Yuri sambil menunduk
" Untuk masalah sepele seperti itu, kau tidak perlu khawatir. Kau bisa memilih Kimono yang berjejer di sana. " tunjuk Zou ke deretan kimono didepannya
"Tunggu, pakaian itu hanya khusus laki-laki saja. " ucap Zou sambil menggosok dagunya
Tok... Tok.. Tok...
Suara ketokan pintu terdengar dari luar, Zou mengetahui orang yang mengetuk pintu itu adalah Zuryu. Ia pun mempersilahkannya masuk
"Hm.... Masuklah bocah biru! " ucap Zou, lagi-lagi dengan sebutan yang aneh
"Dia sangat tidak sopan, lihatlah siapa yang ia panggil bocah, dasar bocah tomat! " gerutu Yuri kesal dengan Sikap Zou
"Maaf aku datang terlambat, Tuan Zou. " ucap Zuryu memberi hormat. Mata Zuryu kini tertuju pada gadis di depannya. Zuryu masuk dengan membawa sebuah koper di tangannya
"Sudah aku duga kau juga ikut Nona Yuri. " ucap Zuryu sambil melambaikan tangannya ke arah Yuri, dan dibalas senyum oleh gadis berkaca mata itu
"Aku sudah membawakan apapun yang diperlukan. 8000 keping emas sudah dibekukan dalam sebuah cek, sementara 10 serifikat tambang juga diikut sertakan, Tuan. " ucap Zuryu
Benar-benar angka yang fantastis, Yuri yakin misi seperti ini begitu penting, hanya dengan melihat totalitas taruhan Zou saja. Dan cara Tengu, begitu berkelas alih-alih menggunakan sihir mereka
"Tuan Itasuke, dia dikenal tak hanya sebagai pengusaha senjata militer, ia juga dijuluki sebagai Setan Judi di sini. Ia hanya bisa di dekati oleh orang yang mahir dalam perjudian. Seringkali ia melawan pemenang dari setiap lantai judi, dan akhirnya dikalahkan begitu saja
Aku sudah mencoba mendekatinya, namun ia hanya akan berbicara dengan orang-orang yang mau bertanding judi dengannya
Ia adalah tipe pebisnis yang menepati janjinya, apapun taruhannya dan seberapa besar nilainya ia akan penuhi jika ia kalah.
Namun, ia juga seseorang yang menjaga rahasia kliennya, sehingga sampai saat ini, tidak ada yang lebih mengetahui rahasia militer Sora sebaik dirinya.
Terutama ia begitu dipercayai oleh Tuan Tanuki, pemimpin Cops Merah Sora. Jadi bisa dikatakan, cukup sulit mendekatinya, kecuali ia dikalahkan dalam arena judi. " ucap Zuryu meyakinkan
Sebagai pemilik rumah judi itu, ia bahkan tidak pernah berbicara langsung dengan pelanggan VIP nya itu, sehingga sangat sulit untuk mengorek informasi. Untuk itulah Zou mencoba mendekatinya
"Apakah Sihir ilusi tidak mempan padanya? " ucap Yuri
" Sihir Ilusi sangat berpengaruh jika orang yang tertanami sihir terguncang emosinya, setidaknya itu yang harus kita lakukan dalam tarap sihir kita (Sihir ilusi rata-rata). Beda cerita jika levelnya setara dengan Xio
Namun, Xio justru mengambil misi lain" ucap Zou dengan nada malas
"Untuk ukuran Sihir ilusi biasa, sangat sulit mencapai keberhasilan jika target emosinya tidak terguncang.
Dan untuk tuan Itasuke, dia dikenal sebagai pria tanpa emosi, dan hanya memperlihatkan senyuman palsu. Bagaimana mungkin ia akan terjebak dalan sihir kita,
Terlebih, ia juga orang Militer. Jadi hal ini begitu sulit. " jelas Zuryu
"Jadi... Kita tidak memiliki pilihan lain? " gumam Yuri
" Untuk itu, aku menyuruh salah satu Hostes di sini agar membantu Nona Yuri berdandan. Akan aku pastikan kalian bisa mencapai lantai 4 gedung ini! " ucap Zuryu
"Hah... Lagi-lagi.... Kau tidak memiliki kuasa atas tempat judi milikmu sendiri Zuryu... Ckckc" ucap Yuri berjalan melewati Zuryu, sesekali menepuk bahu pria sangar itu
"Begitulah.... Hidup memang sulit Nona. " balas Zuryu, sambil meninggalkan ruang itu dan memgekori kemana Yuri pergi
__ADS_1
Sedangkan Zou, hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis tomat dan bocah biru itu
"Baiklah.... Kesan apa yang akan kutampilkan malam ini? Glamor, menawan, Atau....? " gumam Zou sambil memilih beberapa pakaian di depannya