
Berbagai jenis makanan sudah tertata cantik di meja, sementara para pria sibuk berdiskusi, para gadislah yang menyiapkan meja makan malam.
Tsuyu dengan telaten memotong tipis daging dan menaruhnya di panggangan, sementara Kizumi menata pralatan makan meja. Mereka sengaja tidak menggunakan jasa pramusaji, hal itu bertujuan untuk menjaga apapun agar tetap rahasia
"Hah.... Aku iri dengan kalian" ucap Mirai yang sedari tadi hanya menatap kedua wanita di depannya tengah sibuh menyiapkan meja makan. Ia juga membantu, tapi hanya menata gelas saja
Bukannya tidak mau membantu memasak, namun Mirai tidak mau membuat makanan tambah kacau. Tau sendiri, Mirai tidak pandai masak apalagi dengan tempramennya itu
"Apa maksudmu? Kau iri karena tidak bisa memanggang daging, Mirai? " ucap Tsuyu dengan alis terangkat
" Hn... Begitulah" ucap Mirai sambil menata gelas dengan ektra hati-hati. Bagaimanapun ia takut jika kecerobohannya mungkin bisa memecahkan perabotan di sana
" Bukankah Nona Mirai dikenal karena kehebatan Teknik medisnya? Bahkan reputasimu sudah terdengar hingga ke negeri Tsuki, kenapa kau justru iri dengan hal remeh seperti ini...... " ucap Kazumi, ia sangat heran dengan sikap Mirai yang menganggap hal remeh seperti menata meja makan, di saat ia memiliki keahlian yang jarang orang miliki
" Tapi... Aku tidak memiliki bakat sebagai wanita, menjahit, memasak ataupun hal biasa lainnya. Tidak seperti kalian.... Lihatlah.... Kalian begitu anggun meski celemek membalut tubuh kalian...... " ucap Mirai sambil tersenyum kecut
" Kau akan terbiasa jika sudah mengalami apa yang namanya berumah tangga, Nn. Mirai" ucap Kazumi dengan senyuman.
Baginya dua gadis di depannya adalah juniornya dalam masalah kehidupan dan pengalaman, teeutama mengurus rumah
" Kau itu memang aneh Mirai, ngomong-ngomong Nn. Kazumi bukankah anda dan Tuan Hisui sudah lama menikah? Bukankah usia kalian masih sangat muda? " tanya Tsuyu penasaran, begitu juga dengan Mirai
"Kalian tidak perlu terlalu formal denganku, toh usia kita sama, anggaplah aku juga bagian dari kalian" ucap Kazumi sambil mengibaskan tangannya, ia merasa tidak enak dengan panggilan formal yang digunakan Tsuyu dan Mirai
"Baiklah, kalau begitu mari kita lupakan formalitas di sini. Sekarang kau bisa ceritakan kak Kazumi" ucap Mirai dengan tatapan membara, jika para gadis berkumpul tentu gosiplah yang menjadi topik mereka
"Kami menikah ketika usia kami 15 tahun.... " ucap Kazumi enteng
" APA?! " ucap Mirai dan Tsuyu Kompak, mereka terkejut dengan apa yang di ucapkan Kazumi
" Sesuai tradisi di Negara Tsuki, semua calon pemimpin yang dikukuhkan wajib didampingi seorang istri, berapapun usia mereka. Biasanya pemilih pendamping akan dilakukan dengan jalur perjodohan dengan putri dari clan terpandang" ucap Kazumi, ia pun duduk di depan Tsuyu dan Mirai
Mirai dan Tsuyu pun semakin penasaran, dan ikut duduk anteng
"Jadi kalian pertama kali bertemu karena perjodohan? Sudah aku duga kau bukan wanita sembarangan.
Emm... Bagaimana mengatakannya ya....
Jika Kak Tsuyu diliputi Aura Anggun yang menyejukan....
Kak Kazumi diliputi kharisma..... Kharisma nyonya besar.... " ucap Mirai mulai sotoy, ia bahkan lupa dengan sikap dingin dan datarnya. Bergosip membuang jauh sikapnya itu, meski ini pertama kali ia lakukan
Kazumi hanya tertawa kecil, sambil menggelengkan kepalanya
" Tidak-tidak...... Aku bukanlah seorang putri dari Clan terpandang di negeriku. Kalian akan terkejut, sebenarnya aku hanya seorang putri dari seorang pria militer biasa.
Ayahku bukanlah Kapten Militer ataupun Tetua Tsuki, dia hanya tim cadangan dari prajurit patroli desa" ucap Kazumi
Baginya kehidupannya sudah cukup sulit, ditambah ia harus berjuang di dalam paradigma bahwa wanita tidak cocok menjadi seorang pejuang, apalagi kenyataan bahwa ia dari keluarga Militer biasa
"Heh.... Mirai... Kau hanya mengambil inti cerita biasa. Mungkin saja itu roman antara tuan muda dengan gadis desa biasa, dimana mereka bertemu dan jatuh cintah.... " ucap Tsuyu sambil mencoba menebak
" Tidak... Kau salah" ucap Kazumi, yang dibalas tatapan 'Lalu kenapa?' Mirai dan Tsuyu
"Ayahku seorang prajurit biasa, membuatku bertekat menjadi prajurit terbaik dan diakui Tsuki meski aku perempuan atau bahkan bukan dari Clan terpandang
__ADS_1
Aku berusaha untuk diakui, oleh karena ambisiku itu,aku bekerja sangat keras di medan perang. Akupun menjabat sebagai salah satu kapten wanita pertama di usiaku yang ke-15 tahun, mematahkan pandangan orang-orang yang meremehkanku" ucap Kazumi
"Lalu.... Apa kau bertemu Hisui saat peperangan? " tanya Tsuyu
Kazumi menggeleng, nyatanya kisahnya tidak semulus negeri dongeng belaka
" Aku ditunjuk sebagai kapten penyergap dan ahli strategi yang meminpin 5 orang pasukan khusus sabotase . Namun, dalam sebuah misi, aku membuat kesalahan dengan pasukanku. Sehingga seluruh pasukan di bawah komandoku tertangkap musuh dan dibunuh.
Sebagai rasa tanggung jawabku, aku bersedia dihukum dengan membunuh diriku sendiri dihadapan dewan Tsuki" ucap Kazumi sambil menunduk sedih, ia teringat akan masa lalunya itu
"Namun, Hisui menghentikan aksiku, tepat sebelum aku menggorok leherku sendiri.
Ia mengatakan bahwa mati saja tidak bisa menebus kesalahanku. Ia hendak memberiku hukuman lain, dan mengatakan jika aku menjadi istrinya, dan mendukungnya lewat bakatku, aku akan tebebas dari hukuman mati, serta hidup dengan menebus kesalahanku.
Aku harus mengabdi hanya untuk 'suamiku', sekaligus bersanding dengan penerus selanjutnya tampuk kekuasaan Tsuki" ucap Kizumi
"Jadi kalian menikah tidak didasari perasaan masing-masing? " tanya Tsuyu
" Hm... Begitulah. Hisui menyelamatkan nyawaku, sedangkan aku terpuruk dengan rasa bersalah dan ingin menebus dosaku kepada rekanku, untuk itu aku membantu Hisui dengan kemampuanku
Meski dewan menolak, Hisui mengancam ia tidak akan mengambil alih Tsuki.
Tidak ada pilihan lain, selain Hisui, ia hanya memiliki seorang kakak perempuan, yang tidak mungkin mengambil alih kepemimpinan.
Hisui yang cenderung bersikap lembut dan tulus, mungkin saja kalah dalam politik tetua Tsuki. Begitulah cerita kami, bukankah itu membosankan? " ucap Kazumi dengan senyuman
" Lalu bagaimana dengan sekarang? Apakah status kalian masih antara penyelamat dan orang yang berhitang budi saja? Tidak ada yang lebih? " tanya Mirai
" Aku hidup dengan sendok kayu (Miskin) dalam hidupku, sedangkan Hisui hidup dengan sendok emas. Seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa pria pendiam dan selalu bersikap tenang itu, memiliki luka yang dalam di hatinya.
Ia mungkin di kenal sebagai prajurit Militer terbaik di Tsuki, nyatanya perasaan yang lembut membuatnya rentan di kendalikan oleh para Tetua Tsuki
Karena itu, aku ingin sekali melindungi penyelamat ku, mendukungnya sepenuh hatiku" ucap Kazumi
Lagi-lagi, peperangan dan semua yang berhubungan dengan sihir, kekuasaan merenggut orang-orang tercinta dan membuat luka didalam ingatan seorang anak.
Entah itu Mirai, Hotaru, Aora, Hisui semua memiliki bekas luka. Mirai menyadari hal itu
Semua orang tampak murung, Mirai yang menyadari hal itu pun hendak mencairkan suasana
"Hua.... Kisahmu memang hebat Kak Kazumi, aku bahkan terinspirasi membuat sebuah novel dengan kisah itu" canda Mirai
"Apa kau suka menulis Mirai? " tanya Tsuyu
" Tidak.... Aku bahkan benci melihat kertas kosong" ucap Mirai datar
"Cih.... Dasar..... Kenapa kau gelisah sekali? " Tsuyu hanya menggelengkan kepalanya
Mirai yang merasa tidak nyaman dengan dress yang ia kenakan, terlihat gelisah
" Hm... Itu... Tadi Aora membelikanku Dress... Tapi... Ukurannya memang pass...... Yang jadi masalah itu... "
Mirai mendekatkan wajahnya ke arah Tsuyu dan Kazumi. Lalu membisikkan sesuatu.....
" Benarkah? Hahahahah" ucap Tsuyu sambil cekikikan
__ADS_1
"Hm... Begitulah.... Ukurannya sungguh tidak pas di tubuhku..... " ucap Mirai dengan tampang sebal
" Mungkin saja ia memang tidak tahu kan? " ucap Kazumi
" Entahlah.... Tapi kan dia bisa mengada-ngada kan? Aish.... Itu membuatku tidak nyaman? " ucap Mirai
" Apa yang tidak nyaman? " tanya Hotaru tiba-tiba
Para lelaki sudah menyelesaikan diskusi mereka, Aora dan Hotaru pun berjalan ke arah meja makan sedangkan Hisui tertinggal di belakang
" Em.... Itu...Aora tadi membelikanku sebua B.... " belum selesai Mirai bicara, dengan ceoat Aora membekap mukut gadis itu
" Mirai kau terlalu banyak bicara" ucap Aora dengan nada canggung
"Sebenarnya ada apa dengan kalian heh? " Hotaru semakin penasaran
" Sudah-sudah Tuan Hotaru, sebaikanya kau jangan campuri urusan mereka. Makanlah, kau pasti lapar" ucap Tsuyu mengalihkan perhatian, ia pun menarik Hotaru untuk duduk di kursinya
Sedangankan Kazumi menghampiri suaminya, dan mempersilahkan ia duduk di sampingnya
Aora?
Ia msih membekap mulut Mirai, bagaimana mungkin Mirai bisa membahas hal seperti 'itu' di depan laki-laki lain?
Mirai bergumam, ia menyuruh Aora segera melepaskan dekapan di mulutnya
"Mirai... Sebaiknya kau tidak membahas hal itu lagi... Hm? " bisik Aora
Mirai yang marah langsung menginjak kaki Aora, hingga membuat empunya kaki berteriak kesakitan
" Kau seharusnya tidak melakukan hal itu, Aora! "
Mirai pun duduk begitu saja, tanpa memperdulikan Aora
" Kau memang kejam Mirai, lihatlah.... Aora begitu menderita... " ucap Hotaru memarahi Mirai
" Lalu? " ucap Mirai dengan tatapan horor
" Tidak ada.... " Gotaru langsung mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan mematikan Mirai
Di ruangan itu, hanya pasangan Kazumi dan Hisui yang terlihat damai dan begitu manis. Sesekali Kazumi memberi perhatian kecil kepada Hisui, tentang apakah makanan itu sesuai selera suaminya apa tidak, yang di balas senyuman oleh Hisui
Sementara Hotaru adan Tsuyu masih terjebak di dalam hubungan atasan dan sekretaris, namun ada kembang api cinta di kedua mata mereka. Hotaru sesekali memberikan lauk ke piring Tsuyu, yang di balas senyuman manis oleh wanita cantik berambut pirang itu
Sedangkan Aora dan Mirai? Entahlah....
...----------------...
Hallo minna~~~
Mungkin bagi kalian chap ini sedikit gaje ya....
Tapi Author sengaja menyisipkan Chapter bertema ringan di sela-sela konflik MC.... Anggap aja ini Chap. Filler....
__ADS_1
Ya.... Agar kalian tidak terlalu tegang bacanya..... Author harap jika ada baca Chapter ini kalian gak bosan..... Mungkin saja ya..... Akan ada episode dimana konflik semakin berat.....
Jadi mohon sangat dukungannya....... Dan tinggalin jejak please....... Arigatou....... Muah.... 😍