Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
'Topeng'


__ADS_3

Sebuah aliran sungai kecil dengan air yang jernih serta arus yang tenang. Seorang pria dengan rambut merah mencolok, sedang membasuh tangannya yang penuh dengan darah. Noda di tangannya membuat air yang tadinya jernih berubah keruh. Pria itu pun berdiri dan berjalan menuju partnernya sambil mengeluh. Nee dan Zou nenikmati waktu istirahat mereka disela misi yang diberikan Xio


"Hah! Sia-sia saja kita ke sana. Tidak ada informasi yang kita dapat! " ucap Zou sambil memasang muka malas. Sekilas ia melirik Nee yng masih sibuk dengan dunianya. Menatap burung-burung hutan dalam diam menjadi hobi tersendiri pria berwajah sangar itu



" Nee..... Apa kau mendengarku? "


Nee tidak menjawab pertanyaan Zou. Ia hanya berdiri sambil memperhatikan seekor anak burung yang terjatuh dari sarangnya. Anak burung itu menggeliat, dengan sayapnya yang patah. Bukan kali pertama Zou tidak dianggap oleh Nee, ia pun hanya bisa menghela nafas pelan


" Untuk apa aku bertanya. Toh tidak akan dijawab juga. Nee..... Ayo kita pergi saja! Gara-gara kau yang tiba-tiba saja ingin pergi ke Hoshi, kita jadi kehilangan banyak waktu! "


" Hn"


Nee pun mengikuti kemana Zou pergi, tiba-tiba saja Zou menghentikan langkahnya dan diam mematung


"Ada apa? " ucap Nee


" Segel pelindung markas kita, tampaknya seseorang telah menghancurkannya dan berhasil masuk ke markas! Cih. Siapa yang berani menghancurkan segel milikku? " Zou pun mulai berlari. Lewat pengendali sihir jarak jauh, ia merasakan seseorang menerobos masuk ke markas Tengu


" Kau tidak usah Khawatir, Batu 3 Pilar pelindung sudah aman. Xio sendiri yang menyimpannya...... Jika ada penyusup, mereka tidak akan menemukan apapun, kecuali kastil tua! " ucap Nee sambil terus berlari mengikuti Zou


"Tetap saja, itu melukai harga diriku! "


......................


Tap....


Aora mendarat tepat di depan balkon ruangan Ketua Zen, dengan burung sihir ciptaanya ia dengan cepat dapat pulang ke desa Sora setelah misinya berakhir. Aora pun membuka jendela ketua Zen


" Aora! Untuk apa pintu dibuat, heh? " Zen yang masih berkutat dengan dokumennya, memarahi Aora yang hendak melompat masuk tanpa izin melalui jendela kantornya


" Terlalu merepotkan! " ucap Aora santai. Ia berjalan menuju ke arah ketia Zen, lalu menyerahkan sebuah dokumen


"Ini adalah laporan lengkap penyelidikanku selama 3 bulan terakhir! Aku berhasil menemukan markas para penyerang kelompok bandit. " Zen menghentikan aktifitasnya, kini pandangannya fokus pada Aora


"Informasi apa yang kau dapat mengenai penyerangan 2 orang misterius itu? " Aora mengamgguk


" Mereka dikenal sebagai anggota sebuah Organisasi yang bernama Tengu. Mereka adalah sebuah organisasi prajurit militer bayaran, yang terkenal di kalangan dunia 'gelap'. Tengu menerima misi apapun, selama mereka di bayar atau mendapat informasi tertentu" Alis Zen mengekut heran ketika mendegar rincian laporan Aora


"Informasi seperti apa yang mereka incar? "


" Aku tidak bisa mengetahui tujuan jelas mereka. Karena pergerakan organisasi itu sangat tertutup, sangat sulit mendapatkan informasi mengenai anggota atau kemampuan mereka" Ketua Zen pun membuka lembaran laporan Aora


"Di sini tertulis mereka mengincar sebuah kitab? " Zen membalik cepat dokumen ditengannya.


" Mereka mengincar kitab 3 Pilar atau kitab Nue yang kebetulan di koleksi bos bandit. Aku sendiri sempat pergi ke markas Tengu sesuai petunjuk orang yang pernah menggunakan jasa mereka. Tapi hanya hutan iblis yang mereka sebut! "


"Kitab 3 Pilar? Tidak mungkin itu masih ada. Lalu apa kau menemukan seseorang? Tidak.... Apa kau menemukan markas mereka? "


" Hm...... Aku menemukan markas mereka. Markas yang dilindungi segel sihir, tapi setelah aku masuk ke sana, tempat itu kosong dan tidak ada siapa pun di sana! " Ketua Zen mengangguk paham

__ADS_1


"Hm..... Baiklah Aora, terimakasih. Kau bisa beristirahat beberapa hari ini. Setelah misi Hoshi yang melelahkam, maaf membuatmu juga terlibat dalam misi melelahkan ini. Sekarang istirahatlah! " Aora tidak begitu saja meninggalkan ruang Ketua Zen. Ia masih penasaran kitab apa yang Tengu incar


"Tapi apa sebenarnya kitab Nue itu, ketua? " Zen menggeleng pelan. Apapun mengenai Nue, ia hanya tahu melalui cerita dongeng yang tersebar di masyarakat. Sora melarang orang yang tidak terlibat untuk tahu lebih jauh mengenai Nue. Hal itu juga berlaku untuk Zen


" Aku masih belum yakin. Aku perlu mengumpulkan informasi lebih banyak lagi. " ucap Zen. Aora mengerti, masalah seperti itu tentu sangat sulit untuk dijelaskan begitu saja


" Kalau begitu, aku permisi" ucap Aora sambil meninggalkan ruangan Ketua Zen


......................


Di dalam sebuah lorong di gedung Desa Sora, Mirai berjalan membawa beberapa dokumen dan menuju ruang ketua Zen. Sedikit kekhawatiran terlihat di raut wajahnya. Mengenai misi sebenarnya ia menyusup ke Sora, sampai detik ini ia belum menemukan sebuah petunjuk apapun


Sudah cukup lama aku ada di sini, tapi aku belum bisa menemukan dimana letak kuil Nue.......


Mirai terus berjalan dalam lamunanya, hingga ia melihat sosok pria yang berjalan jauh di depannya.


"D-dia? "


Mata Mirai membulat, ia melihat sosok pria bertopeng yang waktu itu ikut membantunya lari dari kejaran prajurit saat ia mencoba menyusup. Aora membuka pintu ruangan Ketua Zen, ia secara tidak sengaja berpapasan dengan pria itu. Mirai yang mengetahui hal itu, langsung bersembunyi di sudut ruangan tidak jauh dari sana


"Siapa sebenarnya pria itu? Dilihat dari seragamnya dia dari cops putih sama seperti Aora! " Mirai pun mencoba mengintip dari celah tembok, memastikan siapa pria bertopeng itu


Aora terlihat sangat akrab meyapa orang itu. Mungkinkah dia salah satu rekan Aora? Mirai kembali memperhatikan pria itu, kebetulan pria itu akhiranya mulai membuka topengnya



"Bukankah dia Ten? "


......................


Gedung Pemimpin desa Sora sangat berdekatan dengan markas Cops Awan Putih. Kedua gedung itu hanya dibatasi sebuah hutan Kecil yang kini dilalui Ten. Tiba-tiba, Ten menghentikan langkahnya, ia melirik ke arah pohon besar di sampingnya


"Sebaiknya kau segera keluar! Kenapa kau mengikutiku dari tadi, Mirai? "


Keberadaan Mirai terdeteksi Ten, pria itu mengetahui bahwa sedari tadi ia dibuntuti seseorang. Mirai pun keluar dari persembunyiannya, sebenarnya ia sengaja membuat keberadaanya diketahui Ten


" Aku ingin bicara denganmu, Ten! " ucap Mirai dengan nada dingin. Ten tersenyum tipis


"Jika kau ingin membahas tentang malam itu. Sudah aku bilang sebelumnya, anggap saja aku membantumu waktu itu. " ucap Ten. Ia hanya berdiri membelakangi Mirai. Mirai masih belum bisa menebak Niat tersembunyi Ten. Kenapa? Kenapa dia membantunya kabur?


"Tapi tetap saja, kenapa kau membantuku? Mengingat posisimu, seharusnya kau melaporkanku karena telah menyusup ke ruang penyimpanan! "


Ten pun berbalik menghadap Mirai, ia berjalan mendekati Mirai dan menatap gadis di depannya itu sambil tersenyum penuh arti


"Anggap saja aku memiliki sebuah tujuan, sama halnya dengan kedatanganmu ke desa ini.


Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberitahukan apa pun tentang malam itu pada siapa pun. Kau bisa memegang ucapanku, Mirai! " Ten pun mendekati Mirai dan berbisik tepat di telinganya


"Meskipun aku tahu kau seorang mata-mata.....


Tapi, Percayalah..... Kita berada di situasi yang sama. " bisik Ten. Mata Mirai pun membulat, bagaimana Ten bisa mengetahui identitasnya itu. Dari ucapannya apa dia seorang mata-mata juga?

__ADS_1


"A- Apa maksudmu? " Mirai menatap tajam Ten.


" Aku memang tidak tahu tujuanmu menyusup ke Sora. Tapi yang jelas, kehidupan kita tidak jauh berbeda. Kita sama-sama mengenakan topeng untuk mengelabui orang lain"


Ten pun menepuk bahu Mirai pelan dan meninggalkan Mirai yang tengah mematung.


Di belakang mereka, Aora juga berada ditempat itu. Aora melihat dua orang yang ia kenal, lantas ia memanggil Mirai


"Mirai! "


......................


Ten berjalan melewati Mirai, melihat wajah terkejut Mirai membuat senyum penuh arti terukir di wajah Ten.


" Mirai....... Mungkin kelak kau justru berguna untukku! " gumamnya pelan


...~Flash back~...


Malam penyusupan Mirai ke Kantor Desa Sora, tanpa di ketahui Mirai Ten memperhatikan Mirai yang sibuk menggeledah ruang kerja Ketua Zen


Meski tertutup masker, Ten dapat dengan jelas menerka siapa sosok itu. Ten sadar ketika melihat mata lavender yang tidak asing lagi buat Ten


" Mirai? " gumam Ten pelan, senyuman terukir di balik topengnya " Ini tampak semakin menarik"


Ten pun berjalan menuju pintu ruang penyimpanan dokumen. Di sana sudah berjaga dua orang prajurit Sora yang bertugas mengamankan ruangan penting itu. Melihat prajurit bertopeng dengan syal putih di lengannya (lambang kapten), penjaga pun memberi hormat kepada Ten


"Kalian! Pergilah membantu prajurit lain memeriksa sisi utara gedung! " perintah Ten pada dua penjaga itu. Mereka berdua tampak ragu. Jika mereka meninggalkan pos, lalu siapa yang akan menjaga tempat itu?


"T- Tapi kapten. Tugas kami di sini. "


"Apa kalian meragukan perintahku? " ucap Ten yang terdengar sedikit kesal. Dua prajurit itu akhirnya menuruti printah Ten


" T-tidak kapten, baik kami akan segera ke sana! " Prajurit itu pun pergi meninggalkan pos mereka. Sementara Ten pun melihat segel kertas pelindung yang dipasang di pintu


Dengan lencananya, ia melepas segel itu dan membiarkan gudang dokumen tidak bersegel. Ia pun langsung bersembunyi. Beberapa saat ia melihat Mirai memasuki ruang itu


"Ternyata, kau juga seorang mata-mata, Mirai! "


...----------------...


~Hallo readers....... Yuki kembali menyapa...... Jika kalian membaca cerita Mirai hingga bab ini? Bagaimana? Apakah ceritanya menarik?


Yah~~Author sadar, hingga detik ini belum ada yang membaca cerita Author.


Putus asa?........ Tentu.....


Ingin berhenti?.......... Selalu kepikiran seperti itu......


Tapi......


Keinginan Author hanya satu, menamatkan kisah Mirai..... Jika sampai Author berhenti di sini...... Itu artinya Author yang yang membunuh Mirai, tanpa memberinya kesempatan bahagia kan......

__ADS_1


Oh ya...... Maaf Author jadi curhat, pokoknya terima kasih untuk waktu kalian.......... Jika bagi Xio, Mirai adalah cahayanya sedangkan bagi Mirai, Aoralah cahayanya....


Bagi Author, kalianlah cahayaku........... Arigatou..... 😘


__ADS_2