Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Menindas atau Ditindas


__ADS_3

Malam semakin larut, Aora masih mengkawatirkan kondisi Mirai. Ia masih belum mengerti, kenapa sikap Mirai begitu berubah?


Hotaru hanya bisa memandang rekan barunya dengan aneh. Ia kembali memeriksa satu-satunya jasad anak buah Shira.


"Sepertinya kau harus menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Selain dia, semua antek-antek Shira dan bahkan Shira sendiri tidak bisa kita selidiki lagi! " ucap Hotaru sambil terus melihat Aora yang khawatir.


"Apa kau mendengarkanku Aora? " Hotaru sadar pikiran pria di depannya itu tidak sedang di tempat ini


" Baiklah, kami akan mengurus semuanya! " ucap Aora yang mondar-mandir tidak jelas.


"Ck, pikiranmu tidak di tempat ini rupanya. Tenanglah! Aku bisa melihat, gadis itu tidak akan terluka. Dia cukup tangguh untuk ukuran gadis bertubuh kecil sepertinya"


Tanpa mereka sadari jauh dikegelapan hutan muncullah sosok Mirai yang berjalan menuju kearah Aora dan Hotaru.


"Tunggu, bukankah itu Mirai?" tunjuk Hotaru


Aora dengan cepat menuju arah datangnya Mirai. Tanpa basa-basi ia luapkan semua kekhawatirannya dalam bentuk pertanyaan.


"Mirai, dari mana saja kau? Kau tidak apa-apa? Apa kau tidak terluka? " Tanya Aora sambil memeriksa keadaan Mirai, sorot matanya menceeimnkan kecemasan. Sementara Mirai, hanya tersenyum pelan tanpa memberi Aora alasan apapun


" Aku tidak apa-apa, aku hanya terkejut dengan kejadian yang menimpaku. Kau tidak usah cemas, Aora! "


"Syukurlah, Mirai"


Kini tatapan lega menghiasi wajah cemas Aora, dengan kembalinya Mirai, ia bisa fokus dengan misi selanjutnya.


"Baiklah! lebih baik kita bergabung dengan tim Rou, sebelum malam lebih larut lagi" ucap Hotaru


Hotaru, Mirai dan Aora langsung menuju ke tempat Rou dkk. Mereka membantu Hanna merawat pasien serta bermalam di rumah tua bekas markas Shira


......................


Di markas cops Awan Merah, Tanuki sedang berjalan melewati ruang tempat Cops Merah berlatih.


Tidak seperti latihan pada umumya, cops merah dididik untuk menuntaskan misi apapun yang terjadi. Termasuk membunuh temanya atau bahkan dirinya sendiri jika diperlukan. Semua itu bertujuan untuk melindungi informasi atau misi ilegal Tanuki dari pihak luar

__ADS_1


Pertarungan antar rekan terlihat di sepanjang ruang latihan, anggota Cops berlatih dengan cara melawan temannya hingga salah satu dari mereka kalah atau bahkan mati.


Di tengah perjalan Tanuki, dua orang bertopeng menghadapnya.



"Ada apa? "


" Tuan Tanuki, misi yang anda berikan ke Tim Shira telah digagalkan oleh Tim Aora atas perintah Ketua Zen" Tanuki terdiam sejenak


"Begitu, baiklah kalian boleh pergi! " ucap Tanuki dengan raut wajah sesikit kesal. Rencana yang ia siapkan untuk mengadu domba Hoshi telah berantakan.


Ia melanjutkan perjalanannya menuju ruang kerjanya, ruang yang gelap dan hanya diterangi oleh beberapa lentera. Tanuki memasuki ruang dengan nuansa gelap, duduk di kursi kerja dengan membalikkan beberapa dokumen. Tidak ada ekspresi yang tergambar di wajah yang mulai keriput itu.


"Keluarlah! Aku tahu kau di sini" ucapnya sambil menatap sudut ruangannya yang gelap


Seorang pria bertopeng binatang keluar dari sudut gelap diruang Tanuki, ia terlihat berasal dari Cops Awan Putih dilihat dari seragamnya.



"Pengorbanan di perlukan untuk sebuah tujuan yang besar" ucap Tanuki tanpa mengalihkan perhatian dari dokumen di depannya. Pria bertopeng itu mendekat, tepat dihadapan Tanuki ia menatap pria tua itu tajam dati balik topeng kucingnya


"Insiden di desa Fuu, aku tahu semua itu ulahmu. Kau ingin mengobarkan peperangan bukan? "ucap sang Pria Bertopeng dengan tangan mengepal kuat.


" Sora..... Bukanlah negeri yang mudah tunduk pada musuh demi sebuah perdamaian. Kita memiliki kekuatan hebat sebagai salah satu negeri besar. Tidak akan aku biarkan Sora tunduk dan berdamai dengan Negeri Hoshi. Sementara dimasa lalu, kita menumpahkan darah untuk melawan mereka" ucap Tanuki mantap


"Karena itu kau mengadudomba Sora dan Hoshi? Sungguh perbuatan yang pengecut"


Tanuki mulai mengalihkan pandangannya ke depan, menatap pria bertopeng dengan tajam.


"Seorang Anak yang bahkan tidak tahu arti dari 'pengecut' sesungguhnya, lebih baik diam saja. Kau tidak tahu, di dunia ini hanya ada dua sistem yang berlaku.


Menindas atau ditindas lebih dulu. Sesuatu tanpa kekuatan yang besar pada akhirnya akan ditundas oleh orang-orang yang memiliki kekuatan. Itulah dunia yang kita tinggali saat inu! " Ucap Tanuki


"Benar juga, seseorang yang serakah akan kekuatan dan kekuasaan sepertimu. Tidak akan pernah mengerti bagaimana dunia yang damai tanpa pertumpahan darah. Bahkan untuk menyelamatkan hidupmu sendiri, kau tega menyerahkan hidup orang yang orang yang pernah kau panggil istri sekalipun" ucap Pria itu.

__ADS_1


Tanuki mulai kesal, ia berdiri dan menggebrak meja kerjanya.


Brakkkk......


"Suatu saat kau akan mengerti, bagaimana sistem dunia ini serta bagaimana rasanya mengorbankan istri dan bahkan membuang anakmu sendiri, demi menghilangkan kelemahan terbesarmu"


"Setidaknya, aku tidak akan menjadi monster sepertimu, Ayah..... "


" Kita lihat saja, dengan kemampuan biasamu itu. Apakah kau masih percaya diri menentangku, dasar anak bodoh!


Asal kau tahu! Di dunia ini ada dua jenis orang. Orang yang terlahir dengan bakat dan kekuatan hebat, serta orang lemah yang tidak memiliki apapun dan pada akhirnya menjadi orang tertindas.


Namun, jika orang lemah itu memiliki kemauan, ia bisa mencuri lekuatan dari orang berbakat, dan menggunakannya untu balik menindas. Dunia hanya tentang siapa yang kuat dan siapa yang lemah! " mendegar jawaban orang yang dia panggil ayah. Pria bertopeng itu lalu menghampiri Tanuki dan memukul meja dengan keras. Seakan tidak mau kalah, pria itupun turut mengutarakan perasaanya dihadapan sang Ayah


Brakkkkkkkk..........


"Untuk itu, aku akan melindungi orang berhargaku dari orang sepertimu! " ucapnya sambil menatap tajam Tanuki dari balik topengnya.


"Silahkan saja, orang yang paling kau cintai berada di genggamanku. Pada akhirnya kau hanya akan mengkhianati teman-temanmu dan menusuk mereka dari belakang.


Karena kau mewarisi darah ku, dimanapun dan apapun keinginanmu, pasti kau dapatkan apapun resikonya! Karena kau adalah putraku! " ucap Tanuki sambil tersenyum


Pria bertopeng itu mengepalkan tangannya, tubuhnya bergetar, Ia kemudian meninggalkan Tanuki tanpa sepatah kata


"Oh ya..... Sebaikya kau terus Awasi Aora. Laporkan padaku setiap gerak-geriknya. Dengan begitu aku menjamin keselamatan gadis itu


Aaa..... Aku lupa, satu-satunya perbuatan terbaikmu untukku adalah kau menjadi sahabat Aora. Kau tahu siapa orang yang harus kau dekati untuk kepentinganmu sendiri, kau memang putraku! " Ucap Tanuki


Pria bertopeng itu meninggalkan ruangan dengan tangan terkepal kuat. Namun, belum ia keluar dari pintu itu, seorang gadis berambut violet memasuki ruangan itu.



Pria beropeng itu hanya diam membeku, menatap gadis yang berdiri di depan pintu. Ia lantas dengan cepat ia keluar dari ruangan itu.


"Masuklah Yume" ucap Tanuki kepada gadis yang mengenakan seragam Cops Awan Merah didepannya

__ADS_1


"Baik Tuan! "


__ADS_2