Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Akulah Mirai Untukmu


__ADS_3

" Siapa sebenarnya aku ini?" Kata itu terucap begitu saja dari mulut Mirai. Gadis berambut hitam panjang itu, hanya menatap kosong pantulan dirinya di kolam Teratai.


Tidak seperti Zou dan Nee, Mirai tidak terjebak dalam kenangan masa lalunya. Mirai bahkan tidak menyadari, jiwanya sudah terlampar jauh kedalam sebuah ruang yang diciptakan sihir Tora. Sebuah Alam Fana, dengan hamparan kolam Teratai yang membentang luas sepanjang mata memandang.


Di dalam ruang yang mengelilingin Mirai, hanya ada kolam luas serta langit malam berbintang. Dunia yang diciptakan Tora itu dikenal sebagai Kolam Teratai Penyucian Jiwa. Hanya orang-orang khusus yang bisa mencapai tempat itu. Orang-orang terpilih itu, akan mampu melihat kedalam diri mereka sendiri. Siapa sebenarnya diri mereka, akan tercermin di dalam air jernih yang berada tepat di bawah kaki mereka. Tidak jarang, Jiwa mereka akan terjebak selamanya didalam sebuah siklus, tanpa pernah menemukan apa yang disebut jalan keluar.


Mirai menatap ragu bayangan dirinya. Sosok wanita yang tercermin di air kolam benar-benar mirip dengannya. Tapi ada satu yang membuat Mirai ragu. Kenapa? Kenapa sorot mata wanita yang ia lihat begitu sarat akan penyesalan dan kesedihan? Seperti kata Tora sebelumnya. Apa mungkin sosok dihadapannya adalah cerminan masa depanya?


"Bukankah, wanita itu terlihat begitu menyedihakan? "


Suara seorang wanita terdengar entah dari mana. Mirai segera mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tidak ada apapun selain kolam teratai luas dan langit malam yang kelam. Mirai penasaran, apa selain dirinya ada seseorang yang ikut terjebak ke dalam dunia aneh itu?


"Siapa kau! Keluarlah dan tunjukkan wujudmu! " Mirai mulai bersiaga, ia segera mengeluarkan pisau kecil dari dalam kantong peralatannya. Dalam situasi membingungkan seperti ini, Mirai sadar ia harus tetap waspada


" Ha... Ha... Ha! Kau bertanya siapa aku? " ucap suara wanita misterius dengan tawa nyaring.


Mirai hanya bisa mengeratkan pisau di tangannya sambil terus bersiaga. Mata lavender Mirai mulai terfokus pada air yang mulai beriak tidak jauh dari posisinya berdiri.


Perlahan riakan air mulai membesar dan menciptakan sebuah sosok siluet yang menyerupai manusia. Mata Mirai menyipit, mencoba menerka siapa sosok yang muncul dari dalam air. Suasana hening yang mencengkram serta sedikit gelap, membuat Mirai harus melakukan usaha ektra untuk mengenali siapa sosok didepannya.


Cahaya bulan akhirnya menyinari tubuh ramping gadis misterius itu. Surai Hitam panjangnya terhempas pelan meski masih sedikit meneteskan buliran air


"K-kau?! "


Mata Mirai membulat sempurna, ketika menyadari siapa sosok yang berjalan pelan ke arahnya. Sebuah senyuman dingin terukir di wajah cantiknya.


Bagaimana mungkin, wanita itu terlihat persis sama denganku?


" Benar. Aku adalah kau! " ucap wanita itu seolah tahu isi pikiran Mirai. Ia benar-benar sama persis dengan Mirai. Bak pinang dibelah dua. Wajah, tubuh bahkan pakaian mereka terlihat sama. Mirai yang memandang sosok didepannya seolah melihat cerminan dirinya sendiri. Namun, ada satu yang membedakan keduanya. Sorot mata mereka sangat kotras.


Mirai dengan iris ungu pucat seindah bunga Lavender. Sementara sosok didepannya, terlihat dingin dengan iris merah menyala.


Sosok didepanku, benar-benar berbeda. Seluruh energi kegelapan bahkan bersarang ditubuhnya?


"Aku adalah sisi gelap dalam dirimu, Mirai! " sambungnya lagi dengan senyum licik terukir di wajahnya.


" Apa maksudmu? Kau bilang Kau adalah aku? " gumam Mirai pelan. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat didepannya. Saat ini Mirai seolah kehilangan jati dirinya. Apa benar sosok dingin penuh kegelapan itu adalah dirinya. Mirai bahkan tidak tahu siapa sebenarnya dirinya sendiri?


" Benar. Aku dan dirimu adalah satu. Hanya aku yang tahu penderitaanmu selama ini! Tidak ada seorang pun didunia ini yang mengerti penderitaanmu sebaik diriku! "


Wanita yang menyerupai Mirai itu adalah sosok kegelapan dalam diri Mirai (Yang Mirai/Mirai jahat). Sama seperti energi alam yang memenuhi dunia. Jiwa manusia pun terdiri dari dua unsur yaitu Yang (kegelapan) dan Yin (Cahaya).


Dua esensi berlawanan yang bersemayam dalam jiwa seseorang. Sosok didepan Mirai adalah sosok yang selama ini menampung kebencian, kemarahan, penderitaan serta semua emosi negatif dalam diri Mirai. Sosok itu juga yang menampung kegelapan yang tercipta oleh Sihir Nue


Seperti kata Tora sebelumnya, Mirai harus bisa menghancurkan kegelapan dalam dirinya. Dengan kata lain, Mirai harus mengalahkan sosok didepannya untuk bisa keluar dari dunia aneh itu dan mengambil batu Pilar-ke 3


Mirai Jahat kini melirik bayangan Mirai yang terpantul dikolam. Senyum licik kembali menghiasi wajahnya


"Kolam ini menunjukan siapa sebenarnya dirimu. Lihatlah! Wajah penuh penderitaan itu sebentar lagi akan menghiasi wajahmu! Itu adalah masa depanmu!


Takdir kita, sudah diputuskan sejak awal. Dengan darah terkutuk di tubuh kita, kita akan terus dikelilingi penderitaan serta kehilangan bayak orang yang kita sayangi! Kita selalu diburu untuk kepentingan segelintir orang. Tentu kau masih ingat, bagaimana orang-orang kejam itu memperlakukan kita bukan?! "

__ADS_1


Mirai jahat mengulurkan tangannya. Dengan segala tipu dayanya ia mecoba mempengaruhi Mirai untuk berjalan di jalan kegelapan. Jika sampai Mirai menggapai tangannya, maka sihir kegelapan akan kembali menyelimuti tubuh Mirai. Mengambil alih dirinya dan merubah Mirai menjadi sosok monster berdarah dingin yang haus membunuh


" Jadi Mirai! Biarkan aku menguasai tubuhmu dan mari membalas semua penderitaan kita dengan membunuh semua orang yang berani menyakiti kita! Aku akan meminjamkan kekuatanku padamu.


Dunia? Dengan kekuatan yang kita miliki! Kita bahkan bisa menghancurkan Dunia Terkutuk yang telah mengirmkan penderitaan dengan mudah!


Nah! Sekarang kau cukup ulurkan tanganmu! " ucap Mirai jahat dengan seringai penuh arti


Mirai menatap sosok didepannya ragu. Sekelibat bayangan masa kecilnya berputar cepat. Sosok prajurit Anggota Cops merah, Tanuki serta orang-orang yang memanfaatkan darahnya tanpa henti memenuhi kepala Mirai. Keraguan Mirai membuat sihir kegelapan mulai muncul dari Gyoku saljunya. Perlahan, Mirai mulai mengangkat tangannya. Seolah menyambut uluran tangan didepannya, Mirai menatap sosok jahatnya dengan pandangan kosong


Senyum licik kembali terukir di wajah Mirai jahat " Benar! Biarkan kegelapan merasuki jiwamu. Sisanya, kau bisa serahkan padaku, Mirai!"


Namun,


Bughhhhh.....


Mirai segera mendaratkan pukulan tepat si sosok didepannya. Tubuh Mirai jahat terlempar jauh, menghempas hamparan air dibelakangnya


" Kau pikir ocehan omong kosongmu itu mampu mempengaruhiku! " ucap Mirai dengan tatapan tajam. Sihir kegelapan yang semula menyelimuti tubuhnya perlahan sirna. Kali ini, ia mengaktifkan gyoku saljunya dan bersiap menyerang Mirai jahat.


" Cih! Kau mau bertarung melawan dirimu sendiri?! Silahkan! Kita lihat siapa yang akan kalah lebih dulu! "


Mirai jahat bangkit kembali, ia juga turut mengaktifkan Gyoku salju di tanganya. Dua kekuatan yang sama persis tercipta. Beradu menciptakan badai es yang luar biasa kuat. Tidak ada dari mereka yang unggul atau lebih lemah. Beberapa kali tubuh Mirai terhempas karena serangan yang biasa ia gunakan melumpuhkan lawan. Hampir tidak ada kelemahan, bagaimanapun dua orang yang bertarung itu merupakan sebuah kesatuan


......................


Nafas Mirai mulai beradu. Sudah mapir dua jam lamanya ia melawan sisi gelap jiwanya. Baik kekuatan, skill bertarung serta taktik yang ia gunakan bisa dibaca musuh dengan mudah. Terlebih kekuatan sihir yang musuh gunakan begitu persis dengannya membuat Mirai sedikit kewalahan. Semua perlawananya seolah sia-sia.


"Hah! Hah! Hah! Kekuatan dan semua gaya bertarung kami sama persis. Sangat sulit untukku melumpuhkannya, bahkan dengan semua upaya yang aku lakukan sejauh ini.


Sial! Apa yang harus aku lakukan? " gumam Mirai pelan. Ia menatap sosok didepannya tajam.


Tidak jauh berbeda dengannya, Mirai jahat juga merasakan efek kelelahan yang sama sepertinya. Senyum dingin kembali terukir di wajah Mirai jahat


" Kau! Tidak akan pernah menang melawan dirimu sendiri! " ucapnya dengan nafas tedengah


Mendengar hal itu, tangan Mirai mengepal kuat. Saking kesalnya, ia bahkan memukul air kolam yang sudah membeku akibat pertarungannya. Mirai sadar, sekuat apapun ia melawan ia tidak akan pernah bisa mengalahkan Mirai jahat. Bagaimanapun ia adalah bagian dari dirinya sendiri.


"Kau bukanlah diriku! Aku tidak akan pernah mengijinkan monster sepertimu tinggal didalam diriku! " teriak Mirai geram


" Monster? Aa.. Jadi aku ini hanya monster untukmu?! " ucap Mirai jahat tidak percaya. Sesaat kemudian ia hanya menampakan tawa lepas dihadapan Mirai


" Lalu jika aku ini monster. Sebutan apa yang kau berikan untuk orang-orang yang telah menyiksa kita selama ini?!


Mereka mengharapkan sebuah kesembuhan dari rasa sakit kita. Kau lupa, ketika semua orang brengsek itu memandangmu bagai obat yang turun dari surga!


Mereka tertawa! Mereka merayakan kesembuhan luka menyakitkan ditubuh mereka!


Lalu apa yang terjadi dengan kita? Bak bumerang, rasa sakit mereka justru dikirim kepada kita. Luka sayatan memenuhi tubuh kita! Tidak ada makanan yang cukup! Tidak ada tempat berlindung yang hangat! Tidak ada orang yang peduli! Selama mereka sehat, mereka tidak akan pernah peduli dengan rasa sakit kita!


Jika kau menyebut diriku monster. Aku penasaran sebutan apa yang kau beri untuk Tanuki dan semua orang yang sudah mengambil darah kita secara paksa! Mirai!

__ADS_1


Kebencian yang selama ini kau pendam, telah menciptakan diriku jauh didalam jiwamu! "


Mendengar semua itu, Mirai hanya tertunduk lemah. Tangannya gemetar, ucapan Mirai jahat kembali mengorek trauma dalam dirinya. Mirai menggapai lengannya pelan. Meski tidak ada luka dilengannya, entah kenapa ia masih ingat setiap rasa sakit yang pernah ia terima dulu. Semua yang dikatakan sosok didepannya benar adanya


"Dunia memberikan darah Terkutuk ini kepada kita. Sejak kita lahir, kita bahkan tidak pernah merasakan sebuah kebahagian. Siapa ibu kita! Kenapa Ayah terbunuh! Dan kenapa kita harus menjalani kehidupan yang begitu kejam bahkan ketika usia kita masih sangat belia!


Semua salah dunia ini! Untuk itu kenapa kau begitu berusaha keras untuk menyelamatkan dunia yang sudah berlaku kejam kepadamu? " ucapan Mirai jahat kembali menusuk lebih dalam relung hati Mirai


" Semua yang kau katakan memang benar. Dunia yang memberikan darah terkutuk ini dan orang-orang yang menikmati rasa sakit kita. Semua itu lebih buruk dari Monster!


Semua yang kau katakan benar adanya! " gumam Mirai pelan. Buliran bening mulai menetes lewat pelupuk matanya. Mirai jahat tersenyum puas mendengar perkataan Mirai.


" Tapi-" ucap Mirai yakin. Kali ini ia meggarahkan tatapan lurus ke arah sosok yang begitu mirip didepannya


" Aku percaya, masih ada cahaya yang menerangi Dunia ini! Masih ada Aora! Yora dan semua teman-teman yang membuat seorang Mirai mampu bertahan didunia kejam ini!


Kebencian dan amarahku memang kuat, tapi kau melupakan satu hal yang penting! "


Keyakinan dalam diri Mirai mulai tumbuh seiring ingatan tentang orang-orang disekelilingnya memenuhi hatinya.


Aora dengan cintanya. Yora yang selalu ada untuknya. Hanna dan Rou, dua teman Sora yang selalu mengkhawatirkannya. Hotaru yang selalu berikap konyol. Nee dan Zou, masih banyak lagi. Wajah teman-teman Mirai mengisi keraguan didalam diri Mirai.


Dengan percaya diri, ia melangkah maju menuju sosok kegelapan dirinya. Tidak ada penderitaan, tidak ada penyesalan dalam sorot matanya. Hanya ada senyuman tulus yang terukir di wajah Mirai. Semua itu seolah terhapus bersamaan dengan kenagan manis yang orang-orang disekelilingnya bawa.


"A-apa yang ingin kau lakukan?! Kemarahan serta kebencianmu tidak boleh kau hilangkan semudah itu! " Mirai jahat mulai melihat perubahan dalam diri Mirai. Perubahan yang bahkan membuat kakinya lemas. Ia pun akhirnya berlutut di hadapan Mirai


Mirai menatap sosok kegelapan didalam dirinya, sambil mengulurkan tangannya ia mengusap lembut pucuk kepala Mirai jahat


"Kau benar. Hanya kau orang didunia ini yang mampu memahami penderitaanku.


Karena itu, aku ucapkan terima Kasih.


Berkatmu, aku bisa melewati semua penderitaanku. Aku sadar, kau bukanlah monster yang bersembunyi didalam diriku. Tapi justru kau lah sosok yang benar-benar mengkhawatirkanku.


Kau hanyalah bagian lain diriku, tempatku menyimpan semua amarah dan kebencianku tentang dunia. Tanpamu, aku mungkin tidak bisa melewati hidupku dengan baik!


Terima kasih kau sudah menanggung semua rasa sakit itu untukku! Kau sudah bekrja keras, Mirai! " ucap Mirai lembut


Mirai mengelus pelan pucuk kepala Mirai jahat. Hal yang sama persis yang dilakukan ayahnya ketika ia terpuruk dulu. Sentuhan yang menenangkan, serta kata-kata hangat yang mampu mencairkan balok es sekuat apapun yang membelenggu hati.


Kehangatam Mirai, mampu memusnahkan semua kebencian. Sorot mata Mirai jahat yang dipenuhi cerminan amarah, kini mulai pudar. Kini dua pasang mata seindah bunga lavender yang sama persis melempar tatapan lembut untuk satu sama lain. Senyuman tulus terukir di kedua wajah cantik itu


"Kini sudah waktunya kau beristirahat. Mulai sekarang, biarkan aku yang menaggung semua penderitaanmu. Terlepas dari masa depan suram yang mungkin menunggu kita. Kita tetaplah Mirai (Masa depan cerah) sesuai arti nama kita......


Untuk itu, aku akan menjadi Mirai untukmu.....Percayalah padaku, Mirai! " ucap Mirai pada sisi gelap dalam dirinya.


Sihir Tora mulai menyelimuti tubuh Mirai. Setelah ia berdamai dengan sisi gelap dirinya, Mirai mendapat sebuah simbol keseimbangan jiwa di dahinya. Sebuah simbol berbentuk berlian berwarna berwana ungu terukir cantik.


Simbol yang tercipta setelah seorang yang terpilih mendapat penyucian jiwa di Kolam Teratai. Kekuatan sihir murni pecah dan mengangkat tubuh Mirai keatas. Perlahan Mirai mulai menghilang dari tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


Love Your Self. Di dunia ini, seseorang (selain Tuhan) yang benar-benar harus kau percayai adalah dirimu sendiri. Orang yang mengenalmu lebih baik dari siapapun adalah dirimu sendiri. Orang yang memihakmu apapun yang terjadi, adalah dirimu sendiri. Untuk itu, sebelum belajar mencintai orang lain. Cintailah dulu dirimu sendiri~~~


__ADS_2