
Perlahan, Hozuki mengendalikan debu besi di sekitarnya. Membentuknya menjadi tombak besi yang runcing dengan serbuk besi tajam di ujungnya.
Ia arahkan senjata itu ke arah anak bungsunya, Hotaru. Meski hendak mencabut nyawa anaknya sendiri, tidak ada ekpresi khusus yang terlihat dari wajah pucat pemimpin Hoshi itu
Langkah kaki Hozuki terdengar nyaring, guyuran hujan tidak menghentikan niatnya untuk membunuh Hotaru.
Hotaru terjatuh ke belakang, tatapannya seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukan ayahnya itu. Air matanya terus mengalir, ia merangkak ke belakang dengan tangan yang masih gemetar. Ayahnya kian mendekat. Tombak besi itu melayang tepat di depan sang ayah, dengan mengendalikan elemen Besi, ia tidak perlu memegang langsung senjatanya. Cukup ia kendalikan dengan kehendaknya saja
"T- Tolong........ Biarkan aku hidup ayah! ........ J- jangan membunuhku! Aku mohon! "
Hotaru terus memohon pada ayahnya agar mengampuni nyawanya. Keadannya tampak kacau, tubuhnya yang basah serta bergetar akibat aura membunuh yang kental dari Hozuki, Bahkan kekuatannya sihir Hotaru hilang begitu saja, ia tidak bisa membela dirinya sendiri. Kemampuan Hotaru seakan sirna bersama rasa takut yang menyelimuti dirinya
Petir mulai menyambar, hujan deras mulai membasahi balkon di puncak tertinggi Kastil Hoshi. Tidak ada keraguan yang tanpak dari mata Hozuki, ia mengangkat tangannya pelan. Seketika itu tombak tajam itu melesat ke arah Hotaru
Tess......
Hotaru memejamkan matanya pasrah. Mulutnya bergetar hebat, tombak itu dengan kecepatan tinggi membidik tepat di jantung Hotaru
"Seseorang, Aku mohon..... Tolong aku! " buliran bening jatuh bersamaan dengan derasnya hujan malam itu. Dengan pasrah, Hotaru memohon agar seseorang menyelamatkanya
Trassssss.......
Ujung tombak itu mengenai dada kiri Hotaru, namun belum sempat menebas lebih dalam dada Hotaru. Seseorang mematahkan tombak itu, dengan Teknik pengendalian Besi yang sama.
Trangggggggggg........
Tombak itu kini hancur menjadi butiran debu, sedangkan Hotaru dilindungi oleh debu besi yang berubah bentuk menjadi perisai untuknya
"Seharusnya kau tidak ikut campur Hikari! "
Ucap Hozuki dengan nada geram. Hikari memandang sang ayah dengan tatapan tajam
" Apa belum cukup, kau menghancurkan hidupku? dengan dalih membesarkanku menjadi Pemimpin Hoshi! " Ucap Hikari
Ia kini berdiri di depan Hotaru, adiknya masih tertegun dengan apa yang barusan terjadi. Tangan Hotaru masih memegang dadanya yang terus mengekuarkan darah.
Hujan yang semakin lebat seakan menjadi saksi perseteruan antara ayah dan anak itu. Hozuki yerus berdalih bahwa keputusannya membunuh Hotaru adalah mutlak untuk Hotaru sendiri. Ia tidak ingin anaknya bernasib sama dengan saudaranya. Untuk itu ia memutuskan membunuh Hotaru dengan tangannya sendiri
"Itu semua untuk Negeri Kita. Kau harus sadar sebagai calon penerusku, dengan kekuatan, kita bisa membawa perdamaian dan kehormatan! " Mendengar ucapat Hozuki, Hikari hanya tersenyum jengah
"Cih! Apa peperangan yang menyebabkan banyak korban juga semata 'Untuk Negeri Hoshi'?
__ADS_1
Jika kekuatan dan perdamaian yang kau maksud adalah hal yang di bayar dari darah rakyat serta nyawa anakmu sendiri. Aku tidak ada pilihan selain bertarung melawanmu Ayah! " Ucap Hikari, bibirnya begetar menahan amarahnya selama ini.
Ayahnya mungkin bisa memanfaatkannya bahkan dengan bayaran nyawanya sekalipun, Hikari tidak peduli. Tapi, jika itu menyangkut nyawa sang adik dia tidak bisa tinggal diam
Hikari menoleh ke arah adiknya, ia tersenyum menenangkan adik kesayangannya itu
"Hotaru, aku tahu kau anak yang baik dan ceria. Kesalahanku lah menjadikanmu seperti ini! Maafkan kakamu ini.
Hotaru, jangan sampai kau membuat rakyat Negeri kita menangis lagi. Buatlah mereka tersenyum dengan kasih sayangmu dan kedamaian yang selalu mengikuti........ Jadilah pemimpin yang dan lindungi mereka.......... " Ucap Hikari
Bersamaan dengan derasnya hujan malam itu, ia menyembunyikan tangisannya, ia merasa bersalah kepada adiknya yang malang itu
Karena luka yang cukup serius, Hotaru tidak bisa menahan tubuhnya lagi. Ia jatuh pingsan akibat luka yang cukup serius, namun di sela matanya tertutup, ia melihat pertarungan antara sang Ayah dan kakaknya itu
" Akibat luka di dadaku, ingatanku akan malam mengerikan berakhir. Aku jatuh pingsan, meski samar aku masih ingat Hikari bertarung melawan ayah kami. Tapi aku ingat dengan jelas pesan Hikari kepadaku.
Akupun koma selama 3 hari setelah malam mengerikan itu. Namun ada hal aneh yang aku dengar, segera setelah aku sadar
Ada berita, bahwa Hikari menyerang ayahku hingga ia sekarat dan koma. Bahkan ada rumor aneh beredar bahwa Hikari sangat haus akan posisi pemimpin Hoshi dan iri karena Ayah lebih menyayangiku
Untuk itu dia menyerang ayahku dan aku, karena khawatir akan di adili. Hikari melarikan diri dan menjadi buronan! "
"Pertemuan berlangsung hari ini Tuan Muda, kemungkinan itu membahas masalah pengangkatan dirimu sebagai Pemimpin selanjutnya.
Mengingat Kondisi ayah tuan yang sekarat dan tuan Hikari yang menjadi buronan! " ucap salah satu pengawal
"Tidak. Itu tidak benar! Semua tuduhan untuk Hikari..... Semuanya salah...... " Hotaru mencoba bangkit dari ranjang, namun ia merasakan ada sesuatu di tangannya
" Apa ini? " ucap Hotaru sambil menatap sepucuk surat di genggaman, ia pun membuka surat itu. Tulisan Hikari, mengiasi sepucuk surat yang sengaja ia selipkan untuk Hotaru
Hotaru jika kau membaca surat ini, aku harap kau baik-baik saja.
Maafkan Aku selama ini Hotaru. Mungkin kakakmu ini selalu membuatmu kesepian dan jarang memberikan kasih sayang untukmu
Hotaru. Kakak ingin meminta sesuatu darimu........ Tolong kabulkan permintaan kakak yang pertama dan terakhir ini
Jadilah pemimpin Hoshi selanjutnya, dengan kemampuan hebatmu, aku yakin kau bisa melindungi Hoshi meski tanpa kekuatan Khusus clan kita
Jangan pernah kau ceritakan kejadian malam itu kepada siapapun. Jangan biarkan reputasi ayah kita hancur karena perbuatannya.......
Meski sifatnya begitu, ia tetap ayah kita.
__ADS_1
Dia hanya di butakan akibat masalalunya yang pahit Hotaru..... Aku harap kau bisa memaafkan ayah kita.......
Mungkin kau sudah mendengarnya...... Tapi.... Untuk insiden ini. Biarkan aku yang menanggung semua tuduhan. Ini permintaanku.....
Impianku dari kecil adalah bebas dari semua beban yang di berikan untukku dan menikmati alam di sekelilingku, aku ingin melakukan apa yang aku inginkan selama ini...
Oleh sebab itu, biarkan aku bebas aku serahkan Hoshi kepadamu. Kakak percaya padamu Hotaru........
Dari cahayamu Hikari
Hotaru tidak dapat menahan air matanya lagi, ia menangis sejadinya. Dengan secarik surat terakhir Hikari, itulah terakhir kalinya Hotaru bertemu Hikari
......................
Di sebuah pertemuan. Hotaru kecil tengah duduk, pandangannya tertuju pada Tetua yang berdebat di depannya
Sang Ayah dinyatakan meninggal akibat luka parah saat melawan Hikari. Kini hanya Hotaru yang tersisa sendiri tanpa memiliki seorang pun di sisisnya
"Kita harus mengangkat Tuan Muda Hotaru menjadi Pemimpin Hoshi! "
Brakkkkkkkk.......
Salah satu tetua menentang usulan itu. Mereka tidak yakin bocah berusia 12 tahun memimpim sebuah Negeri besar
"Dia kini hanya seorang bocah berusia 12 tanun, apalagi dia tidak memiliki kekuatan pengendalian elemen Besi sebagai syarat seorang Pemimpin! "
Kekacauan tampak di ruang pertemuan itu, mereka saling melemparkan argumen dan membuat keributan. Hotaru yang melihat kondisi itu hanya bisa terpaku diam membeku, badannya gemetar ketakutan. Ia hanyalah anak yang masih belum siap menanggung beban yang ditujukan padanya secara mendadak
"Aku merasa seorang diri di dunia yang kejam ini. Tetua itu bahkan tidak mau tahu apa yang aku rasakan saat itu. Mereka sibuk mengutarakan apa keinginan mereka dengan dalih melindungi Negeri Hoshi
Jika bukan karena permintaan kakaku, aku mungkin sudah lari dan meninggalkan semua ini. Aku mungkin iri dengan kakaku, tapi sama sekali tidak terbesit keinginanku menjadi Pemimpin sebuah negara
Untuk itu, aku pun memantapkan diri untuk mengambil posisi itu. Aku memang tidak memiliki keluarga di sisiku, tapi aku mencoba menerima rakyat Hoshi sebagai bagian dari diriku dan menjadi keluargaku
Aku bekerja keras, membawa perdamaian dan melindungi rakyat Hoshi sesuai permintaan kakaku Hikari"
"Aku hanya ingin ayahku mau mengakui keberadaanku, serta dengan kekuatan ku aku bisa mendukung kakaku...... Hanya itu....
Apakah permintaanku terlalu berlebihan Mirai? "
__ADS_1