Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Dua Sekawan


__ADS_3

Nee dan Zou menyusuri jalan setapak yang membelah sebuah hutan lebat. Terik matahari yang panas, serta derangan serangga hutan menemani langkah mereka. Nee berjalan didepan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, berbeda dengan Zou yang terus saja mengeluh sepanjang perjalanan.


"Hah! Kenapa cuaca panas sekali! " gumam Zou malas. Mata hazelnya hampir menutup sempurna, dengan langkah lesu ia terus saja mengikuti kemana Nee pergi. Sementara pria berbadan tegap didepannya bahkan tidak menghiraukan keluhan Zou sama sekali


" Hei! Nee! Bisakah kita istirahat sebentar?! Kita sudah berjalan seharian! Dan lagi-" tiba-tiba saja ucapan Zou terhenti. Tubuhnya membeku sempurna dengan mata membulat. Zou merasakan aura 'aneh' menghampiri mereka


" Tunggu! Perasaan ini! " Nee yang mendengar ucapan Zou menghentikan langkahnya. Ia pun melirik sosok cerewet dibelakangnya


" Ada apa? Apa ada musuh yang mendekat?! " tanya Nee. Zou menggeleng cepat " Tidak! Sesuatu yang lebih menyeramkan dari itu! Kita harus lari! "


Zou mepercepat langkahnya, melewati Nee begitu saja yang masih heran dengan kelakuan absurd bocah tomat itu. Nee hanya bisa menghela nafas panjang, kali ini keributan apa yang akan dibuat Zou. Terakhir kali ia mempercayai bocah itu, namun hal yang dianggap musuh ternyata hanyalah babi hutan korban kejahilan Zou yang gabut. Nee putuskan untuk kembali melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan ucapan Zou sama sekali


Zou berlari cepat bahkan tanpa menoleh kebelakang sedikitpun, tanpa ia sadari rembetan sihir berkekuatan elemen es mengejarnya. Membekukan tubuhnya hingga kepala


"Aish! Aku tertangkap! " ucap Zou pasrah


" Mau kabur kemana kau! Zou! Kau berusaha menghindariku! " teriakan menglegar Mirai memecah keheningan hutan. Nee yang baru sadar akan kehadiran Mirai mulai membalik tubuhnya. Sosok gadis cantik terlihat dari kejauhan. Sambil berkacak pinggang dengan raut wajah masam, Mirai mulai mendekati Nee dan Zou


" Yuki, sedang apa kau disini?! "


Mirai menatap sekilas Zou yang masih berontak " Aku datang untuk membantu kalian menemukan pecahan batu Pilar ke-3. Bagaimana, apa kalian sudah mendapat sebuah petunjuk tentang lokasi batu itu? " tanya Mirai sambil menatap Nee


Nee mengelengkan kepalanya, ia sendiri masih belum menemukan letak keberadaan batu Pilar itu


" Menurut sajak di Kitab, tertulis kata ' Hitam dan Putih serta Cahaya dan Kegelapan' kami sudah mendatangi tempat yang mungkin terkait dengan deskripsi itu.


Baik kata Putih dan Cahaya, kami berasumsi itu adalah tempat suci seperti Kuil atau sejenisnya. Tapi itu semua sia-sia. Aku tidak mendapatkan petunjuk apapun " ucap Nee menjelaskan hasil dari perjalananya ke Mirai


" Begitu. Baiklah tiga lebih baik dari dua. Mulai sekarang aku akan membantu kalian mencari batu itu" ucap Mirai sambil beranjak pergi, Nee mengikuti begitu saja kemana langkah Mirai. Sementara Zou yang masih terjerat sihir Mirai, hanya bisa berteriak tanpa seorang pun yang mempedulikannya


"Hei! Kalian mau pergi kemana! Yuki! Tidak maksudku, Mirai! Lepaskan aku dulu! "


Mirai dan Nee sudah pergi jauh " Tunggu saja sampai es-nya mencair, Zou! " ucap Mirai sambil melambaikan tangannya


" Sial! Awas kau Mirai! " Zou hanya menyipit kesal


......................


Mirai dan Nee akhirnya memutuskan istirahat ditepian sungai yang jernih. Gemericik air, serta cahaya matahari yang merasuk ke sela-sela pepohonan membuat suasana didalam hutan itu begitu tenang. Zou yang baru saja bergabung dengan mereka hanya bisa merebahkan diri disamping Mirai. Ia ingin membalas perbuatan gadis itu, tapi urung ia lakukan karena terlalu malas. Untung juga Mirai melapisi tubuhnya dengan es, ditengah hari yang terik setidaknya itu sedikit membantu


Melihat Zou tiduran begitu saja, membuat Mirai heran dibuatnya. Gadis berambut panjang itu hanya menggelengkan kepalanya, sambil mengeluarkan kotak makanan dari dalam tasnya


"Kita istirahat disini. Aku sudah menyiapkan bekal untuk kita bertiga! " ucap Mirai singkat. Zou yang mendengar kata 'bekal' terlebih dari mulut Mirai sendiri akhirnya menghentikan sesi rebahan dan berdiri sambil menatap Mirai aneh


" Apa katamu, bekal? Kau membawakan kami bekal?! " ucap Zou menekankan kata disetiap pertanyaannya. Aneh saja menurutnya. Gadis yang ia kenal berhati dingin tanpa perasaan simpati sedikitpun tiba-tiba menunjukan perhatian anehnya. Sikap Mirai saat ini tidak lagi menunjukan sikap Seorang Yuki dari tengu

__ADS_1


Mirai terdiam sejenak, ia menatap lekat kotak makan didepannya. Sebelum misi menyusup ke Sora, ia hanyalah 'cangkang' tanpa emosi sedikitpun. Baginya rekan-rekan di Tengu hanyalah seseorang yang mengerjakan misi dengannya. Tidak lebih. Namun seiring berjalannya waktu dan Mirai mengerti apa arti 'Teman', ia baru sadar. Mirai bahkan tidak mengetahui apapun tentang rekan misinya di Tengu. Zou dan Nee berapa kali melindunginya selama misi. Meski tidak mereka tunjukkan secara nyata, Zou dan Nee merupakan teman yang selalu berada disisi Mirai selama ini


Untuk itu, Mirai ingin lebih mengenal dua rekannya itu. Mengenai siapa sebenarnya mereka atau hal sulit apa yang mereka lalui hingga bisa bergabung dengan Tengu


"Kenapa? Apa kau tidak boleh membawakan kalian bekal makan siang? Aku tidak membuatnya sendiri, jadi kalian tidak perlu khawatir soal rasanya! " ucap Mirai dengan wajah cemberut. Sebenarnya ia kini tengah menyembunyikan perasaan canggung antara Zou dan Nee


" B- bukan begitu maksudku. Aku pikir, hubungan kita hanya sebatas rekan misi. Aku bahkan sempat mengancam untuk membunuhmu dulu. Jadi aku pikir-"


"Sudah! Lupakan yang lalu! Mulai saat ini kita adalah teman, okey! " Mirai mengambil telur gulung dari kotak bekal dan menjejalkannya di mulut Zou. Pria berambut merah terang itu tidak menolak, Zou pun mengunyah makanan dengan lahap


Kini pandangan Mirai tertuju pada Nee. Laki-laki bertubuh tinggi tegap, dengani iris mata menyeramkan berwarna hijau. Wajahnya yang sangar dengan pola jahitan di di sekitar mulutnya membuat siapa saja bergidik jika berpapasan dengan pria itu. Namun Mirai belum bisa melihat kedalam diri Nee. Pria itu begitu misterius dengan segudang rahasia yang ia sembunyikan. Mirai tahu, diantara mereka Nee lah yang paling loyal dengan Xio. Ia menuruti setiap perkataan Leader tanpa pernah membantahnya. Berbeda dengan bocah tomat yang sekarang tengah menghabiskan bekal makan siangnya. Mereka, dua orang bagai langit dan bumi yang dijadikan dalam satu wadah. Entah apa yang dipikirkan Xio saat merekrut dua orang itu


"Nee kau tidak mau?! " tawar Mirai. Namun pria pendiam itu hanya berdiri disisi jurang, sambil memperhatikan burung kecil yang bermain di tepi sungai. Nee bahkan tidak membalas tawaran Mirai


" Hei! Zou! Apa kau tidak penasaran siapa sebenarnya Nee itu?! " ucapan itu tiba-tiba keluar dari mulut Mirai. Jiwa keponya bergejolak, ditambah rekan super cerewet disampingnya. Munculah tim ghibah baru di organisasi Tengu


" Kenapa? Apa selama ini kita pernah penasaran mengenai satu sama lain? Tidak pernah kan! Jadi kenapa sekarang kau begitu penasaran dengan sosok Nee! " ucap Zou asal, Mirai hanya berdecih sebal


" Ck, bukan begitu! Kau selalu bersamanya, kau pasti tahu sedikit hal yang ia sembunyikan kan?! "


Zou berpikir sejenak, sebuah ide terlintas di pikirannya " Ada! " celetuk Zou heboh


" Apa?! " Mirai mulai kepo. Zou pun memberi isyarat agar Mirai mendekat. Tanpa mengingat riwayat permusuhan mereka, Mirai dan Zou dalam sekejap menjadi teman ghibah yang kompak


" Aku tidak sengaja melihatnya ketika pertempuran terakhir kali. Tapi, aku yakin sosok Nee memiliki wujud lain selain wujud menyeramkannya itu! " bisik Zou pura-pura serius


" Ck! Diamlah! " dengus Zou. Mirai mengangguk paham, pria berambut merah itupun melepaskan dekapannya


" Apa maksudmu?! " Mirai kembali berbisik pelan


" Waktu itu, Nee tidak sengaja terluka dibahunya. Aku kira, kulit penuh dengan jahitan besi itu adalah wujud aslinya. Tapi aku sadar, wujud yang sekarang kita lihat ini bukanlah penampilannya yang sebenarnya.


Aku lihat dengan mataku sendiri, bahunya yang terluka itu mengelupas dan menunjukkan kulit manusia pada umumnya! "


Mirai dan Zou tahu, mereka selalu melihat Nee berpakaian tertutup. Wujudnya pun tidak seperti makhluk hidup pada umumnya. Tubuhnya seakan terbuat dari sesuatu yang tidak alami


" Benarkah? Ya, ampun. Aku selama ini tertipu ya! " ucap Mirai sambil menutup mulutnya tidak percaya. Zou kembali menganggukan kepalanya keras


" Tunggu! Mungkin saja dia seorang pangeran sebuah negeri yang menyamar menjadi sosok buruk rupa?! " ucap Mirai sambil mengutarakan ide gilanya. Selama di Sora, Hanna meracuni pikiran Mirai dengan Novel romansa dan inilah hasil pikiran liarnya


Zou terkikik geli, sambil menyikut Mirai keras. Yang sukses membuat Mirai menatap tajam Zou


" Jika dia pangeran! Mungkin saja aku penguasa sebuah Negeri. Dan kau itu, putri sebuah negeri juga! Ck, berhenti berpikir hal yang mustahil! " ucap Zou sambil menelan ludah kasar. Tatapan tajam Mirai tidak pernah berubah


" Benar juga. Apa lagi?! " ucap Mirai lebih bersemangat lagi

__ADS_1


" Kau tahu, dia itu memiliki-" belum sempat Zou melanjutkan ucapan. Ia merasakan kehadiran Nee didekatnya. Benar saja, pria berwajah menyeramkan itu sudah berdiri didepannya dan memandang keduanya aneh


"Sedang apa kalian berdua?! Ucap Nee datar. Sontak Mirai dan Zou gelagapan. Mereka sibuk melakukan hal lain agar Nee tidak curiga mereka tengah ngeghibahinya


"T- tidak ada apa-apa! " ucap Zou gugup. Pandangan Nee kini tertuju pada Mirai.


" Yuki! "


" Ya! " Mirai gelagapan ketika Nee memanggil namanya. Keringat tipis membanjiri wajah cantiknya. Ia penasaran, apa Nee tahu ia membicarakannya?


" Mengenai letak batu pilar ke-3. Aku pikir, kita harus mencarinya dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya! "


......................


Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar, dengan kitab Putih Nue dibiarkan terbuka ditengah-tengah. Mirai, Zou dan Nee saling bertukar pandang


" Jadi, apa yang kau pikirkan mengenai sajak itu! " ucap Mirai


Nee segera meletakkan jarinya di baris sajak teka-teki yang menunjukkan keberadaan pilar Ke-3


" 'Hanya ada Hitam dan Putih. Cahaya dan Kegelapan' kata itu benar-benar membuatku penasaran. Selama ini, kita hanya menafsirkan satu per satu kata dan mencari artinya. Lalu bagaimana kalau kita memandang makna kata itu dalam artian yang berbeda? " ucap Nee


Mirai terlihat berpikir sejenak. Mata seindah bunga laverdernya seakan tidak mau beranjak dari kitab itu


" Jika itu maksudmu. Hitam dan putih, bagaimana jika kata itu menunjukkan sebuah kesatuan? "


" Hitam dan Putih akan menciptakan kesatuan berupa warna yang tercampur. Itu artinya sesuatu yang abu-abu! "balas Zou yang ikut mengutarakan pendapatnya


" Lalu cahaya dan kegelapa yang akhirnya menciptakan sebuah bayangan" sambung Mirai


Mereka bertiga kompak menatap satu sama lain. Seolah mendapat jawaban berbeda dan titik terang dari pencarian yang selama ini mereka lakukan. Nee menangguk setuju, seolah paham apa yang kedua orang didepannya pikirkan


"Bayangan, warna Abu-abu adalah lambang dari sebuah keseimbangan. Baik Yin dan Yang memiliki titik hitam di area putih. Begitu pun sebaliknya. Keseimbangan ada karena dua elemen bersatu dalam sebuah keharmonisan"


Mirai dan Zou mulai memperhatiakan kitab didepan mereka. Keseimbangan tentu tidak menunjuk tempat atau manusia di dunia ini. Mereka terlalu serakah dan terkesan menguasai satu sisi yang mendekati mereka


"Batu itu, tidak mungkin dimiliki manusia ataupun berada ditempat manapun didunia ini. Kekuatan batu putih adalah kesetiaan sekaligus pengetahuan akan segala yang terjadi di dunia sihir. Itu artinya, hanya makhluk yang setengah darahnya sama seperti kita dan setengahnya lagi diliputi jiwa mistis" papar Nee


Mirai terperanjat, senyum terukir di wajahnya yang cantik. Akhirnya ia menemukan jawaban dari teka-teki Kitab Putih Nue itu


"Hanya satu yang dapat mendeskripsikan semua yang kau katakan tadi, itu adalah.... "


" Yokai! (Siluman) " ucap mereka bertiga kompak.


...----------------...

__ADS_1


Btw, ada yang bisa nebak siapa Nee dan Zou.... StttπŸ™„πŸ€—... Simpan jawaban ketika semua terungkap ya^^


^^^Yuki Mirai πŸ™^^^


__ADS_2