Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Xio : Pertemuan


__ADS_3

Harum ocha menyeruak harum, dituangkan ke gelas tembikar kecil berwarna putih, lengkap dengan hidangan ringan berupa kue dango dengan 3 warna berbeda.


"Selamat menikmati, Tuan. " sesekali pelanyan kedai teh itu melirik wajah pria di depannya. Lengkap dengan semburat merah di menghiasi pipinya



Xio hanya menunduk pelan, sebagai ucapan terima kasih. Lantas pelayan itu pun meninggalkan mejanya. Xio kini berada di sebuah wilayah bernama Negeri Mizu. Negeri yang masih menjadi wilayah kekuasaan Negeri besar Sora.


"Bukankah sekarang waktunya, mengirim budak ke gua Hebi? Bagaimana mungkin Ratu kita tega menumbalkan rakyatnya? " ucap salah satu pelanggan kedai


" Huss! Kau jangan asal bicara, ada banyak telinga di sini, bisa-bisa kau sendiri yang menjadi persembahan itu! " ucap temannya


Xio hanya menyesap Ocha, sambil mendengar perkataan orang-orang di samping mejanya itu. Memgorek informasi dengan cara tenang seperti ini sangat sering ia lakukan. Meski hanya sebatas rumor, Xio bahkan bisa tahu sebuah kejadian rahasia terjadi akibat desas-desus ditengah masyarakat


"Jangankan warganya, bahkan ia tega mempersembahkan putrinya sendiri kan! " orang itu mulai berbisik


"Setidaknya, negeri kita bebas musuh atau wabah, bahkan ketika kita tidak memiliki prajurit militer sihir! "


Xio mulai tertarik dengan percakapan orang-orang itu, ia pun mulai berdiri menghampiri kedua orang desa itu. Melihat pria muda menghampirinya, dua orang warga yang sibuk bergosip hanya memandang Xio heran


"S-Siapa K- Kau? "


" Bisakah kau menceritakan lebih banyak lagi, soal bukit Hebi? " ucap Xio dengan nada datar kasnya


" Maaf tuan, kami tidak membocorkan rahasia negeri kami ke orang asing! "


Brakkkk......


Xio melemparkan dua batang emas di meja.


"Apa masih belum cukup? Aku bisa menambahkannya lagi! " ucapnya. Meliaht dua batang emas berharga, mata kedua warga itu sontak berbinar


Xio bisa saja menanamkan ilusinya ke dua pria itu. Sangat mudah baginya mengorek informasi seseorang, tapi ia lebih memilih menggunakan cara yang biasa. Dengan cepat, kedua orang itu memasukkan batangan emas ke kantong masing-masing


Mereka pun membiarkan Xio duduk di depan mereka dan mulai menceritakan apa yang mereka tahu


"Aku tidak tahu, orang kaya sepertimu rela menghabiskan uang demi cerita seperti ini..


Baiklah, aku akan mulai dari kisah Legenda seekor ular putih raksasa yang sudah mendiami negeri ini beratus tahun yang lalu. Ia adalah pemilik bukit Hebi


Menurut cerita, ia mewarisi kekuatan hebat, dewi kehidupan (salju) dan terlahir ketika moster Nue di segel.


Puluhan tahun yang lalu, Negeri kami di serang wabah aneh. Negeri kami bukanlah tempat tinggal orang militer sihir seperti ketiga negara besar.


Ratu kami pun meminta bantuan ke negara besar, namun tidak ada satu dari ke 3 Negara besar yang bisa membantu kami, meski Ratu kami memiliki hubungan erat dengan mereka, sebagai salah satu Negara Netral


Sebuah Wabah yang di sebabkan oleh energi negatif peperangan yang pecah, membuat rakyat negeri Mizu satu per satu mati tanpa sebab yang jelas! " kata salah satu orang itu

__ADS_1


"Ratu kami, sebagai pemimpin Negeri Mizu memberanikan diri memasuki wilayah terlarang Goa ular di bukit Hebi. Ia meminta Kekuatan sang Ular putih untuk menyembuhkan rakyatnya


Namun, Ular itu memberikan satu syarat, ia bersedia membantu Ratu, tapi tidak boleh menggunakan kekuatan itu selain untuk menyembuhkan orang-orang.


Ular itu pun memberikan separuh kekuatannya pada ratu, berupa segel Gyoku dan membuat sang ratu memiliki kekuatan sihir yang bahkan lebih hebat dari orang Militer


Ratu menyanggupi syarat tersebut, dan rakyat negeri Mizu berhasil selamat. Namun Ratu kami membuat kesalahan dengan menyimpan kekuatan sihirnya untuk dirinya sendiri.


Tepat 28 tahun yang lalu, Ular itu pun menghancurkan istana beserta Pusat Kota Negeri Mizu. Karena kekuatan hebat yang dimiliki Ratu, ia bisa memukul mundur moster itu.


Inilah awal bencana, sang Ratu melahirkan seorang Putri dengan seluruh kekuatan sang ular diwarisi ke putrinya. Ratu yang lemah karena kekuatanya hilang, mulai ketakutan melihat putrinya memwarisi kekuatan Hebat sang Ular Putih" lanjut Teman satunya


"Lalu, dimana putri itu? " tanya Xio


" Setelah berumur 5 tahun, Ratu membuat perjanjian kepada sang Ular, ia mengembalikan kekuatan ular itu dalam bentuk tubuh putrinya sendiri. Dan memutus kutukan antara ular Putih dengan Negeri Mizu! "


"Dan kau tahu apa yang paling mencenagangkan? " wajah pria itu semakin memdekat. Dengan pelan ia membisiskan sesuatu.


" Meski beberapa kali pun sang Putri kabur, dan kembali ke istana. Sang ratu sendirilah yang menyeret putrinya kembali ke gua ular


Bahkan kami sebagai rakyat Negeri Mizu, menganggap ngeri putri itu. Melihat matanya saja kami takut, jika ia sampai kembali. Itu kutukan besar bagi kami"


"Kutukan? " ucap Xio


"Mungkin karena ia dendam dengan kami, sang Putri meminta tumbal manusia, agar ia tidak kembali ke sini dan terus berdiam di goa dan menjadi wadah sang Ular. Hari ini adalah waktunya. Lebih dari 200 budak dikirim ke sana! "


"Ada kabar, bahwa putri itu memakan manusia.... Hhhhhh.... Memikirkannya saja membuatku takut! " ucap kedua orang itu. Xio mulai tertarik untuk mendengar cerita tentang nasib putri itu. Setidaknya ia harus datang sendiri untuk memastikan kebenaran cerita itu.


Xio menambahkan 2 batang emas beserta 5 batang perak yang tampak mahal.


"Bisa kalian antarkan aku kesana? "


Kedua orang itu menggeleng, mereka secara kompak menolak keinginan Xio


" Meski emas sangat mahal, kami masih sayang nyawa. Untuk apa pria muda sepertimu menyerahkan nyawamu ke sana?


Bahkan ada rumor, sang Putri ular itu menyukai pria tampan sepertimu, untuk di makan tau! " ucap orang itu horor


"Jika kau masih ingin pergi ke sana, kau hanya perlu masuk ke hutan di bukit Hebi, di sana ada lembah kematian. Kau akan menemukan sebuah gua dengan gerbang raksasa. Konon disitulah Siluman itu tinggal"


"Baiklah! "


Xio pun berdiri dan mulai berjalan meninggalkan kedua orang itu, mereka masih memandang Xio aneh


"Bisa-bisanya dia ingin pergi ke sana! "


"Mungkin dia penasaran dengan wajah sang putri, yang terkenal cantik layaknya sang ratu! "

__ADS_1


......................


Xio berjalan menuju bukit Hebi, sedari tadi ia sadar telah dibuntuti seseorang. Namun, ia hanya membiarkan saja dan berpura-pura tidak tahu


Di tengah jalan, para bandit mulai menghadang Xio. Orang yang sedari tadi membuntutinya itu pun bergabung ke kelompok bandit itu


"Dia memiliki banya emas, ketua! " bisik anak buahnya. Xio hanya memandang mereka, ia bahkan tidak terkejut ketika mereka mulai menyerang


~2 menit kemudian~


Xio bahkan tidak berpindah dari tempatnya, namun para bandit itu sudah terkapar, babak belur. Xio menarik pemimpin bandit dengan kekuatan sihirnya, dan bertanya dimana gua siluman Ular berada


Pemimpin itu pun menunjukkan lokasinya, hingga mereka memasuki sebuah lembah Kematian dengan batu hitam yang runcing mengelilinginya


"T-Tuan.... Hanya sampai di sini saja..... T-Tolong jangan bawa aku ke dalam..... " ucap bos bandit sambil memohon belas kasihan Xio


Xio pun melepas cengkraman sihirnya, lantas melempatkan sebuah kantong berisi uang


" Pergilah!"


Xio pun berjalan memasuki lembah tandus itu, ia merasakan energi yang sangat besar di daerah itu. Sambil merilik lingkungan sekitarnya, kini ia paham kenapa tempat itu dijuluki lembah kematian. Tidak ada hewan apapun atau tumbuhan yang tumbuh disana. Hanya bebatuan hitam dengan mentuk meruncing bak sebuah perisai alam


" Batu Ke-dua. Sepertinya aku merasakan keberadaanya" gumamnya


Ia pun menemukan pintu goa raksasa, dengan patung iblis di kedua sisisnya. Pintu dengan gerbang megah layaknya sebuah gerbang neraka menyambutnya dengan gagah. Dengan tenang, Xio membuka pintu besar itu


Kreeeeeeeeeeeeeeeetttttt..........


Suara dencingan pintu menggema, jau didalam kegelapan dua iris mata ular besar tanpa Xio sadari menatap marah ke arahnya


"Berani sekali........ Manusia memasuki rumahku! " ucap suara yang menyeramkan itu


Xio melihat sekelilingnya, namun ia hanya melihat goa gelap dengan batu runcing di setiap sisinya. Ia pun memasuki goa itu lebih dalam lagi.


Xio pun menemukan sesosok monster besar dengan mata merah menyala


~Batu ke dua, melindungi kekuatan besar, kekuatan yang dikelilingi oleh simbol kelicikan serta racun penuh makna, tidak ada yang berani menatapnya, namum memiliki jiwa lembut layaknya lili putih~


Petunjuk dari Kitab Nue memang menggambarkan rupa moster di hadapan Xio. Ular pitih besar dengan mata merah sedang tidur melingkar di dalam goa


"Para manusia sudah berjanji, mereka tidak akan mengusikku lagi, kenapa kau justru datang ke sini? "


Sssstttttt.......


Suara desisan ular terdengar, monster itu menatap Xio dengan lidah ular yang menjulir keluar


" Mungkin terdengar tidak sopan, tapi aku akan mengambil batu tiga pilar dari dalam dirimu! "

__ADS_1


Xio melihat batu bersinar di kepala sang ular, sianar yang menampakkan warna hijau toska terang. Mungkinkah itu batu yang selama ini Xio cari?


"Lancang sekali kau! "


__ADS_2